SMA Kusuma Bangsa rupanya sudah seramai pasar.keramaian yang diciptakan pada jam 06.30 oleh anak-anak pindahan beasiswa terpilih yang akan bersekolah disini. Mereka akan dikelompokkan sesuai kepintaran masing-masing.
Sekolah ternama yang dihuni oleh para siswa yang kebanyakan berasal dari keluarga yang tajir dan banyak yang berkebangsaan barat. Salah satunya oliv, murid kelas 12 yang sangat ditakuti satu sekolah serta murid yang paling populer.
Oliv mendengus kesal. Surai panjang miliknya berkilauan dibawah sinar matahari yang mulai menusuk.
Oliv mencari bangku kosong untuk duduk sambil menunggu shelby datang. Dia langsung duduk dan memasangkan headset di telinganya sambil mendengarkan lagu Dont let me down keras-keras tanpa sadar shelby sudah menepuk bahunya pelan.
---
Bu titis masuk kedalam kelas oliv sambil membawa beberapa berkas di tas arsipnya.kelas seketika senyap. ibu guru yang paling sabar di sekolah itu tersenyum manis membuat mukanya semakin cantik diumur yang masih muda.
"Selamat pagi anak-anak. Pagi ini kita akan kedatangan anak baru ya."lalu bu titis melambaikan tangannya memberi syarat pada seseorang didepan pintu sambil tersenyum.
Seorang cowok memasuki kelas dan kini sudah berada disamping bu titis.
"Hai, nama saya Azra Kharisma. Saya pindahan dari Amerika.kalian bisa panggil saya azra. "ucap cowok itu ramah sambil tersenyum.
Eits, kayak pernah lihat. Dimana ya? Oliv bertanya-tanya sendiri pada dirinya.seakan-akan otanya memutar kembali kaset masa lalu oliv. Ah, bodo ucap oliv sambil terkekeh.
"Dari amerika kok fasih ngomong bahasa Indonesia? "Tanya robi.
"Aku disini udah sekitar 2 Bulan, jadi lumayanlah bahasa indonesianya"jawab azra sambil tersenyum.
Cowok itu lumayanlah daripada anak pindahan beasiswa lainnya. Tingginya sekitar 180 cm, rambutnya berwarna coklat melawan arah gravitasi, matanya berwarna coklat, dan hidungnya mancung. Terkesan sangat cool. huu kau sangat pandai menilai orang oliv.
Seketika para cabe di kelas oliv langsung menatap azra dengan tatapan ada-mangsa-cakep-nih.
"Yasudah azra, kamu bisa duduk di samping olivia. "Bu titis tersenyum pada azra. Azra mengangguk saja melihat oliv yang sedang terkejut.
Oliv membelalakkan mata tak percaya.aish, kenapa juga aku harus duduk sama cowok ini.
Para cabe kelas menatap oliv tak setuju, termasuk Audrey,pemimpin cabe-cabean kelas oliv.
Oliv memutar otak untuk mencari ide brilian.dengan cepat oliv menggamit tangan shelby yang duduk bersebrangan dengannya lalu menaruh shelby di bangku kosong milik oliv.azra terheran melihat sikap oliv yang seperti itu.
Dengan senyum kemenangan, oliv berkata dengan ringannya.
"Maap, gak ada tempat untuk anak baru"ucap oliv ketus sambil mendelik pada azra.yang diomongin malah noleh ke bu titis meminta pertolongan.dasar pengadu! Oliv menatap azra kesal.
Bu titis hanya menggeleng pelan, lalu berkata selembut mungkin.
"Shelby kembali ketempatmu. Azra silahkan duduk disamping oliv ya".azra mengangguk dan langsung duduk di samping oliv.
Oliv menatap azra semakin kesal.
Oliv hanya duduk pasrah dibangkunya dan menelusupkan kepalanya ke dalam dua lipatan tangannya dan akhirnya tertidur.
---
"Oliv, bangun. Ke kantin yok! Udah istirahat nih! "Kata 'istirahat' membuat mata oliv seketika terbuka. Oliv langsung mengucek matanya dan mendongak.shelby dengan poni kesampingnya sedang mendelik tajam pada oliv.
Dengan cepat oliv nyengir dan kabur duluan ke kantin daripada hidupnya tamat ditangan shelby.
Oliv menaruh makanan dimana para gengnya berkumpul. Ada cate si cerewet, ada william yang selalu kalem, ada shelby yang tukang marah-marah, ada dava yang paling ganteng dan cool di sekolah ini.
"Pagi nyet! Bangun tidur yak? "Cate tiba-tiba berseru si telinga oliv membuat yang diteriakin Menatap cate sebal. Jijik.
"Sensi amat sih lo. " Dava nyengir menunjukkan wajah gantengnya. Oliv hanya mengedikkan bahu dan melahap nasgornya.
"Gimana cate? Ada yang pengen lu gebet? "Tanya shelby pada cate.
"Gatau deh shel, mereka tuh orangnya pada cuek-cuek gitu.jadi males deketinnya"cate memasang wajah sedih sambil menunduk.
"Udahlah cate, banyak didunia ini cowok yang lain. Sama soong jong ki aja ya? Mau? "Shelby merangkul cate beserta tertawaan dari oliv, william, dan dava.
Oliv pun menghabiskan makanan mereka dan akan kembali ke kelas masing-masing.
Oliv dan gengnya mengobrol sambil cekikikan di jalan.lalu oliv merasakan ada bahu seseorang yang menabrak bahunya.dan oliv merasakan cairan panas mengenai roknya yang pendek sebahu.
Oliv langsung menoleh kepada orang itu. Oliv melihat cewek itu sedang menganga tak percaya.oliv melihat pada dava meminta untuk mengurus cewek itu. Dengan sigap ash maju kehadapan cewek itu.
"Apa maksud lo? Sengaja ya? "Ucap dava dingin membuat cewek dengan rambut sebahu itu takut.lalu dava melirik nama yang tertera di baju seragam cewek itu. 'Keyzia anastasia' terpampang jelas disitu.
"Oh, lo anak pindahan ya? Jangan cari masalah sama kita ya. Atau kamu masuk rumah sakit."ucap dava sambil memegang dagu cewek yang sedang takut setengah mati itu. Lalu cewek itu berlari meninggalkan kerumunan yang menonton aksi dava tadi.
Sementara oliv membersihkan kopi yang tumpah gara cewek itu tadi.
"Sini gue bantu"dava tersenyum pada oliv dan mulai membersihkan rok oliv.sambil ikut membersihkan oliv bergumam dalam hati. Maen pergi aja lo.gue abisin tuh cewek. Oliv tersenyum penuh kemenangan.
Setelah selesai membersihkan rok oliv, ash bangkit dan merangkul tubuh mungil oliv.
Oliv mengajak gengnya untuk kembali ke kelas masing-masing.oliv dan shelby pergi meninggalkan cate, william, dan dava menuju ke kelas.
---
Oliv sedang bosan mendengarkan bu tinem sedang menerangkan seperti radio rusak didepan kelas. Seperti biasa, oliv akan bersiap-siap untuk tidur tetapi gagal karena seseorang mencolek lengannya.
Oliv menoleh pada orang itu. Oh, rupanya azra pengacau tidurnya. "Ada perlu? "Tanya oliv langsung to the point tanpa senyuman sedikitpun.
"Ini lagi jam pelajaran lho, jangan tidur nanti kelewat materi"
Kata azra sambil tersenyum pada oliv.
Oliv terkekeh melihat tingkah azra.
"Sorry, nggak ada yang bisa ngelarang gue"ucap oliv santai dan kembali ke dalam lipatan tangannya.azra menghembuskan nafas berat.lalu melihat bu tinem menjelaskan.ini akan sulit azra bergumam didalam hati sambil menghela napas.
Perasaan oliv jadi tak enak.azra itu belum pernah kesini sebelumnya.mungkin tadi azra minta ditemani agar tidak kebingungan disekolah. Tapi mengapa harus sama oliv? Orang lain kan banyak? Aah, hati oliv kembali meracau tak jelas.
Oliv memaksakan untuk menoleh ke bangku tempat azra duduk. Masih ada azra sedang khusyuknya memperhatikan penjelasan bu tinem, oliv menghembuskan nafas lega.
"udah bangun ya liv? Tuh ada tugas"ucap azra seraya menunjuk papan tulis. Alis oliv saling bertaut. Bukannya tadi oliv habis mengacuhkan cowok ini? Tapi kenapa cowok ini tidak marah?
"Kok kamu..."oliv bergumam menatap azra.Tatapan azra terlihat tulus.
"Udahlah, aku udah biasa digituin. Santai ya"ucap azra penuh kelembutan sambil mengelus puncak kepala oliv.oliv merasa ada yang berbeda saat azra mengelus kepalanya. Oliv pernah merasakannya, tetapi dimana? Oliv tidak ingat sedikitpun.
Elusan ini, getaran ini... Oliv menggumam seorang diri. Seakan kaset masa lalu sedang di replay kembali oleh otaknya. Ia ingat sekali elusan ini tapi entah dimana ia mendapatkannya,yang jelas itu adalah masa lalu oliv.lalu oliv tersenyum kembali pada azra. Nih cowok ramah amat sih.Ucap oliv dalam hati sambil tersenyum manis memperlihatkan kedua lesung pipinya.membuat azra tercengang melihat kedua lesung pipi itu.
Be continue...
Vommentnyaa jangan cuma jadi silent reader
YOU ARE READING
Change Me (Slow Update)
Teen Fiction[ [ Very Slow Update ] ] Can you feel the love in my blood because you? and i want you love me forever.copyright©2016
