Setelah libur yang amat sangat panjang, para alumni sekolah menengah pertama pun menyiapkan diri untuk masuk ke jenjang sekolah menengah atas.
Banyak dari mereka yang tidak sabar bertemu dengan teman baru, mendapat pengalaman baru, dan tentunya tidak sabar merasakan masa SMA yang 'katanya' masa yang paling berkesan.
Satu di antara berjuta-juta orang itu adalah Navita Aimefa. Remaja berkewarganegaraan Indonesia dengan penampilan serba apa adanya. Easy going dan terkesan nggak kopen (terurus). Gadis bergolongan darah B ini tengah berjalan menyusuri koridor sekolah. Ia dan teman-temannya sedang mengumpulkan berbagai berkas untuk melengkapi surat tanda lulus mereka.
Saking banyaknya alumni di sekolah ini, ia harus rela mengantri berjam-jam di lobi. Sejenak ia masih tak percaya akan suatu hal.
Gue udah SMA, ya? Padahal masih kayak anak kecil gini. Kayak belum pantes, deh. Tapi ya masak gue mau balik SMP? Bloon kali.
Mungkin nggak, ya, gue bakal dapet pengalaman yang lebih manis daripada pengalaman gue di SMP? Kalo bisa gue mau jadi tokoh utamanya, bukan tokoh pembantu yang kerjaannya cuma mondar-mandir bantuin tokoh utama ngedapetin si doi. Ah, gue nggak mau kayak gitu lagi!
Huftt..
Hay, SMA! I'm coming! Bye SMP! Don't sad, you are always in my heart! Eaa..
***
Haii readers! 🙉
Ketemu lagi sama author yang lama nggak muncul :v ciee yang pada kangen sama gue ciee :v *ceritanya ngarep
Langsung aja, lah.. Lagian kalo gue ngomong juga kalian gak bakal peduli :')
Oiya, maaf nanti kalau ada part yang sedikit, ada yang banyak, dan biasa aja. Kalau banyak berarti lagi ada konflik. Hidup nggak selamanya punya konflik, kan?
Okee.. Selamat membaca readers!
Jangan lupa vomment, yaa.. Byee🙈
YOU ARE READING
Difference
Teen FictionHidupku dan hidupmu terletak dalam suatu sisi kehidupan dengan corak yang berbeda. Kita diciptakan, tumbuh, dan berkembang di jalan yang berbeda. Namun, karena perbedaan itu kita bertemu di sini. Di dunia yang juga memiliki milyaran perbedaan. Anta...
