"BISMAAAAAA!BISMAAAAA!MAINN YUKKKK" teriak gadis kecil dari luar rumah orang yang tadi ia panggil.
Lalu tak lama kemudian seorang wanita yang masih terbilang lumayan muda keluar dengan senyuman manisnya meski pakaiannya sudah compang camping serta mukanya yang kumel tapi itu tidak mengurai kadar kecantikan parasnya sedikit pun.
"Ambu!ambu!Bisma ada gak?"gadis kecil dengan rok yang mengembang itu berlari ke arah perempuan tadi dan memeluk kaki perempuan yang ia panggil 'ambu'.
"Bismanya sedang sakit putri,kamu pasti mau ngajak dia main ya?"Ambu yang gemas melihat raut wajah gadis itu berubah mencubit hidung gadis tersebut dengan perasaan gemas.
"Yah,Bisma sakit apa ambu?"tanyanya dengan raut wajah yang berbeda lagi kali ini dengan raut wajah serius.
"Sakit panas,kemaren dia antar kamu hujan-hujanan kan?" Tanya Ambu gadis itu mengangguk semangat.
"Yaaa sudah,Bisma jadi kena sakit."lanjut Ambu.
"Jadi ini gara-gara Mira ya ambu?Bisma sakit gara-gara antar Mira kan ambu?Mira salah ya ambu?"pertanyaan bersalah dikeluarkan oleh gadis kecil itu dengan mata berlinang-linang.
"Putri gak pernah salah,Bisma kan emang bandel. Ssstt udah jangan nangis ya,Bisma nanti sembuh kok."tenang Ambu.
"Mira mau liat Bisma,Ambuuu"rengeknya.
Ambu tersenyum dan mengangguk,tapi Mira malah mengerutkan keningnya membuat Ambu keheranan.
"Putri kenapa?"
"Kok bau sampah Ambu?"
Ambu lalu dengan sigap menggendong Mira lalu mengarahkan pandangan gadis itu kearah barat,dimana truk sampah baru saja datang dan menumpahkan sampah-sampah.
"Ambu betah tinggal di tempat bau kayak gini?"tanya Mira sambil menutup hidungnya karena tidak tahan akan baunya yang menyengat.
Selalu dan selalu setiap Mira main kerumah Bisma bau tak sedap memasuki rongga hidungnya,tapi Mira tidak pernah mengeluh yang penting ia masih bisa bermain bersama Bisma dimanapun meski harus tempat bau seperti ini.
"Betah dong,kan putri suka datang ke rumah Bisma."jelas Ambu.
"Abah manaaa?Mira lupa sama Abah. Hehe."Mira lalu celingak-celinguk tak tentu arah.
"Abah lagi mulung sayang,ayo masuk,katanya mau liat Bisma."
Gadis berusia 7 tahun itu dengan perlahan masuk kedalam rumah yang hanya bermodalan seng dan beberapa triplek bekas. Lampunya pun berwarna kuning di dalam rumah itu tidak ada kamar mandi,tidur pun mereka berbarengan.
Mira bisa melihat Bisma sedang meringkuk di atas kasur dekil dan berselimut sarung bolong. Keningnya di kompres menggunakan handuk tipis,bibir Bisma pucat.
Mira lalu medekati Bisma dan duduk menatap wajah Bisma. Bisma yang merasa ada yang datang pun membuka matanya perlahan.
Pertama yang Bisma lihat adalah,paras wanita yang sangat ia kenali,dengan rambut hitam legam yang lurus dan pakaian yang wangi serta bagus menambah kesan kecantikannya.
"Mira.."panggil Bisma.
"Hai,Bisma maafin Mira yaaa,Bisma sakit gara-gara Mira waktu kemaren."ujar Mira penuh penyesalan.
"Gak apa-apa."jawab Bisma sembari berusaha duduk.
"Jangan duduk,nanti kamu pusing."perintah Mira.
Ambu yang melihat mereka hanya mampu tersenyum,Ambu yakin Mira akan menjadi perempuan kuat nan pintar nantinya,Ambu yakin Mira akan disenangi banyak orang karena ia layaknya seorang putri dengan hati sebening air yang mengalir dari mata airnya. Bersih,jernih dan menenangkan.
"MIRA!KELUAR KAMU!"teriak seorang pria di luar rumah Bisma.
Ketiga orang yang berada di dalam membulatkan matanya. Mira lalu meraih tangan Bisma dan menautkan kelingking mereka.
"Bisma,Mira harus pergi,Mira janji Mira bakal dateng lagi kesini,Mira janji."katanya dengan nada takut.
Lalu dengan cepat ia keluar dari rumah,ternyata Ayahnya sudah menunggunya dengan perasaan marah.
"KAMU SUDAH AYAH PERINGATKAN JANGAN PERNAH MAIN DITEMPAT KUMUH SEPERTI INI!KAMU TIDAK PANTAS BERTEMAN DENGAN BISMA!"bentak ayah Mira membuat Mira menundukkan kepalanya.
"Ayo pulang!"ayahnya menarik tangan Mira kasar,Mira lalu menengok kearah belakang dan tersenyum kepada dua orang yang sedang menatapnya dengan pilu.
Keesokan harinya Mira tak kembali Bisma selalu menunggu hingga waktu terus berputar. Sampai ia mendapatkan surat yang berisi bahwa Mira pergi keluar kota. Bisma yang hanya berumur 7 tahun tak mengerti apa itu keluar kota,lalu ia tanyakan kepada Abahnya,dan Abahnya menjawab bahwa Mira pergi ketempat yang amat jauh dan takkan kembali. Bisma sedih pertemuan terakhirnya harus berakhir seperti itu.
Dan sampai saat ini Bisma tidak pernah bertemu lagi dengan Mira.
A/N
Selamat datangg diceritaaa baru akuuu.
Semogaaa kaliann suka maaf kalau kata-katanya masih berantakan.
Lagi belajar mohon dimaklumii.
Tunggu lanjutannya yaaa.
13-11-16.
Salammm maniss araaa💙
YOU ARE READING
Journey of life
Teen FictionSemua manusia di alam ini punya perjalanan hidup masing-masing begitu juga dengan Mira dan Bisma. Copyright©aratriana-2016
