Prolog

443 14 0
                                        


Setiap orang punya cita-cita. Keyza cewek yang suka tidur di kelas pun punya cita-cita. Ia ingin menjadi Psikolog.

Terkadang memang benar kata pepatah, semut di seberang lautan kelihatan, gajah di pelupuk mata tak kelihatan. Begitulah Keyza yang semula cuek, semenjak melihat kelakuan temannya, sekarang ia sibuk mempedulikan masalah temannya, tapi masalahnya sendiri ia tidak tahu.

Gilang yang anti sekali sama cewek. Tabing yang sebagai remaja sibuknya seperti bapak-bapak yang punya anak selusin. Sandra yang setiap hari selalu memperhatikan penampilannya. Hesty yang memiliki senyum yang menyedihkan. Dan Fika yang kerjaannya cuma belajar.

Keyza tahu alasan di balik semua itu. Menurutnya, ia bisa menggantikan Bu Ratna, kalau seandainya guru Bimbingan Konselingnya itu sakit. Tapi ada seorang cowok yang ia tidak mengerti. Tora. Cowok jahil yang selalu mengganggu orang untuk menghilangkan kebosanannya.

"Kalau kamu memang tahu tentang apa yang dirasakan orang lain. Apakah kamu tahu bagaimana perasaanku padamu? Tidak bisakah kamu menganggap usilanku sebagai bentuk penjagaanku? Sebagai cara, agar aku selalu bisa berkomunikasi denganmu." Tora menatap Keyza dengan tatapan yang berbeda dari biasanya. Mendengar pernyataan Tora, seketika Keyza tidak bisa berkata-kata. Ia mencoba mengontrol detak jantungnya dengan berbisik dalam hatinya kalau Tora lagi menjahilinya. Bukannya itu adalah hobi Tora? Kali ini Keyza benar-benar merasa, kalau candaan Tora terlalu berlebihan.

NutterOnde histórias criam vida. Descubra agora