ARVI'S POV:
Hari ini adalah hari membahagiakan bagi kami berlima. Karena hari ini kami masuk sekolah untuk kelas 11 di semester 1. Aku adalah Arvi, gadis berusia 15 tahun dengan tinggi 165 cm dan pecinta komik. Aku sangat suka menguncir rambutku dimanapun aku berada apalagi ke sekolah akan kupilih ikat rambut paling mahal dan limited Edition. Aku bahagia pas kelas 10 kemarin aku mendapat juara 1. Finally mamaku membelikanku mobil Mercedes Benz. Rencana pagi ini aku akan menjemput ke empat sahabatku yaitu: Dela, Sinta, Fiko dan Deri. Mereka adalah jiwaku karena tanpa mereka aku bukan apa-apa. Dari lingkaran persahabatan ini mungkin hanya aku paling sederhana penampilannya, paling suka belajar alias kutu buku dan pendengar yang setia. Walaupun begitu aku bangga berada di Fantastic Five karena aku cukup terkenal karena berteman dengan Dela si gadis centil nan populer, Fiko si olahragawan tampan, Deri si penebar pesona dan si Sinta si gadis berbakat dan berkuasa di SMA. Pagi ini dengan penampilan seragam sekolah SMA Garuda Plus, diriku siap menjemput temanku dengan mobil baruku. Sebelum menjemput aku mengambil Iphone untuk menelepon Dela.
Di telepon...
"Halo, Del...dah siap? Aku mau jemput ne?"
"Okay, aku dan Deri dah siap neh walaupun setengah mati aku rayu mama biar nggak diantar supir pribadi."
"Okay...aku mau OTw. Neh.."
"Sip..nggak sabar aku liat mobil barumu."
Dengan langkah penuh keyakinan aku mengambil kunci mobil lalu menuju garasi untuk mengeluarkan mobilku ke halaman depan rumah. Inilah hari pertama sekolah dikelas 11 yang paling keren "aku dan mobil silver mercedes benz ku". Aku sangat senang walaupun aku belum 17 tahun memakai mobil orangtuaku tidak melarangku karena aku sangat mahir mengendarai mobil waktu latihan mengemudi dengan pak Roy si supir pribadi kami.
"Ma, Pa aku berangkat ke sekolah dulu ya!"
"Hati-hati nak, belajar yang rajin."
"Oke...pasti itu"
Setelah pamit akupun mengendarai mobil menuju rumah Dela dan Deri yang masih satu komplek dengan rumahku Villa Kastilo Permai.
10 menit kemudian di depan rumah Dela dan Deri...
"Wow...Cool! I like it.Keren mobilmu sist!!" puji si Dela dengan gaya centilny sambil memasuki mobilku duduk di bagian tengah bersama Deri.
"Thank you, semoga kalian nyaman ya tiap hari aku jemput kalian."
"Keren banget mobilmu, Arvi."Puji Deri dengan senyum manisnya.
"makasi Der.Aku senang kalau kamu suka."
"Aku minta belikan papa mobil juga dech, biar yang nyetirnya bukan kamu tapi aku. Masa cewek yang nyetir." kata Deri kepadaku dengan penuh semangat.
"Nggak masalah kok aq jadi supir buat Fantastic Five...aku rela demi kalian."kataku dengan tulus.
"Iih..Arvi lebay..deh.. Yuk cabut!! Kita mau jemput our Queen..Sinta." Perintah Dela kepadaku.
Akupun langsung menyalakan mobilku lalu langsung melaju menjemput Sinta. Malam tadi Sinta sms minta dijemput didepan komplek rumahnya. 10 menit berlalu kamipun sampai didepan komplek rumah Sinta. Ia begitu keliatan gembira dan mempesona dengan rambut hitam bergelombangnya. Sinta memamg Ratu F5 alias Fantastic Five karena ia sangat terkenal.Selain ketua kelas, Sinta juga ketua Osis yang tahun ini sukses menyelenggarakan acara sekolah yang begitu sempurna dan berkesan.Aku sangat bangga berteman dengannya.
"Wow...keren. Aku sepertinya bakal tinggal di mobil ini ajalah."puji Sinta saat memasuki mobilku, ia duduk disampingku.
"makasi...Queen." balasku dengan bangga.
"Eh, gimana liburan kalian?" tanya Sinta kepada kami.
"Aku kemarin ke Paris, belanja doank." kata Dela dengan gaya angkuhya.
"kalau kamu Arvi?" tanya Sinta lagi.
" Ke Bogor aja..ma orangtuaku."
"kalau kamu sin?" tanya Dela kepada Sinta.
" Aku ke Bali,seru banget. Eh, by the way..kan kamu ke Paris...ada Chanel nggak buat aku?"
"Tenang ada dunk...ini gelang Chanel yang bertuliskan "Sinta F5"." Kata dela sambil mengeluarkan gelang unik nan indah dari tasnya.
"Wow...ini indah banget." Puji Sinta saat melihat Dela memberinya gelang Mahal.
"yup..cocok banget ke tanganmu Sinta." kataku dengan penuh kekaguman tapi sebenarnya aku pengen juga.
"Tapi bukan hanya kamu loh pake gelang kayak gini.Karena aku juga punya. nih..."Dela F5"." Kata Dela sambil menunjukkan tangannya dengab gelang Chanel kepada kami semua. huh..sebel mana buat aku..buat Arvi mana.
"Masa cuma aku dan kamu pake gelang yang sama? Yang lain mana,nggak adil itu?!" tanya Sinta dengan nada kasar ke Dela.
"Aku nggak bakal melupakan Arvi, Deri dan Fiko kok...ini Arvi buat kamu dan ini juga buat Deri." kata Dela dengan senyum nakal sambil mengeluarkan gelang chanel.
Walaupun kami dapat gelang semua, tapi aku merasa janggal. Gelang Sinta dan Dela lebih besar dan unik sedangkan punyaku, Deri dn Fiko desainnya sama dan sederhana. Ya, sudahlah aku seorang Arvi, ialah orang yang selalu bersyukur.
"Eh, ayo cepat...Arvi! Kita musti Jemput Fiko." Perintah Sinta.
"oh..iya..Sip!."
Akupun lansung tancap gas menuju rumah Fiko. Tampak Fiko dengan wajah gelisah menunggu kami menjemputnya.
"Huh!! Lama banget si!" Teriak Fiko kasar kepadaku.
"Maaf...Fik..kami tadi lama karena ada acara pembagian gelang." kataku dengan wajah bersalah.
"Gelang alay pastinya!" kata Fiko dengan kesal.
"Eh, ini bukan gelang alay tapi gelang mahal dan branded!" Dela menyahut dengan wajah galak karena tidak terima dengan hinaan gelang alay.
"Okee..cukup aku mau ke sekolah sekarang...ntar aku terlambat pelajaran pertama adalah olahraga kesukaanku." Kata Fiko dengan gesit menaiki mobilku.
"Oke..go to school guys!" seruku dengan penuh semangat.
Selama perjalanan jujur aku kesal dengan sikap kasar Fiko. Aku sudah lama mengenalnya sejak SMP. Fiko memang orang yang kasar, keras kepala dan cepat emosian. Walaupun begitu ia orang yang penyayang dan suka membantu. Sesampai di sekolah, semua mata tertuju kepada kami. Perlahan, Dela keluar dari mobil dengan mengibaskan rambut hitam lurusnya yang mengkilap. Kemudian disusul Fiko keluar dari mobilku dengan gaya angkuhnya sambil merangkul bola basket. Lalu Sinta dengan aura elegannya keluar dari mobilku dengan langkah pasti. Yang terakhir si Deri keluar dari mobilku. Deri dengan gayanya yang cool dan senyum manisnya ia berjalan beberapa langkah lalu berbalik ke arahku yang baru saja mematikan mobil.
"makasi ya...dah jemput kami."
" yupz...sama-sama." kataku dengan nada lembut sebenarnya aku terharu dari 4 sahabatku yang ku jemput dan antar ke sekolah cuma Deri yang berterima kasih.
"Kalau aku udah dibelikan mobil aku bakal nyetir dan antar kalian juga."
"Aku doain deh." kataku sambil melangkah keluar dari mobil.
" Aku bakal buat itu bukan hanya doa."kata Deri. Tak lama. Kemudian Deri diam sejenak lalu berkata...
"Gimana kalo ntar malam jam 7 dirimu jemput aku...mau nggak antar aku ke suatu tempat?"
Aku terdiam sejenak dan mengingat apakah malam ini aku ada acara. Menurutku sepertinya tidak ada.
"Boleh...bisa kok."
"Oke..jam 7 jemput aku. Dan tolong jangan bilang ke saudara kembarku."
"sip!" Kataku.
Aneh kenapa musti pakai rahasia segala. Tak lama kemudian...
"ARVI! DERI!" panggil Sinta, Dela dan Fiko...yang sedang menunggu kami di lorong sekolah. Aku dan Deri oun dengan langkah cepat menyusul mereka. Sesampai dilorong kami berlima memasuki aula sekolah dengan penuh semangat. Sinar ketenaran kami terbinar- binar karena semua mata memperhatikan kami dari ujung kaki hingga ujung rambut.Inilah kami Fantastic Five alias F5 ialah siswa paling terkenal di sekolah.
YOU ARE READING
FAMOUS CIRCLE [COMPLETE]
Teen FictionArvi, Fiko, Sinta, Deri dan Dela adalah lima sahabat yang terkenal di sekolah mereka sendiri. Mereka menamai geng persahabatan mereka ialah Fantastic Five atau F5. Suatu hari ada anak murid pindahan bernama Joya yang terobsesi ingin masuk ke geng F5...
![FAMOUS CIRCLE [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/88952113-64-k316353.jpg)