prolog

61 9 2
                                        

Aku hanyalah seorang wanita bodoh. Mengapa kamu melibatkanku dalam percintaan ini?? Aku sama sekali tidak mengerti, aku tidak pernah percaya dengan yang namanya cinta. Cinta selalu menyakiti sesorang yang tidak bersalah. Namun kamu hadir dan meracuniku. Aku ketergantungan olehmu. Aku mulai mencintaimu.


Jum'at, 13 mei 2011

"Mengapa engkau berselingkuh. Aku adalah istrimu. Apakah aku tidak cukup bagimu? Apakah kamu tidak lagi mencintaiku?" mata ibu calista mulai berkaca-kaca. Berdiri di depan ayah calista.

"Aku tidak berselingkuh. Siapa yang memberitahumu? Aku mencintaimu sayang." Ayah calista memastikan kebenaran yang menurutnya benar. Ia menenangkan ibu calista.

"Mengapa ada noda lipstick di kemeja putih yang kamu kenakan? Aroma parfume yang kamu gunakan berbeda. Itu pasti milik wanita." Argumen ibu calista yang tetap mengekang pendapat ayah calista.

"Aaaku ah akuu." Ayah calista tergagap dan mulai frustasi

"Apalagi alasanmu. Aku melihat foto kalian bermesraan di kamar hotel." Ibu calista tak dapat menahan air matanya ia mulai menangis terisak – isak.

Bell berbunyi seorang gadis cantik muncul dari balik pintu. "Ayah?? Ibu??" calista tiba di rumah.

"Aku tidak selingkuh itu hanya.." tak selesai kata yang diucapakan oleh ayah calista

"Hanya apa?? Kamu setega itu! di saat calista tumbuh menjadi remaja yang baik kamu malah memperlihatakan sikap yang bodoh. pergilah aku tak sanggup lagi melihatmu." Ibu calista pergi  dan berlari meninggalkan ayah calista.

"Terserah itu maumu. Yang pasti aku tidak pernah berselingkuh." Ayah calista juga meninggalkan tempat itu . Namun ia melihat putrinya yang menangis menatapnya.

"calista. Putriku jangan menangis. Ayah tidak berselingkuh." Ayah calista memeluk putrinya dan menenangkannya.

"Ayah aku tau ayah tidak akan melakukan itu. pliss ayah jangan pergi." Deru air mata calista tak tertahankan.

"Iya. Tetapi ibu kamu tak mempercayai ayah. Ayah harus pergi. Jaga diri kamu baik-baik jika terjadi apa-apa pada dirimu dan ibumu kamu bisa menghubungi ayah. Doa ayah selalu untukmu nak." Ayah calista melepaskan pelukannya. Dan menghapus air mata calista.


calista mengejar ayahnya hingga ke tengah jalan ketika itu juga sebuah mobil menabrak calista dan membuatnya tak sadarkan diri. darah mengalir deras dari kepala calista sesosok lelaki tinggi menolongnya dan membawanya ke rumah sakit.

Melody DayWhere stories live. Discover now