Chapter 1 "Apa ini semua kesalahanku?"

1.2K 115 87
                                        

Hati? Untuk apa hati digunakan? Untuk apa Tuhan memberikan manusia sebuah Hati?
Untuk apa kita dapat merasakan kasih sayang, cinta, marah, sedih dan pada akhirnya pun kita yang akan kehilangan itu semua dan menanggung beban yang berat. Pada saat itu pun kita berpikir, "Tuhan kenapa engkau membuatku sedih?"
Lantas apakah Tuhan akan menjawab nya? Tidak, Kita lah yang menyebabkan adanya kesedihan itu!

"Aww, Kenapa kamu tega melakukan ini? Hah? Apa? Aku telah terbunuh??" Shiki bermimpi

*********

Awal cerita di sebuah rumah

Sesosok manusia yang terbangun dari tidur karena mimpi yang tak bisa ia ingat itu adalah Shiki. Shiki yang benar-benar merasakan keanehan terhadap mimpi nya itu pun terus memukul-mukul kan kepala nya. "Ayo dong ingat!" Ucap nya yang sedang melihat Lingkaran yang terus memutarkan waktu di hadapan nya.

"Etto Udah jam segini?" Seru nya yang mulai kesal.

Badan bergerak yang tak beraturan itu memulai langkah-langkah tak jenuh yang dimulai dengan mengambil sebuah Handuk yang sedang tergelantung di atas pintu Kamar nya. Shiki sungguh melakukan hal yang tak pernah ia lakukan kali ini. Ia bermimpi tentang suatu yang aneh, dan ditambah Ia telat bangun pagi untuk sekolah karena mimpi nya tersebut. Sungguh ampas bagi nya hari ini.

Bergegas dengan cepat, ia asal membuka pakaian atas, bawah, dan bawahan dalam nya. Mungkin ini hal konyol yang ia lakukan selama hidup nya, karena ia membuka nya disaat pintu kamar nya sedang terbuka lebar di iringi alunan angin kipas disamping nya.

Menuruni 12 anak tangga yang sudah tua. Pada anak tangga ke 5, Tubuh dan Otak nya sudah tak mau mengikuti naluri hati nya. Ia lompat dari situ hingga tiba di lantai yang terdapat kamar mandi nya tanpa mengenakan handuk.

Dia tersenyum dengan sebelah pipi nya saja, "Haha" tawa kesakitan dari nya. Mengencangkan kedua kaki nya, mengambil aba-aba di kedua tangan nya, ia berlari memasuki Ruangan dengan aba-aba lari maraton.

"Jebar"
"Jebur"

Tak sampai 2 menit ia membasahi, menyabuni, menyampokan, menyikati seluruh anggota tubuh nya. Sungguh luar biasa, tak pernah terpikirkan oleh nya bisa seperti ini. Waktu yang ia lakukan biasa nya untuk mandi adalah 30 menit.

Setelah selesai menyiapkan semua nya, Shiki berkeliaran di Ruang Makan. Memegang dagu nya, ia memikir dan menebak apa yang terdapat di keranjang yang menutupi sebuah makanan. Coklat muda seperti kulit manusia, terpotong dengan Rapih, di olesi dengan oli warna merah. Dan ternyata itu sebuah "??". "Haha" tawa nya yang membuktikan dugaan nya sangat benar. Karena dugaan ia sangat benar. dalam kebudayaan di dalam kehidupan keluarganya, ia tak boleh memakan apa yang ia telah duga-duga. "Ok sip" seru nya dengan tangan yang menandakan oke.

"Mah.. Pah.. Shiki berangkat ya"
Ucap anak tersebut.

".........." Hening tak ada jawaban.

**

SMA HARAPAN

Lantai 2 yang berseberangan Ruang Siaran Radio itu pun hening tak bernyawa. Mungkin ini hal yang biasa ia lihat sebelum nya. Tapi menurut Shiki yang telat dari bangun tidur nya beranggapan bahwa siswa/siswi yang terdapat di ruang kelas nya sungguh bodoh. Masa iya Shiki yang udah telat tapi ruangan nya masih sepi tidak ada orang.

"Etto.. Sudahlah" Ucap nya dengan pundak dan tangan terangkat.

Sekarang, ia duduk di depan kursi yang disamping nya terdapat kursi tak terisi. Sudah hampir 1 semester ia melupakan sesuatu yang begitu penting bagi nya. "Ah sudahlah" Pasrah diri nya.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Feb 22 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Who Am I? Hope Or Despair?Stories to obsess over. Discover now