perjanjian cinta part 39

5.1K 213 11
                                    


** 
Ruangan tengah berbentuk persegi panjang ini bagaikan sudah disulap menjadi indah. Dipenuhi hiasan beraneka warna. Balon-balon yang sudah ditiup dan dipasang rapi disetiap sudut ruangan. Serta hiasan pita beraneka warna yang mengait dari sudut satu kesudut lain. 
Terpampang pula sebuah tulisan yang begitu besar bertuliskan: 
~HAPPY BIRTHDAY~ 
"ELFARIS PUTRA JULIO STEFFANUS" 

Cucu pertama dan satu-satunya dari keluarga Steffanus beserta julio ini menjadi kemeriahan disaat usianya tepat menginjak satu tahun pada hari ini. 

Bocah tampan itu rupanya sudah berada ditengah-tengah antara ayah dan bundanya. Kedua oma serta kedua opanya juga. Acara yang sangat meriah namun hanya dihadiri oleh keluarga kedua belah pihak saja. Tidak ada orang lain kecuali kerabat dekat dan saudara yang memang mengetahui tentang keberadaan El sang cucu kesayangan. 

"Ihhh anaknya ayah lucu banget. Gemessin kamu sayang. Muah-muah-mmuuuacch!!" kevin mencium gemas wajah malaikat kecilnya yang tengah ia gendong. 

El sama sekali tidak memberontak. Ia malah bertepuk tangan senang melihat pemandangan disekitar ruangan yang dipenuhi balon serta hiasan pita berwarna-warni. 

"sini sama bunda sayang.. Sebentar lagi acaranya mau dimulai.." tiba-tiba mila mengambil alih El pada gendongan kevin. Kevin pun hanya diam dan membiarkan El digendong sang bunda. 

"Sini-sini. Biar tiup lilinnya nanti sama oma aja. Gak usah sama ayah atau bunda juga gak papa. Kan oma lebih baik dari pada mereka.." ujar Casma dengan sindiran khasnya seraya merebut El dari gendongan mila. 

"K..ko sama mamah si mah? 
Ya mending sama bundanya lah, sama ayahnya juga. Masa sama omanya? Gak ada di kamusnya tuh." protes kevin tidak terima. 

"Ya di ada-adain aja. Lagian mamah rasa El lebih mau sama omanya iya kan sayang? Hem?" kekeh Casma memandang wajah El. 

"Buuuunn... Hiks buuunn.." namun tiba-tiba saja El justru malah terisak. Ia meronta minta diturunkan dari gendongan sang oma dan menunjuk mila bundanya. 

Kevin terkekeh. Ekspresi wajah Casma sangat lucu saat El menangis dan memberontak minta diturunkan. 

"Haha udah dikasih tau ngeyel sih.. Jadinya gini deh. Udah tau El tuh baru ketemu ayah bundanya lagi. Jadi pasti milih sama bundanya lah mah.. Masa sama omanya.." ujar kevin tertawa renyah. Mila sampai ikut terkekeh mendegar kevin berbicara seperti itu. 

"Iya-iya. Yaudah El sama bunda. 
Tapi jangan nangis lagi yaah.. Muach." Casma memberikan El pada mila agar digendongnya. 

El sendiri langsung memeluk erat tubuh mila. Wajahnya ia tenggelamkan didada bundanya itu. 
Ia benar-benar merindukan pelukan hangat dari sang bunda yang jarang sekali bisa dirasakannya. 

"Mmuach. Anaknya bundaa.. 
Pinter banget cih kamu sayang? 
Kangen sama bunda yah? Bundanya semalam baru sampai aja sampe gak mau jauh.. Uhh anaknya bunda manja ternyata, muach-muuach.." mila mengecup pipi El beberapa kali. Puncak kepala jagoan kecilnya itu ia usap lembut penuh kasih sayang. 

"Lucu yah? Jadi nyesel suka tinggalin dia di Bandung terus. Jarang bisa ditemui. Sekalinya ketemu ya gini, pasti nempel terus. Kalo biasanya sih sama aku gak mau lepas. Tapi sekarang mungkin lagi mau sama kamu mil. Makanya gak mau lepas dari gendongan kamu." kevin ikut mengelus puncak kepala El dan mengecupinya. 

"Kayaknya bakalan gak mau turun deh.. Tangannya sampe peluk aku erat banget. Aku jadi gak tega lihat dia kayak gini vin.." 

"Namanya juga ikatan batin ibu sama anaknya mil. Apalagi kan El minum Asi kamu cukup lama. Jadi ikatannya semakin bertambah kuat.." 

"He'em.. Mungkin. Yaudah kita kesana yuk? Papah udah manggil tuh. Acaranya mau dimulai." 

"Iya sayang. Yuk?" kevin merangkul pundak mila menghampiri Harison, Stev, Femmy juga Casma disana. 
Keduanya berjalan beriringan seraya sesekali mengelusi puncak kepala El yang tidak mau lepas dari gendongan bundanya. 

** 
"Heemm.. Kayaknya El kecapean banget. Tidurnya sampai lelap gitu vin.." 

"Iya mil, sampe gak bergerak dari tadi. Pules banget dia.." 

"Pasti gara-gara acara tadi siang. Hufhh.. Gak nyangka usia El udah satu tahun.. Ternyata waktu itu cepat banget berlalunya"

"Iya. Aku juga gak nyangka. 
Tapi yang lebih bikin aku gak nyangka, ternyata El udah bisa jalan. Padahal usianya baru satu tahun loh sayang.." kevin menatap wajah mila yang asik mengelusi kening jagoan kecilnya. 

"Iya. Aku juga gak nyangka. Tapi mamah bilang, aku waktu bisa jalan juga usia satu tahun. Jadi gak terlalu aneh sih.." 

"He'em.. Tapi tadi tingkah anak kita tuh lucu banget mil, bikin ketawa." kevin menarik kepala mila agar bersender pada dada bidangnya. 

"Yang paling lucu waktu dia tiup lilin. Menurut aku itu lucu banget, api diatas lilinya gak dia tiup, tapi malah dia kibas-kibasin pake tangan. Sekalinya padam, dia langsung tepuk tangan. Ahaha itu beneran lucu tau. Anak kamu tuh tingkahnya ada-ada aja yah? Percis kaya ayahnya.." mila terkekeh mengingat kejadian lucu siang tadi. 

"Tapi yang lebih lucu pas adegan potong kue sayang. Kuenya yang udah dipotong sedikit gak dia ambil. Tapi dia malah cemutin pake tangannya. Nah pas sama mamah suruh kasih potongan pertama buat siapa. Dia kaya yang bingung. Awalnya aku udah yakin pasti bakalan dikasih kekamu, tapi enggak. Dia ngarahin kemulut aku, lalu ke oma opanya. Ke kamu lagi, ke aku dan disaat kita mau makan kue yang disodorin sama dia kedepan mulut kita. Dia malah masukkin potongan kuenya kemulut dia sendiri. Alhasil kening kita berbenturan deh. Bibir juga. Ahaha pokoknya itu beneran lucccuu.. Saaaangat lucu.." kevin tertawa terpingkal mengingat adegan yang membuatnya tersenyum sendiri akan sikap jagoan kecilnya. 

Mila tersenyum. Rasanya kebahagiaan ia saat ini terasa lengkap. Semuanya kini tidak dipenuhi dengan emosi lagi. Melainkan menjadi penuh canda dan tawa. 

"Mil.." 

"Hmm.." 

"Sayang.." 

"Iss.. Iya. Apa sih?" mila membalikkan tubuhnya menatap kevin. 

"I Love You.." ujar kevin setengah berbisik. 

Mila tidak menjawab. Ia malah membalikkan kepalanya lagi menghadap kedepan. 

"Ciyeee sombong yah gak mau jawab.." kevin langsung memeluk tubuh mila dari belakang dan menggelitiki perut mila. 

"Ahaha hahaha haha.. Ampun vin ampuun.. ahaha." 

"Tiada ampun bagimu.. Rasakan ini.." 

"Aaaaa!! Kevin udah vin.. Ahaha udaaaahh kevinn geli isshh ahaha!!" 

"Haha biarin, biar tau rasa.." 

"Haha udah issh.. Geli sumpah.. Haha kevinnn!!" 

Jangan lupa vote

Perjanjian Cinta Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang