PROLOG

843 18 0
                                        


Disebuah lorong rumah sakit, seorang gadis tengah menangis, gadis itu duduk dengan posisi memeluk kakinya sendiri. Setelah sekian lama gadis itu menangis gadis itu menyadari, bahwa dia tidak seharusnya menyerah dan menangisi ibunya yang tengah koma karna kecelakaan mobil. Dengan cepat gadis itu bangkit dan mulai berlari untuk meminta kepada pihak rumah sakit agar memberinya kepanjangan waktu untuk membayar tagihan, gadis itu berlari tanpa memperhatikan jalan, saat gadis itu ingin berbelok gadis itu menabrak sesuatu yang besar hingga gadis itu jatuh tersungkur, gadis itu menaikkan kepalanya untuk melihat apa yang ditabraknya.

Betapa terkejutnya gadis itu ketika melihat siapa yang dia tabrak, seorang laki-laki tampan bermata biru yang pernah menjadi kekasihnya. Laki-laki itu mengulurkan tangannya dan gadis itupun mengambilnya, saat gadis itu sudah berhasil bangkit laki-laki itu tetap tak melepaskan genggaman tangannya.

"Maaf," pinta gadis itu tulus, dengan cepat gadis itu langsung menarik kembali tangannya.

****

Laki-laki itu hanya tersemyum licik, menatap penampilan gadis itu dari atas sampai bawah selama empat tahun laki-laki itu mencari gadis ini dan setelah menemukan gadis ini dua tahun yang lalu laki-laki ini belum pernah sekalipun melihat gadis yang dulunya pernah menjadi kekasihnya ini secara dekat. Kini recana laki-laki itu berjalan dengan lancar hanya tinggal waktu saja gadis itu kembali kepadanya.

"Aku tahu apa yang terjadi pada ibumu, jika kau mau aku bisa membantumu." Laki-laki itu berusaha berbicara dengan tenang dan berusaha tak tersenyum saat melihat ekpresi gadis itu. Gadis itu pasti terkejut, setelah enam tahun gadis itu pergi menghilang meninggalkan laki-laki itu atas apa yang gadis itu lakukan padanya. Wajah cantiknya sama sekali tak berubah, malah gadis itu terlihat semakin cantik, ada beberapa kerutan di kening gadis itu.

Selama laki-laki itu memata-matai gadis itu satu hal yang dia tahu bahwa gadis itu telah menjalani hidup yang keras.

Laki-laki itu melangkahkan kakinya dan berhenti tepat didepan gadis itu, laki-laki itu memegang dagu gadis itu dan menaikkannya. Wajah laki-laki itu hanya tinggal beberapa senti dari wajah gadis itu, gadis itu memejamkan matanya, dan laki-laki itu hanya tersenyum melihat kelakuan gadis itu.

Laki-laki itu semakin mendekatkan wajahnya dan memiringkannya hingga bibir laki-laki itu berada tepat didepan telinga gadis itu dan berbisik kepada gadis itu.

"Datanglah ke wilde's hotel pada pukul satu siang, memakai pakaian rapi dan tidurlah denganku. Setelah itu ibumu akan selamat,"

Gadis itu dengan keras mendorong laki-laki itu, wajah gadis itu terlihat terkejut dan marah akan kata-kata barusan yang dikatakan laki-laki itu.

"Kau benar-benar menjadi seseorang yang berengsek dan menjijikkan, Ansel!" Dengus gadis itu, setelah mengatakan itu gadis itu berbalik dan berjalan pergi meninggalkan laki-laki itu yang mematung melihat gadis itu pergi.

Laki-laki itu tersenyum licik, laki-laki itu tahu gadis itu akan datang padanya besok karna laki-laki itu mendonorkan banyak uang ke rumah sakit ini dan membuat harga operasi dan perawatan ibu gadis itu menjadi sangat mahal dan memastikan agar semua rumah sakit di Queens tidak akan menerima ibu gadis itu dan pada akhirnya gadis itu akan berjalan dengan sendirinya untuk kembali kepada laki-laki itu.

Kata-kata gadis itu masih terngiang-ngiang di kepala laki-laki itu.

"Seseorang yang berengsek dan menjijikkan," laki-laki itu tertawa sinis.

"Kau yang membuatku menjadi seperti ini, Scar." Dalam sekejap wajah laki-laki itu langsung menjadi dingin.

****

The Dark SideStories to obsess over. Discover now