Bab 1: Hidung Zebra
****
Ujian hari ketiga sudah dilewati Aldia dengan begitu lancar tanpa ada hambatan sedikitpun. Dengan mempunyai otak yang encer maka dari itu Aldia sudah duduk manis di taman sekolah, bersama kedua sahabatnya.
"Untung tadi gua gak bikin sepik. Lo tau? Bu Treis yang ngawas, anjir," lapor Dara dengan raut wajah cemas.
Dara. Cewek ini kayak cewek biasanya, bahkan saking biasanya, Dara sering disebut sebagai kacung di kelompoknya Aldia ini. Padahal Dara ini terlahir dengan keluarga kaya raya, cuma penampilannya yang teramat biasa dan sederhana.
Maka dari itu tak sedikit cowok yang menyukai perilaku Dara.
"Bu Treis? Lebih parah dari neraka. Gue heran deh, dia punya indra keenam kali ya," sahut Kendy.
Kendy. Gadis ini 11/12 sama Dara, sifat mereka berdua cenderung boyish. Tapi, Kendy masih lebih tomboy dari Dara. Soalnya, Dara semenjak pacaran sama Dewa sifat tomboynya sudah terkikis perlahan.
Tapi Kendy, tomboynya masih kental maknyos banget. Pake gelang hitam, dan anting-anting juga hitam. Pokoknya serba hitam! Untungnya saja, Kendy tidak seperti anak-anak punk di jalanan. Style Kendy masih bisa dibilang elegant. Jangan tanya sifatnya gimana, tentu gadis ini jago bela diri.
"Gils. Selama gue idup, amit-amit kena Bu Treis yang ngawas. Apalagi pas mapel MTK tuh, nah, nilai lo di ambang batas," balas Aldia tak kalah ngeri.
Bu Treis adalah guru yang berkepala 6, entah punya indra ke-6 atau tidak. Yang pasti Bu Treis bisa tahu isi pikiran kita, yang niatnya jahat apa baik pasti Bu Treis tahu. Makanya, Bu Treis jadi guru BK. Dulu pernah ada salah satu siswi SMA Pelangi kehilangan uang, maka Bu Treis lah yang mengambil alih itu.
Hanya mengecek mimik wajah, Bu Treis langsung mendapati pelakunya. Dan langsung ia buat malu. Nah, bukan cuma punya indra ke-6, Bu Treis juga galak minta ampun. Dia tidak takut untuk melakukan tindakan fisik, semasih dia rasa dia benar.
"Kak Aldia!"
Orang yang di panggil langsung menoleh, diikuti kedua sahabatnya.
Gadis yang memanggil Aldia tadi mendekat, dan yang Aldia yakini dia adalah adik kelas.
"Dipanggil Kak Angga, di lab katanya."
Aldia menaikkan alisnya, lalu mengangguk. "Okay, makasih ya."
Gadis itu tersenyum kemudian pergi. Aldia kini melirik Kendy dan Dara bergantian.
"Sana lu pergi. Dipanggil gebetan noh," ucap Dara dengan wajahnya yang geli-geli masam.
Aldia berdecak, "Angga banyak mau. Jadi males," ucapnya bosan dengan raut wajah datarnya.
Alih-alih tinggal dan tidak pergi. Aldia malah berdiri, "gue pergi dulu ya. Bye!"
Dara dan Kendy berdecak heran lalu mengangguk. Aldiapun berlalu dan menuju ke lab yang bertempat cukup jauh dari tempatnya sekarang.
Entah kenapa Aldia sudah bosan dengan Angga, mereka bahkan belum jadian saja sudah membuat Aldia sedikit jengkel. Pasalnya, dulu Angga sempat menembak Aldia dua kali, dan dua kali itu juga Angga menerima penolakan.
YOU ARE READING
Lov(ed)
Teen FictionDimana ada Aldia, pasti ada Aldio. Kalau ada yang hilang, pasti ulah Aldio juga. Yang paling usil, Aldio lagi. Paling nakal? Aldio lah juaranya. Sementara Aldia. Gadis yang populer diseantero SMA Pelangi hampir setiap hari ditembak oleh satu orang c...
