1# : Pengagum Rahasia

14.2K 533 125
                                    

Bab 1

-Dalam diam mengagumimu-

Menginginkan seseorang, yang tidak mungkin untuk dimiliki. Cinta terlalu buta untuk melihat sebuah ketidak mungkinan.

*

Ada yang masih kulakukan secara sembunyi-sembunyi. Ada yang sedang mengharapkan sesuatu yang ketiadaannya masih sanggup dimengerti.

Ada sewujud doa yang kuungkap setiap mengawali pagi, untuk ia yang belum juga tahu tentang apa yang kulakukan setiap hari, di sini.

Ada yang kesulitan mengatur debar napas, seusai segaris bibirmu mengembang bebas. Sebutlah aku pengaggummu.

Entah sampai kapan aku hanya sebagai sosok transparan yang memelukmu dengan doa dan harapan. Entah sampai kapan rasa ini tak terutarakan.

Entah sampai kapan aku harus
menyimpan perasaan yang tak beralaskan alasan. Rasanya dengan ketidak tahuanmu tentang pengetahuanku tentangmu lebih baik untuk sementara waktu.

Bukannya aku tidak sedang mengharapkan akan sebuah temu perasaan, namun hanya berusaha memaklumi segala keterbatasan keterbatasan yang ada.

Bukan aku tidak ingin turut dirindukan, namun hanya menghindari hati ini dari kemungkinan dikecewakan.

Karena hanya dengan melihatmu, sepertinya sudah cukup untuk membantu menenangkan tumpukan rindu yang sudah sejak lama menunggu.

Mungkin seluruh penjuru pikirmu meragu tentang seberapa besar perasaanku, tapi sungguh ini bukan sebatas rasa penasaranku.

Mungkin menurutmu aku pengecut, tapi waktu yang tepat hanya belum menjemput.

*

Dari sisi yang sama sekali tidak terlihat, aku senang memandangimu sebagai suatu ciptaan yang sejak awal sudah indah terpahat.

Biarkan aku mengagumimu sekuat yang aku mampu, biarkan aku mengagumimu selama yang aku mungkin.

Tak perlu pedulikan sebesar apa rasa yang semestinya kau balas. Tak perlu, acuhkan saja. karna bagiku, memandangimu saja mampu membuatku puas.

Nampaknya aku terlalu malu menunjukkan perbuatanku akan perasaan ini. Mungkin aku takut ketika suatu waktu kamu tahu, lalu seluruh perasaanku terhenti karena kamu berlalu. Menunggu hanya satu-satunya aksi statis yang menurutku begitu manis.

Aku mungkin hanya terlalu siap untuk menerima bahwa kita bukanlah untuk menjadi nyata. Maka aku akan sembunyikan rasa yang ada selama yang aku bisa.

Meski memang selalu ada keinginan semoga kita diciptakan untuk saling menemukan, namun aku sadar tak perlu berharap pada sebuah ketidakmungkinan.

Untuk rindu-rindu yang akhirnya berlarian menujumu saat tatap mata kita bertemu, aku menyelipkan sekecil doa di situ.

*

Aku mengagumimu tanpa suara, mungkin dalam menenangkan rindu harus dengan cara yang sama.

Meski tanpa isi hati yang bersuara, aku bukannya seorang penipu rasa. Tapi mungkin aku telah dihadiahi porsi mengagumi dengan cara tersembunyi.

Mungkin cinta lebih baik tersimpan dibalik saku Tuhan, hati yang semakin jatuh perlahan dan kamu yang dipenuhi ketidaktahuan.

Jangan pernah berpikir bahwa aku lelah dengan cerita rahasia ini, karena sungguh aku menikmati peran ini. Mengagumi adalah hal yang masih bisa kulakukan. Tak ingin bicara soal ketetapan, tapi selama bahagia masih berdatangan seluruh cerita tinggal Tuhan yang melanjutkan.

Mengukir KenanganTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang