Chap 5

1.6K 107 0
                                    

Jangan lupa bayangin suara ke bocah-bocahan biar feel child nya dapet :')

Author POV

Hanna dan Judy berjalan bergandengan menuju rumah mereka siang itu. Saat saat seperti ini adalah kesukaan Hanna. Berjalan bersama seseorang yang dia sayangi. Itu adalah bahagia nya.

Hanna tersenyum sambil berjalan memandangi Judy disampingnya. Tapi senyum itu seketika hilang saat ia melihat kedepan. Hanna menghentikan jalannya, Tentu saja Judy ikut berhenti.

Mata Hanna memanas melihat lelaki paruh baya yang berdiri agak jauh didepannya, yang juga sedang melihatnya.

" Hanna? Itu kamu, sayang? " ucap lelaki itu.

Lelaki itu mendekat.

" STOP!!!! " Teriak Hanna.

Air matanya mengalir melihat sang Ayah yang sangat dibenci nya itu kembali muncul seenaknya dalam hidupnya.

" Kenapa Hanna? Ayah kangen sama kamu " ucap lelaki itu lagi.

Hanna tersenyum sinis meski airmatanya mengalir deras.

" Cukup Yah. Udah cukup Ayah ngancurin kebahagiaan aku sama Bunda! Jangan lagi! " ucap Hanna.

Judy hanya diam menyaksikan.

" Ayah sama sekali gak punya cinta buat aku dan Bunda! Gak sama sekali!! " ucap Hanna.

" .... "

" Ayah inget seberapa kecil nya dulu anak Ayah ini???  Bahkan aku tau dengan baik siapa yang salah disini!!! Tentu aja itu Ayah!!!" Teriak Hanna.

" ... "

" Ayah tau?? kalo aja Ayah gak marah marahin Bunda waktu itu, Kalo aja Ayah gak pukul Bunda, Dan kalo aja Ayah gak ngusir Aku dan Bunda dari rumah. Mungkin Bunda masih hidup sampe sekarang, Yah!!! Semua salah Ayah!!! " teriaknya lagi.

Judy sangat terkejut dengan semua ucapan Hanna.

" Ngapain Ayah disini? Aku kira Ayah udah berbahagia sama Istri baru Ayah? " Hanna menunduk setelah mempertanyakan itu.

Sejujurnya Hanna merindukan sang Ayah. Tapi kebenciannya terlalu besar.

" ... "

" Nak, maafkan Ayah. "

Hanna menggeleng cepat.

" Sampe kapan pun itu, gak akan ada yang bisa buat aku maafin Ayah! Gak akan! " ucapnya yakin

" Hanna ... "

" Jangan panggil aku! " ucap Hanna.

" Bahkan Ayah gak pantes aku panggil AYAH! Seorang Ayah gak akan berbuat sekejam itu! " Teriak Hanna.

Tangis Hanna benar benar pecah. Melihat itu, Judy menggenggam erat tangan Hanna yang sejak tadi menggenggamnya juga. Hanna menengok ke arah Judy. Lalu ia segera memeluk sahabat nya itu dan menangis dipundaknya. Judy mengusap punggung Hanna untuk menenangkan Hanna.

Tanpa sadar Ayahnya kembali mendekat lalu menyentuh tangan Hanna. Hanna segera melepas pelukannya pada Judy dan menepis sentuhan itu.

" Nak, Ayah menerima jika kamu marah dan gak mau pulang sama Ayah. Tapi, Ayah harap kamu mau mengunjungi nenek kamu. Setelah meninggalnya Bunda kamu, Nenek kamu nuntut Ayah untuk mencari kamu dan membawanya kepada mereka. Datanglah ke alamat ini, Nak " ucap Ayahnya sambil memberikan sebuah kertas berisi kan alamat.

Hanna teringat lagi. Teringat betapa sakit dan sulit nya Hanna bersama sebuah kertas berisi alamat rumah nenek nya dulu. Tapi Hanna tidak ingin mengingat itu lagi. Hanna hanya ingin bahagia sekarang ini. Hanna mengambil kertas itu dan segera menarik Judy pergi dari hadapan lelaki itu.

Little Love Story (Complete)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang