MAKAN bersama teman di tengah taman memang menyenangkan, selain rasa makanan yang lezat,rasa kebersamaan yang begitu terasa membuat suasana menjadi lebih nyaman. Memandangi seorang teman di depanku yang sedang makan tacos dengan lahap, membuatku lapar. "Apakah kau sangat lapar, Max?" tanyaku padanya. "Iya, perutku sudah tidak mampu menahan rasa lapar ini." Balasnya. Aku pun kembali memalingkan pandanganku ke samping, hah sungguh tenang sekali disini.
Tidak terasa sudah setengah tahun lebih aku tinggal disini bersama keluarga angkatku. Ya, aku mengikuti pertukaran pelajar. Tepatnya aku sekarang berada di North Carolina, United States. Awalnya sewaktu akan berangkat kesini aku pikir diriku akan susah berteman atau berinteraksi dengan orang-orang disini. Lagi pula aku dulu juga anak yang tergolong pemalu dan cuek, Sampai sekarang sih.
Hampir 2 jam sudah aku dan teman temanku menghabiskan waktu bermain di taman. Aku melihat mobil es krim berada di sisi kanan taman. Aku pergi melangkahkan kakiku kesana.
"Hey, Kau akan pergi kemana?" Tanya John yang sedang bermain bola.
"Aku ingin membeli es krim." Jawabku sembari menunjuk ke arah truk es krim yang terparkir di sebelah sana.
Mengeluarkan 90 cent untuk membeli sebuah es krim yang sangat lezat ini, kurasa tidak terlalu berlebihan. Aku kembali dan duduk di sebelah Maggie. Gadis pirang yang terkenal aktif di kelas matematika.
"Jadi kau akan kembali ke Indonesia kurang dari 4 bulan lagi, bukan?"
"Yup, Hatiku merasa antara ingin kembali dan tidak."
"Mengapa?"
"Kau tahu? Ini adalah masalah yang di hadapi oleh hampir semua murid pertukaran pelajar dimana aku sangat merindukan keluargaku di Indonesia dan aku juga tidak ingin meninggalkan keluarga angkat beserta teman-temanku disini karna aku sudah merasa nyaman. Tetapi mau tidak mau aku harus meninggalkan kalian sebentar lagi."
"Oh begitu, aku akan sangat merindukanmu, Charisma."
"Aku juga akan merindukanmu, Maggie."
Karna statusku yang hanya sebagai siswa pertukaran pelajar, mau tidak mau aku harus kembali setelah menyelesaikan exchange yearku, and yeah I miss my family so bad.
Angin berhembus semakin kencang membuat rambutku yang terurai sedikit menutupi mataku. Mataku terpejam karena terpaan rambutku. Menyingkirkan rambut-rambutku dan segera berdiri Karena aku ingin berjalan-jalan mengelilingi taman ini.
Di sebrang sana aku melihat danau kecil, melangkahkan kakiku dan duduk di bawah pohon yang rindang, aku memikirkan keluargaku di Indonesia. Bagaimana kabar mereka sekarang? Apa yang sedang mereka lakukan tanpaku di sana? Ingin sekali rasanya aku mengirimkan surat untuk mereka.
Sekedar memberi tahu bahwa aku disini sangat merindukan kehangatan bersama mereka, beribu-ribu miles jauhnya membuatku sadar bahwa mereka adalah hal yang selama ini benar-benar yang tak ingin rasanya ku tinggalkan meskipun untuk sementara.
"Hey."
"Oh hey, John."
"Apa yang sedang kau lakukan disini?"
"Apa kau tidak melihat? Aku hanya duduk saja disini, tidak melakukan apapun haha."
"Oh begitu. Oh ya apa kau pernah merindukan sangat merindukan seseorang namun menyadari bahwa orang itu tidak akan kembali lagi?"
"Apa yang kau maksud?Maaf, aku tidak mengerti."
"Apa Tuhan membenciku atau bagaimana aku tidak tahu, tetapi Ia tidak mengizinkanku untuk berbicara pada seseorang itu untuk terakhir kalinya. Ak..."
KAMU SEDANG MEMBACA
Hey, American
RomanceBerawal dari mengikuti pertukaran pelajar ke negara nun jauh dari Indonesia. Seorang gadis muda memulai kisah baru di hidupnya. Perjalanan cinta yang rumit serta kerinduan mendalam yang di alami membuat dirinya semakin banyak mendapatkan pelajaran...
