part 1

122 8 0
                                        

Semenjak hari pertama aku masuk di SMP Nusantara, lebih tepatnya sewaktu MOS. Aku melihatnya dibarisan depan nomer 3, entah mengapa aku selalu memperhatikannya. Bahkan aku tidak percaya kalau dia murid pindahan dari Bali, yah tertera di seragam yang ia kenakan waktu itu.

Namanya adalah Rafif Azka Abyantara. Dia yang mulai menarik perhatianku saat itu.

Aku Nasha Anggita Dilona, mungkin mulai tertarik dengannya. Dia yang terlihat begitu sempurna dimataku.

Awalnya aku hanya mengaguminya saja, tapi lama-kelamaan perasaan itu berubah.

________________________________________________________________________

"Sha...... nanti pulang sekolah kita kerumah Feby ya... Lo bisa kan?" tanya Reira.
Reira adalah teman pertama yang aku temui saat pertama kali masuk SMP. Sewaktu kelas 7 aku memang duduk dengannya. Tapi karena ada beberapa masalah di kelas, akhirnya posisi duduk pun berubah, akhirnya aku duduk dengan Feby. Dari situlah aku bertemu dengan sahabat ku yang lain selain Reira. Itu lah awal mula persahabatan kita berempat.

"Gue bisa kok Rei. Yang lain gimana, bisa gak?"

"Tenang aja pasti bisa kok. Itu kan udah jadi tradisi kita waktu pulang sekolah... Hehe" Reira pun meninggalkanku sambil terkekeh kecil.

Sesampainya di rumah Feby, seperti biasa kami berempat saling bercerita satu sama lain. Waktu kita lagi curcol yang lain, tiba-tiba Mega ngadain sesi kejujuran tentang siapa yang disukai. Dan itu membuatku takut.
Diantara kami berempat, aku lah yang paling pendiam diantara mereka bertiga. Tiada yang tau kehidupanku sebelumnya, bahkan aku suka siapa pun belum ada yang tau. Aku tidak ingin menceritakan masa laluku pada mereka bertiga, karena masa laluku benar-benar suram. Ada saat mereka bertiga tau tentang semua kehidupanku, tapi tidak untuk sekarang. Saat itulah aku takut mereka mengetahuinya. Karena aku takut mereka mungkin saja keceplosan dan membuat yang lain tahu.
Tapi sudah 1 tahun ini kami bersahabat tiada sesuatu yang terjadi. Dan sudah 10 bulan aku menyembunyikan rasa sukaku pada Rafif, bahkan 3 sahabatku tidak ada yang tau.

"Eh gue pingin tau diantara lo bertiga, lo suka sama siapa?. Gue kepo nih udah setahun tapi gak ada yang tau lo pada suka sama siapa" mulai Mega yang keponya kumat lagi. Mega orang yang paling kepo diantara kita bertiga.

"Ah gue setuju tuh. Gue juga pingin tau siapa sih, mumpung Mega ngadain sesi kejujuran tentang siapa yang lo suka" kulihat Reira yang mengedipkan sebelah matanya ke arahku, sambil tersenyum aneh.

"Ah males gue. Tanya yang lain aja deh" jawabku menghindari pertanyaan seputar itu.

"Yaelah Sha, kita udah setahun sahabatan dan banyak banget curcol sana sini tapi gak ada masalah tuh. Lagian cuman itu-itu aja, gue bosen. Toh kita selama ini aman-aman aja cerita ini itu Gak ada yang bocor. Iya kan?".

"Iya tuh betul yang dibilang Reira. Lagian kita bertiga juga gak tahu banget tentang kehidupan lo, lo tuh tertutup banget orangnya. Kita juga gak maksa tau kehidupan lo yang lain kok." Uhff Feby kenapa jadi ikut-ikutan begini sih. Wah ini namanya gak adil 3 banding 1.

"Ayolah Sha.. Mau ya... Gak bakal bocor deh kayak genting rumahnya Feby". Rayu Reira padaku dengan memasang muka puppy eyesnya. Ini nih reseknya Reira kalau ngerayu atau apalah itu. Wajib pokoknya lah dilaksanain. Semengelak apapun pasti gak bakalan bisa ngelak kalau Reira udah ngerayu.

"Ehh apaan sih Rei. Genting rumah gue gak pernah bocor kok. Kan rumah gue gak pakek genting" bela Feby yang tidak terima rumahnya dibilang sering bocor.

"Terus pakek jerami gitu kalau gak pakek genting. Makin bocor dong" sela Mega sambil tertawa karena candaan Reira.

"Iihh bukan itu. Pokoknya gak pakek genting. Lebih modern deh, gue gak tau namanya apa. Pokoknya pakek yang modern. Yang jelas anti bocor" jawab Feby dengan muka  cemberut dan sedikit kesal karena menjawab candaan dari Reira.

"Aihh.. Yadeh kalok itu mau kalian" jawabku pasrah pada akhirnya.

"Asyik, gitu dong dari tadi. Mulai dari siapa dulu nih?" tanya Mega yang sudah tidak sabaran.

"Aku dulu deh.." tumben nih Reira suka rela jadi yang pertama, biasanya aja dia selalu gak mau duluan.

"Tumben banget" ini pertanyaan atau pernyataan yang ku ajukan pada Mega, dan Feby.

Mega mengedikkan bahu sambil menatapku.

"Gue itu sukanya sama yang duduk di sebelah Rafif".

Mendengar kata Rafif yang disebutkan Reira, mendadak badanku langsung membeku. Tapi dengan cepat aku merubahnya.

"Maksud lo, Audra?" sahut Feby dengan cepat dan tepat.

"Ya.... Anda benar, selamat" Feby terkejut karena tiba-tiba Reira menarik tangan Feby untuk berjabat tangan.

"Ya ampun Rei, lo bikin gue kaget. Dasar lo " teriak Feby sambil mengusap dada, karena terkejut.

"Kenapa Audra?" tanya Mega penasaran.

"Karena menurut gue Audra tuh kalem. Pokoknya auranya beda lah. Gak tahu kenapa gue lebih tertarik ke dia" jawab Reira santai.

"Kalok gue sih. Sama temen SD gue dulu. Namanya Antha" Giliran Feby sekarang yang jujur. Kita gak tau siapa Antha. Tapi Feby memberi tau kita seperti apa rupanya.

"Lo juga pasti tau lah siapa yang gue suka" Tanpa menyebut nama pun kita udah tau kalau Mega sukanya sama kakak kelas yang namanya kak Evron

"Giliran lo sekarang Sha.. " Oh tidak Mega mulai menyuruhku untuk mengatakannya. Aku harus bagaimana???

"Emm... Anuu...itu...." ucapku mulai gugup.

"Anu, itu apaan sih Sha. Gak jelas tau gak" sahut Reira.

'Aduh... Apa aku harus mengatakannya yah. Apa nih yang harus kukatakan. Apa aku harus mengatakan kagum saja sama Rafif bukannya suka. Kan kagum sama suka beda makna'

Aku mulai gelisah dalam hati, aku pun memikirkan kata-kata kagum sebagai opsi jawaban terakhir untuk masalah itu.

"Gue bukannya suka tapi.... kagum sama dia" jawabku akhirnya dengan mengatakan kagum. Sesulit itu kah bilang hingga tanganku berubah jadi dingin.

"Kagum...... Sama siapa?"
Tanya Feby  dengan mengangkat sebelah alisnya.

"Anu..... Sama..."tuh kan susah buat ngomong. Jadi gugup lagi nih.

"Mulai lagi deh" Reira pun mulai kesal karena aku dari tadi hanya berbelit-belit gak jelas.

"Rafif" kataku akhirnya pada mereka bertiga.







*****
Hanya maaf yang bisa kuucapkan.. Maklumin aja yah kalok ceritanya gak jelas atau pun bahasanya, kalimatnya gak jelas pula. Masih pemula dan baru nyoba buat.

Jangan lupa tinggalkan jejak ya Vote and comennya.. Bye

Hide The Pieces (Slow Update)Where stories live. Discover now