Part. 2

7.2K 310 20
                                    


Author : Almida Rahayu (Park Min-Hyun)

****

Pria dengan rupa tampan itu berdehem pelan sebelum memperkenalkan dirinya.

"Annyeong haseyo, naneun Park Hyung-Sik imnida. Banggapseumnida." Ujar pria itu sembari menyunggingkan senyumnya. Wajah dengan karakter suara lembut itu menarik perhatian Ji Eun-Sang. Gadis itu menyunggingkan senyum tanpa lepas memandang rupa tampan itu.

Tidak banyak yang bisa dikatakan Pstk Hyung-Sik selain hanya bisa berurai senyum sembari mengedarkan pandangannya. Dan dari satu sisi ia menemukan sesuatu yang membuat arah tatapannya itu terfokus. Seorang gadis yang masih tertunduk sedikit tanpa mempedulikan hal lain di sekitarnya. Ia mengenali wajah itu karena memang baru kemarinlah ia mendapati wajah yang sama. Di dalam sebuah bus. Suatu kebetulan yang tidak terduga.

"Tidak disangka aku bertemu denganmu lagi." Tutur pria itu yang terang saja membuat semua pasang mata di ruang kelas itu kecuali Min-Hyun mengarah padanya. Tubuh Hyung-Sik bergerak ke satu arah tanpa mempedulikan kerutan kening yang tercipta karenanya. Semua pasang mata kecuali Min-Hyun mengikuti pergerakan tubuhnya dan sangat heran saat pria itu berhenti tepat di dekat meja Min-Hyun.

Ada sesuatu yang nyatanya mengusik dirinya membuat Min-Hyun mengalihkan pandangannya dan mendapati satu wajah asing yang sedang tersenyum ke arahnya.

"Tidak disangka kita bertemu lagi. Senang bertemu denganmu." Ucap Hyung-Sik.

Min-Hyun mengerutkan kening tanpa mengatakan apa- apa untuk membalas sapaan ramah pria di hadapannya. Lee Dong-Hae memperhatikan kedua orang itu. Dan dari sudut lain, raut wajah penasaran itu terlihat dari wajah Eun-Sang. Bagaimana bisa dan apa hubungan mereka? Itu yang bergelayut di benaknya. Sepasang mata milik Cho Seo-Hee juga memperhatikan gelagat di sekitarnya yang sangat jarang terjadi tersebut.

Pelajaran mereka sepertinya diawal jam berjalan dengan lancar. Hyung-Sik kali ini terlihat menjawab pertanyaan yang barusan diajukan guru padanya dan sepertinya dia bisa menjawabnya dengan benar. Guru menyuruhnya juga untuk menjelaskan apa yang barusan ia kerjakan di depan kelas kepada teman- temannya. Tapi, alih- alih memperhatikan apa yang disampaikan pria itu, para siswi malah asyik memperhatikan wajah tampannya, tidak terkecuali Eun-Sang yang masih tersenyum memandang rupa yang entah kenapa sepertinya berhasil menyita perhatiannya.

Sementara itu pria yang menjadi pusat perhatian itu malah diam- diam memandang wajah dingin di sudut kelas tersebut. Dan karena terlalu asyik memperhatikan sampai ia tidak menyadari kerutan kening yang tercipta karenanya. Gadis itu tersenyum sinis dan disaat pria itu kembali melangkahkan kakinya menuju tempat duduknya dengan santai ia memanjangkan kakinya ke samping. Alhasil itu membuat Park Hyung-Sik tersandung dan tersungkur di lantai.

Semua pasang mata mengarah ke arah pria itu dan seruan tawapun langsung mendominasi. Pandangan mata Park Hyung-Sik berpendar ke beberapa arah dan membuat siswa- siswi kelasnya menghentikan tawa tapi tetap terkekeh pelan. Pria itu berdecak kesal dan mengarahkan mata tajamnya pada satu orang tak jauh darinya. Seseorang yang menyebabkan hal itu semua.

"Makanya lain kali kalau jalan itu mata dipakai, anak baru!" ujar gadis yang sadar ditatap Hyung-Sik tanpa merasa bersalah sedikitpun. Hyung-Sik tidak habis pikir melihat tingkah siswi yang baru dikenalnya itu. Tidak! Bahkan namanya saja ia tidak tahu. Ia beranjak dan tanpa mengatakan apa pun melangkah ke depan kelas dengan masih menyadari kekehan- kekehan kecil yang pasti di arahkan padanya. Ia sial karena gadis itu.

"Ck, ck Cho Seo-Hee itu! Kenapa ia suka sekali sih mencari gara- gara." Sewot Eun-Sang.

"Aku rasa yang dikatakan dia ada benarnya juga." Tutur Min-Hyun menimpali dan tanpa mempedulikan hal lain lagi ia kembali fokus pada buku di hadapannya.

IRRESISTIBLETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang