Part. 1

13K 338 33

Author : Almida Rahayu (Park Min-Hyun)

Summary :
"Menghindarinya, bersikap kasar padanya yang kuyakini jalan satu- satunya untuk mengubur perasaan ini dalam- dalam. Tapi nyatanya itu salah. Perasaan ini malah tumbuh semakin kuat dan mengakar dalam hatiku.
Teruntuk dia yang kucintai, ayah tiriku."

Recommended Songs :
Min-Hyun's Parts : Navi Ft. Kebee of Eluphant - Incurable Disease
Kyu-Hyun's Parts : Goo Ja Myung - That Person

****

Sentuhan lembut pada lengannya membuat kedua mata itu terbuka perlahan. Sepasang mata itu sayu memandang lurus. Helaan napas teratur dengan suara samar membentur keningnya. Setelah sepasang matanya terbuka secara utuh, jarak pandangnya masih mengarah pada cahaya menyilaukan di balik tirai jendela sebelum teralih pada pria berahang kokoh, tampan dengan bibir penuh sensualitas yang beberapa waktu lalu berulang kali menjelajahi tubuhnya.

"Park Min-Hyun?" bibir pria itu mengucapkan nama itu lagi. Gadis itu menegakkan tubuhnya meskipun hanya dengan selimut berwarna putih yang membalut tubuh polosnya. Sepasang mata indah itu memandang pria yang masih memejamkan matanya. Pria itu? Entah sudah berapa kali ia mendengar pria itu menyebutkan nama yang sama sekalipun mereka tengah bercinta malam itu. Bibir gadis itu mendesis dan mengalihkan pandangannya. Tangannya menyibakkan rambut panjangnya yang menutupi sebagian wajahnya ke belakang lalu beranjak.

"Bagaimana bisa kau menyebutkan nama 'itu' berulang kali meskipun kau tengah bersamaku, Cho Kyu-Hyun? Siapa Park Min-Hyun itu?" ia menggigit bibir bawahnya dengan sepasang mata dingin yang mengarah pada pria itu.

Cahaya menyilaukan itu mengusik indera penglihatan Cho Kyu-Hyun dan berhasil membuatnya membuka mata. Pria itu menggerakan tubuhnya terduduk di ranjang yang secara otomatis membuat selimut putih ditubuhnya merosot dan membuat setengah badan dengan tubuh atletis itu terekpos. Cho Kyu-Hyun memijat pelipisnya, sejenak ia merasakan pusing tapi pikirannya dengan sigap mengingatkannya pada kejadian malam sebelumnya. Wanita yang bersamanya semalaman dan memadu kasih dengannya saat itu sudah tidak lagi berada di jarak pandangnya. Kyu-Hyun hendak beranjak dari ranjangnya sampai sepasang matanya menemukan secarik kertas yang tergeletak di nakas kecil di samping tempat tidur. Tangan Kyu-Hyun meraih secarik kertas tersebut dan membaca catatan singkat dengan tulisan tangan di dalamnya.

"Ini hanya sebuah malam yang tidak berarti, Cho Kyu-Hyun.
-Keiko-."

****

Seoul, 7 Years Ago

"Eomma?" isakan itu masih lancar keluar dari mulutnya saat sepasang mata itu hanya bisa sayu memandang satu figura terpampang jelas di depan matanya dan dikelilingi bunga krisan berwarna putih di sekelilingnya. Untuk dirinya yang sekarang, ia benar- benar tidak sanggup menerima takdir yang menimpahnya saat ini. Kehilangan orang yang dicintai untuk kesekian kalinya. Kehilangan satu- satunya keluarga yang ia miliki untuk kesekian kalinya.

"Dia putri keluarga Park satu- satunya. Apa yang akan dia lakukan selanjutnya? Dia masih sangat muda untuk menanggung semuanya." Bisik- bisik beberapa orang di sekitarnya itu sama sekali tidak dipedulikan oleh gadis bernama Park Min-Hyun tersebut. Ia menunduk dengan isak tangis yang tidak tertahankan lagi. Apa yang mereka katakan sangat benar adanya. Min-Hyun bahkan tidak bisa berpikir apa yang bisa ia lakukan setelah itu disaat umurnya masih 17 tahun.

"Eomma, apa yang harus aku lakukan jika tanpamu? Aku tidak bisa sendirian. Aku tidak mau sendirian." Kegelisahan itu menyerang tanpa jeda sampai sepasang tangan halus itu merengkuh tubuh lemah itu lembut. Darimanakah asal kehangatan ini?

IrresistibleBaca cerita ini secara GRATIS!