*Tap tap tap*
Aku berjalan di lantai dasar mall yang luas ini, masih mencoba menelpon cewek-cewek gila shopping itu. Berhenti beberapa kali untuk ngecek toko-toko baju branded dan berharap menemukan mereka. Lalu jalan lagi dengan ketukan high heels hitamku yang menggema pelan. I found a lot of SALE posters through this floor, and I think on the other floors too. Ah I should buy something this time.
"Hey where are you guys?" tanyaku pada Eva lewat telepon. Escalator terus berjalan dan aku hampir sampai dilantai 1, tapi belom dapat jawaban darinya. Dia terus berkomentar–berteriak–diseberang sana terhadap barang-barang yang dia liat.
"Ah oh my god... everything's on sale!!!" sahutnya, berteriak.
"Okay I'm waiting on Starbucks, hurry up!" aku menutup telepon tak peduli dia denger atau engga, dan naik ke lantai 2, ke Starbucks. Lalu memesan Hazelnut Coffee Frap di kasir dan membayarnya, lalu mencari tempat duduk. Sebenernya ga perlu dicari karna pagi ini Starbucks masih sepi. Aku duduk, menaruh macbook-ku di meja dan menyalakannya.
Mengecek artikelku yang akan dikirim ke majalah, sudah selesai, save.
Menyambungkan koneksi internet dan membuka web, mulai googling. Terlalu seneng baca, jadi terlalu sering nyari yang aneh-aneh.
"Oh my god, hey, Lauren!" seorang cowok duduk dihadapanku.
***
Oh hey there, we meet again!!!!!
So here is my second story even, yes, i know the last story haven't finished yet.
But anyway, i hope you enjoy this one-shot story!
And friendly reminder: read this story till the end so you can understand what happened :-)
Good evening (it's actually morning) and have a good day!!
***
YOU ARE READING
Unappreciated
Short StoryTadinya, Lauren cuma mau hang out seperti biasa bareng temen-temennya. Tapi siapa sangka kalo dia harus ketemu sama temen internetnya ditempat yang sama? Cowok hot idaman semua cewek itu muncul dihadapannya. Berada di posisi dia sekarang harusnya si...
