Aku berjalan melewati lorong yang entah mengapa hari ini dipenuhi banyak sekali orang. Yap! Ini kan hari Sabtu, sudah pasti rumah sakit akan lebih ramai 2x lipat dibanding hari biasa. Aku berhenti sebentar dan mengamati sekitarku. Banyak anak-anak berlarian disekitar lorong sambil dijaga orangtua mereka. Ada juga orang yang membawa bunga dan buah-buahan untuk diberikan kepada saudara ataupun teman mereka yang akan dijenguk. Orang - orang yang memakai pakaian serba putih juga ikut berlarian menuju unit gawat darurat, sepertinya sedang ada sesuatu yang penting, pikirku. Aku melanjutkan berjalan sambil membawa berkas-berkas perkembangan pasien ditanganku. Bisakah kalian tebak apa pekerjaanku?
Betul sekali! Aku adalah seorang perawat. Sudah 2 tahun aku menjalankan pekerjaan ini dan aku sangat menikmatinya. Memang menjadi perawat adalah mimpiku sejak kecil. Setelah menempuh pendidikan kurang lebih 3 tahun di Nursery University London aku kembali ke Indonesia dan mulai bekerja sebagai perawat tetap di Independence Hospital.
Seperti biasa aku akan berkunjung dari satu kamar ke kamar lain untuk mengecek keadaan pasien dan mengganti infus mereka. "Selamat pagi" ujarku riang setiap kali memasuki kamar mereka.
"Pagi suster" balas seorang wanita yang kira-kira berusia 50 tahunan tapi masih keliatan usianya seperti baru 30 tahunan. Tubuhnya langsing dan rambutnya ia ikat keatas. Namanya Kate Hudson Milliant. Ia sedang duduk diatas kasur VVIP nya dan membaca majalah fashion terbaru. Dia mendongak menatapku lalu tersenyum.
Aku membalas senyumannya dan berjalan mendekat untuk mengecek infusnya. "Apakah tidur anda semalam nyenyak?" tanyaku. Kate mengangguk dan menaruh majalahnya di atas meja disamping kasur.
"Sangat nyenyak, apakah suster menambah dosis obat tidurnya?" balasnya bertanya. Kate dirawat karena ia mengalami stress berat, ia tidak dapat tidur selama hampir seminggu. Oleh karena itu, kondisinya sangat drop dan terpaksa dirawat disini. Untuk menghilangkan stressnya itu dokter menyarankan agar ia diberi obat tidur agar ia bisa beristirahat. Tapi setelah 2 hari dirawat kondisinya mulai membaik dan aku juga sudah tidak memberikannya obat tidur lagi apalagi menambah dosisnya.
"Tidak, mungkin stress anda sudah berkurang jadi tidur anda lebih nyenyak"ujarku lalu membuka laci untuk mengambil stetoskop dan alat ukur tensi, aku ingin mengukur tensinya. Aku duduk dikursi dan menjulurkan lengannya.
"Benarkah? Kalau begitu apa aku sudah boleh pulang? Aku sudah bosan berada disini lama-lama apalagi anak-anakku tidak ada yang berkunjung. Hanya suamiku dan suster lah yang mengunjungiku setiap hari." Aku tertawa mendengar ucapannya karena Kate bersuara seperti anak-anak yang menginginkan sesuatu padahal usianya sudah 54 tahun. Tapi seperti kataku dia masih keliatan muda dan sangat cantik.
"120 per 80. Normal dan saya rasa kalau tidak ada kendala mungkin besok malam anda bisa pulang tentunya juga jika dokter mengizinkan" ujarku, lalu tersenyum kearahnya dan ia membalas senyumanku.
"Oh ya sus, kalau saya boleh tau. Suster umur berapa?" tanyanya tiba-tiba.
"Saya baru 23 tahun" ujarku lalu dia mengamatiku dari ujung kepala hingga jari kaki.
"Suster cantik ya, kalau pacar pasti sudah punya dong?" kata Kate. Aku tertawa mendengarnya dan segera menggeleng. Ya iyalah,baru 23 tahun masa sudah mau pacaran. Aku masih mau fokus bekerja jadi buatku jatuh cinta hanya akan menggangguku saja.
"Kenapa?" Kate kaget melihatku menggeleng pasti gelenganku bukan jawaban yang ia harapkan lalu ia tersenyum dan melanjutkannya "Ah, tidak mungkin. Perempuan secantik suster mana mungkin belum punya pacar"
Aku hanya tersenyum mendengarnya "Kalau begitu saya permisi Mrs. Kate, kalau anda butuh sesuatu silahkan tekan tombol ini ya . Saya pasti akan segera datang. Selamat beristirahat" ujarku sambil membantunya tiduran dan menyelimutinya.
YOU ARE READING
A Nurse And A CEO
RandomDylan Wilson Milliant, putra pewaris tunggal Hotel berbintang tujuh, Milliant Hotel. Dia tampan, tubuhnya atletis, juga memiliki karisma yang mampu menarik hati setiap gadis yang melihat kearahnya. Membuat kaum hawa kleper-kleper atau mungkin mimisa...
