Chapter 3 - Aku Siap Membunuh

2.1K 295 22
                                        

Warning : Ini cerita yang mungkin di luar nalar, kejam dan tidak berperikemanusiaan. Namun tidak bisa dipungkiri hal-hal seperti terjadi di sekeliling kita.

Gw pernah update GMYH sampai ending di FFN. Kala itu gw mendapat banyak sekali kecaman dan hujatan.

GMYH gw tulis tahun 2014, so tulisan gw masih sangat kacau dan tak tertata dengan baik.

Jadi, jika kalian ingin ini di update ulang, tolong bacalah dengan bijak. Ini hanya fiktif.

.
.
Happy Reading

.

"Malaikat maut sekalipun tidak akan memisahkan kita"

SEOUL

BANDARA INCHEON

Rombongan itu tampak mencolok karena banyak bodyguard yang mengikuti mereka. Riuh rendah suara memenuhi koridor bandara itu, hampir semua mata memandang pada mereka. Namja dan yoeja berusia 40-an yang masih sangat gagah dan cantik serta sosok bertubuh ramping yang berjalan disamping yoeja cantik itu. Wajah sosok itu bahkan lebih indah dari yoeja yang memeluk ringan bahunya itu. Dengan kaus berwarna merah dan celana hitam dengan pola roboken yang membalut kedua kaki jenjang itu hingga sedikit kulit putih terekspos serta mantel coklat yang menutupi tubuh itu membuat tampil sangat memukau. Bisik-bisik terdengar dari hampir semua orang yang mereka lewati.

"Itukah keluarga Choi?"

"Omo....Siapa itu yang dalam pelukan yoeja cantik itu? Cantik sekali..."

"Aku dengar Choi Siwon memindahkan bisnisnya ke Korea...Aneh sekali..."

"....kalau tidak salah mereka punya seorang putra..."

"Jangan-jangan itu pewaris Choi...tapi...."

Choi Siwon berjalan semakin cepat, dia ingin segera tiba di mobil yang telah menjemput mereka. Perjalanan Jepang-Korea memang hanya memakan waktu 2 jam tapi itu juga bisa membuat Jaejoong kelelahan. Dan kerumunan orang dan media yang menunggu bukanlah hal yang ingin dihadapinya. Dengan cepat dia berseru pada tangan kanannya,"Katakan pada semua media aku akan memberikan wawancara di kediaman Choi. 2 jam lagi. Sekarang cepat singkarkan mereka."

"Baik tuan Choi.."

.

.

MANSION CHOI

"Istirahatlah dulu Joongie. Kamarmu sudah siap. Sama persis dengan yang di Jepang." Choi Heechul membuka pintu kamar yang telah disiapkan bagi putra kesayangannya ini dengan senyum lebar, dia yakin Jaejoong akan sangat senang.

Namja cantik itu berjalan pelan mengelilingi kamar barunya. Tangannya menyentuh setiap pernak pernik yang sama persis dengan miliknya di Jepang. Umma-nya benar-benar berusaha keras untuk membuatnya nyaman, Jaejoong menghampiri yoeja cantik yang masih berdiri diambang pintu itu,"Gomawo umma, saranghae."peluknya erat pada tubuh yeoja yang telah susah payah melahirkannya itu. Walaupun pada akhirnya dia mengalami apa yang pernah sang umma lalui.

Membutuhkan donor jantung!

"Nado..Tetaplah bersama umma..."Heechul mencium pelan rambut almond itu. Dia bisa merasakan anggukan kecil dari tubuh ramping yang sedang memeluknya itu.

"Kapan Xia akan menemuiku umma?" Jaejoong berusaha mengalihkan pikirannya pada sang sepupu yang selama ini tinggal di Seoul. Salah satuh hal yang membuat namja cantik ini sangat senang dengan kepindahan mereka adalah dia bisa setiap hari menemui sepupunya itu.

GIVE ME YOUR HEARTWhere stories live. Discover now