nathan - streaming

2.8K 25 0
                                        

Jeritan tertahan lolos dari bibir Nathan ketika gelombang kontraksi hebat kembali memilin perutnya. Tubuhnya gemetar hebat di atas kursi kerja, kakinya yang terbuka lebar di samping meja tak mampu menahan guncangan rasa sakit luar biasa.

Di layar monitor, timer stream sudah menunjukkan angka 04:45:12. Empat jam lebih Nathan berjuang sendirian di depan kamera, menahan rasa sakit yang makin tidak tertahankan. Karakter gim yang dia mainkan sudah lama mati dan mengambang di layar, diabaikan sepenuhnya.

"Hhh... hhuh... Nngghh... Sakit... Sakit banget..." bisik Nathan, suaranya bergetar menahan tangis. Peluh membasahi seluruh tubuhnya hingga baju yang ia kenakan basah kuyup. "Empat jam lebih... pusing... Perutku... kayak mau pecah... Kenapa... kenapa susah banget keluar... Nggghhaaa!"
Layar obrolan live stream berpacu sangat cepat dengan puluhan ribu penonton yang terus bertambah. Ribuan pesan memenuhi layar, menyaksikan penderitaan Nathan yang makin kritis.

UserA: "Gila udah mau 5 jam! Nathan muka kamu udah pucat banget, panggil ambulans woy!"
UserB: "40 minggu anak kembar total 7 kg dipaksain melahirkan sendiri di kursi streamer, nekat banget!"
UserC: "3,3 kg sama 3,7 kg itu bukan ukuran kecil buat omega! Panggulnya pasti kesakitan banget!"
UserE: "Ya mau gimana lagi, kan emang udah tugas omega buat ngelahirin. Nggak usah drama, emang prosesnya begitu."

"AAAAARGHHHH! NGGAK... NGGAK BISA! HAH... HAH..." Nathan menjerit melengking, kepalanya terdongak ke belakang, otot-otot lehernya menegang keras. Pengontrol gim di tangannya sudah lama terlempar ke lantai.

Posisi bayi yang besar dan pinggulnya yang kaku membuat proses persalinan ini menjadi siksaan berkepanjangan. Setiap kali dorongan kontraksi datang, rasa sakitnya seperti merobek kesadarannya, namun bayi pertama tak kunjung melewati panggul.

"S-sakit... t-tolong... Hhh... hhuh... Panas... rasanya panas banget di bawah... Kayak... kayak dipukul pakai besi panas... NGGGHHHHAAAA!" Nathan melenguh panjang, tubuhnya melengkung menahan dorongan alami dari dalam perutnya. "Aku... aku udah gemetaran dari tadi... Kaki aku udah nggak rasa apa-apa... aku nggak kuat..."

UserF: "NATHAN! Tembus tuh pertahanannya! Ayo dorong sekalian!"
UserG: "Omega kuat! Udah jam ke-5 nih, semangat Nathan! Kamu pasti bisa!"
UserI: "BISA NATHAN! AYO DORONG LAGI!"

Timer menunjukkan 04:52:00. Puncak dorongan kontraksi bayi pertama akhirnya mencapai titik kritis setelah berjam-jam tertahan.

"Hah... hah... NGGGGHHHHP! ARGHHHHH! SAKITTTTT! KELUARRRR! AYO KELUARRR! NGGGHHHH!" Jeritan Nathan terdengar serak dan pecah. Wajahnya merah padam, tangannya meremas pinggiran meja hingga kayu kursi dan meja berderit keras.
"NGGGHHHAAAA! SAKITTTT BANGETTTT! TOLONG... ARGHHHH!"

PLOP.

Suara benturan dan tangisan melengking bayi pertama berukuran 3,3 kg akhirnya pecah pada menit ke-458 persalinan.

"Haaah... haaah... s-satu..." Nathan terkulai lemas, dadanya naik turun drastis. Air mata mengalir deras di pipinya yang pucat, bercampur peluh. Tubuhnya gemetar parah akibat kelelahan ekstrem setelah berjuang hampir 5 jam. Namun, perjuangan belum selesai. Bayi kedua yang jauh lebih besar (3,7 kg) masih tertahan di dalam.

"Hhh... t-tapi... perutku... Nngghh... Masih keras... HAH... HAH... NGGGHHAAAA! SAKITTTT LAGI! KRAMNYA DATANG LAGI! TOLONGGG!" Nathan mengerang putus asa. Kontraksi untuk bayi kedua langsung menghantam tanpa memberi jeda istirahat.

"Aku nggak ada tenaga sama sekali... Hhh... hah... Tubuhku udah mati rasa... Nngghh... Kepala aku pusing banget... Aku mau pingsan... Arghhhh!"

UserJ: "SATU LAGI NATHAN! DIKIT LAGI 5 JAM!"
UserK: "3,7 KG YANG SECOND?! AYO NATHAN DIKIT LAGI DORONG!"
UserL: "Tuh kan bisa satu, omega hebat. Emang tugasnya, nggak usah heboh, tinggal satu lagi."

Dengan sisa-sisa kesadaran di ujung batas kemampuannya, Nathan memaksakan jari-jarinya yang gemetaran untuk mencengkeram kakinya kembali. Membuka jalannya lebar-lebar di sisa detik menuju jam ke-5 persalinannya.

"D-demi kamu... hhh... NGGGGHHHHP! ARGHHHHH! SAKITTTTTT BANGETTTTTT! KELUARRRRR! CEPAT KELUARRRRR!" Nathan menjerit sekuat tenaga, meluapkan seluruh sisa daya kehidupan yang ia miliki. Seluruh tubuhnya menegang keras hingga akhirnya bayi kedua terdorong keluar sepenuhnya.
PLOP.

Tepat di angka 05:00:00 pada timer stream, suara tangisan kedua bertumpuk dengan yang pertama. Nathan jatuh terduduk pasrah di kursinya, matanya terpejam lelah dengan napas yang amat tipis, membiarkan layar chat memenuhi monitor dengan ribuan pesan dan animasi dari para penonton.

mpreg birthPovești de care să fii obsedat. Descoperă acum