Bab 17 - The Silent City

986 157 28
                                        

Happy reading..

Awas typo..

Boleh kasih Vote sebagai apresiasi author..

💅💅💅

Puluhan kilometer dari base pengungsian. Matahari telah naik cukup tinggi ketika iring-iringan kendaraan akhirnya memasuki kawasan pusat kota.

Jalan raya yang dahulu dipenuhi kendaraan kini berubah menjadi hamparan besi berkarat. Mobil-mobil saling bertumpuk akibat tabrakan beruntun yang terjadi pada hari-hari pertama wabah. Sebagian telah hangus terbakar, menyisakan rangka hitam yang berdiri seperti monumen dari peradaban yang telah runtuh.

Rumput liar tumbuh subur disepanjang jalanan. Sulur tanaman menjalar hingga membelit lampu lalu lintas dan papan reklame yang nyaris roboh.

Sejauh ini tidak terdengar suara erangan zombie. Tidak ada bayangan makhluk yang berkeliaran di jalan. Bahkan bangkai zombie yang biasanya memenuhi jalan raya pun hampir tidak terlihat.

Leon mengerutkan dahi. "Bukankah ini terasa sepi sekali?"

Noah yang duduk di sampingnya ikut mengamati sekitar. "Ya.. Kau benar. Bahkan apa kau sadar sejak kita masuk kota kita belum melihat satu pun zombie."

Hildro menatap gedung-gedung kosong di depan. "Benar juga.. Ini membuatku tidak tenang."

Di kursi paling depan, Kaizer juga menyadari hal yang sama. Tatapannya menyapu setiap sudut jalan. Mobil-mobil terbengkalai, etalase toko yang pecah lalu beralih ke gang-gang sempit. Semuanya tampak kosong. Terlalu kosong malah.

"Kita kurangi kecepatan." Perintah Kaizer singkat. "Leon pastikan kendaraan di belakang. Jangan ada kendaraan yang terpisah."

"Baik, Kapten." Leon menjawab tegas.

Konvoi pun melambat. Seluruh anggota konvoi mulai menggenggam senjata mereka lebih erat. Tidak seorang pun berbicara lagi. Semua dalam posisi waspada.

Beberapa menit kemudian, kendaraan berhenti di depan sebuah bangunan yang menjadi target mereka di awal.

Danu, pemimpin tim 2 bersama Pemimpin tim 3, dari kendaraan belakang segera menghampri tim Kaizer.

"Apa kita sudah sampai?"

"Ya." Jawab Kaizer.

Kaizer turun dari kendaraan. Pria itu memperhatikan tanah di depan gudang. Tidak ada bekas darah dan tidak ada tanda - tanda keberadaan zombie. Bangunan di depan mereka masih berdiri kokoh. Pintu besinya pun masih tertutup rapat.

Lalu dari bawah debu tipis yang menutupi aspal mata tajam Kaizer menangkap sesuatu. Sebuah jejak kaki. Pria itu berjongkok perlahan memperhatikan jejak tersebut. Tindakan Kaizer membuat tim lain ikut memeriksa.

Jejak itu jelas jejak Zombie.

Kaizer menyipitkan mata. "Tetap waspada. Kita mungkin tidak sendirian."

Ucapan pelan itu membuat Leon, Noah, dan Hildro sontak mengangguk dan semakin waspada mengawasi sekitar.

Sesuai pembagian tugas, para tim segera bergerak sesuai pembagian tugas dan rencana yang sudah disusun.

Tim Kaizer mendapat tugas memeriksa gudang makanan. Tim 2 yang dipimpin pria bernama Danu bertugas ke sisi gedung yang lain. Begitu pula tim 3 dan 4 yang mendapat tugas berbeda - beda.

Kaizer menyapu pandangannya ke pelataran di depan bangunan. Beberapa troli belanja masih tergeletak di tempatnya, sementara kardus-kardus yang sudah lapuk akibat hujan berserakan di sudut-sudut area.

Last Eden - Zombie ApocalypseStories to obsess over. Discover now