1### Pengantin yang Terlambat

2 0 0
                                        

#Bagian 1_ Setelah Akhir

Hujan turun sepanjang malam.

Di luar jendela, suara air yang menghantam genting terdengar seperti bisikan yang tidak pernah selesai.

Tik...

Tik...

Tik...

Di dalam kamar yang dipenuhi warna merah, seorang perempuan perlahan membuka matanya.

Hal pertama yang dilihatnya adalah tirai ranjang berwarna merah tua.

Hal kedua adalah sepasang lilin pernikahan yang menyala di atas meja.

Dan hal ketiga-

adalah seorang pelayan perempuan yang sedang menatapnya dengan wajah pucat.

"Nyonya Muda!"

Perempuan itu segera berlari mendekat.

"Syukurlah Anda sadar!"

Lianhua mengerjap beberapa kali.

Kepalanya terasa berat.

Seluruh tubuhnya lemas seolah baru saja jatuh dari tempat yang sangat tinggi.

Ia mencoba duduk.

"Apa... yang terjadi?"

Suaranya serak.

Pelayan itu segera menyelipkan bantal di belakang punggungnya.

"Nyonya Muda, Anda pingsan setelah minum arak pernikahan."

"Arak... pernikahan?"

Lianhua mengulang kata itu dengan bingung.

Ia menundukkan kepala.

Dan tubuhnya seketika membeku.

Pakaian merah.

Sulaman emas.

Lengan panjang.

Tangan yang putih dan ramping.

Ia mengangkat kedua telapak tangannya.

Bukan tangan yang ia kenal.

"Ini..."

Napasnya tercekat.

Ia meraba wajahnya.

Kulit yang halus.

Rahang yang lebih kecil.

Rambut panjang yang terasa berat di punggung.

Kemudian matanya tertuju pada sebuah cermin perunggu di sudut ruangan.

"Cermin."

Pelayan itu terdiam.

"Nyonya?"

"Bawa aku ke sana."

Lianhua bahkan tidak menunggu bantuan.

Ia turun dari ranjang dan berjalan dengan langkah terburu-buru.

Namun baru dua langkah, tubuhnya oleng.

"Nyonya!"

Pelayan itu buru-buru menopangnya.

Lianhua tidak peduli.

Ia tetap berjalan.

Begitu sampai di depan cermin, ia berhenti.

Dunia seolah kehilangan suara.

Seorang perempuan muda menatapnya dari balik permukaan perunggu.

Wajahnya sangat cantik.

USAI BUNGA PLUMHistórias para pegar e não largar. Descubra agora