Prolog : Dunia yang seharusnya tidak pernah bertemu

79 6 3
                                        

Salju turun perlahan di tengah hutan.

Malam telah lama mengambil alih langit, membuat seluruh pepohonan diselimuti bayangan gelap yang hanya sesekali diterangi cahaya bulan. Udara musim dingin menusuk sampai ke tulang, dan lapisan salju yang menutupi tanah hampir tidak menyisakan warna selain putih.

Di antara kesunyian itu, seorang anak laki-laki kecil terbaring sendirian.

Rambut pirangnya basah oleh salju. Pakaian tipis yang dikenakannya sudah tidak mampu melindungi tubuh mungil itu dari dingin. Tidak ada orang dewasa di dekatnya. Tidak ada rumah. Tidak ada jejak kaki yang menunjukkan dari mana anak itu berasal.

Dia hanya tergeletak di sana.

Diam.

Seolah hutan telah menelannya dan dunia sudah melupakannya.

Beberapa saat kemudian, terdengar suara langkah kaki di atas salju.

Seorang perempuan berhenti tidak jauh dari tempat anak itu terbaring.

Tatapannya turun.

Ia tidak tampak terkejut menemukan seorang anak kecil di tengah hutan. Ekspresinya justru tenang, seolah menemukan sesuatu yang tidak seharusnya berada di sana adalah hal biasa dalam kehidupannya.

Perempuan itu berjongkok.

Tangannya menyentuh pipi anak tersebut.

Dingin.

Terlalu dingin.

"Kasihan."

Hanya satu kata yang keluar sebelum ia mengangkat tubuh kecil itu ke dalam pelukannya.

Anak tersebut bahkan tidak sadar ketika kepalanya bersandar di bahunya.

Perempuan itu membawa anak itu pergi meninggalkan hutan.

Tidak ada yang tahu dari mana dia datang.

Tidak ada yang tahu ke mana dia membawanya.

Dan tidak ada seorang pun yang menyadari bahwa malam itu adalah awal dari sebuah hubungan yang kelak akan menghubungkan tiga dunia.

---

Anak itu bernama Naruto.

Beberapa tahun kemudian, ia akan tumbuh menjadi seorang shinobi yang keras kepala, berisik, dan tidak pernah tahu kapan harus berhenti mengejar sesuatu yang telah ia putuskan untuk dimiliki.

Namun sebelum semua itu terjadi, sebelum ia mengenal Akatsuki, sebelum perang, sebelum Kyuubi, sebelum Sasuke dari dunia yang dikenalnya...

Naruto pernah memiliki kehidupan kecil yang tidak diketahui siapa pun.

Ia memiliki seorang "ibu".

Ia memiliki sebuah dunia yang tidak seharusnya bisa ia datangi.

Dan di dunia itulah ia pertama kali bertemu seseorang yang kelak menjadi bagian terpenting dalam hidupnya.

---

Pertemuan itu terjadi ketika Naruto masih berusia lima tahun.

Hari itu tidak berbeda dari hari-hari lainnya. Naruto mengikuti Ka-chan ke dalam hutan, berlari terlalu jauh, lalu kehilangan arah seperti biasa.

Ka-chan telah berkali-kali memperingatkannya agar tidak berjalan sendirian.

Naruto tentu saja tidak mendengarkan.

Anak itu berlari sambil mengejar sesuatu yang bahkan sudah tidak diingatnya ketika tiba-tiba kakinya tersandung.

Tubuhnya jatuh ke depan.

Naruto: Across the MirrorStories to obsess over. Discover now