Malam itu, hujan turun tanpa suara, membasahi jalanan yang hampir tak berpenghuni.
Elarisse Veyna berdiri di depan jendela, memandangi dunia yang perlahan menghilang di balik tirai air. Ia tidak tahu bahwa malam itu akan menjadi awal dari perubahan...
Ada orang-orang yang datang hanya untuk singgah, ada pula yang datang untuk mengubah seluruh arah hidup seseorang.
Begitu pula dengan Elarisse Veyna.
Hari itu seharusnya menjadi hari biasa. Tidak ada yang istimewa, tidak ada yang perlu dikenang. Namun, tanpa ia sadari, langkah kecil yang ia ambil membawanya pada dua sosok yang kelak akan menjadi bagian paling rumit dalam hidupnya.
Elvarian Rhae dengan tatapan dinginnya.
Caelviro Arden dengan senyum yang sulit dipercaya.
Elarisse belum tahu, bahwa sejak pertemuan pertama itu, takdir telah mulai menulis kisah mereka.
Dan ketika perasaan mulai tumbuh di antara ketiganya, tidak ada seorang pun yang benar-benar siap dengan akhir dari cerita tersebut.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.