1. Senjata Makan Tuan

6.5K 208 8
                                        

Cerita, tokoh, nama, tempat, kejadian, dan segala bentuk peristiwa yang terdapat dalam cerita ini merupakan karya fiksi semata dan dibuat untuk tujuan hiburan.

Apabila terdapat kesamaan nama, karakter, tempat, maupun kejadian dengan kehidupan nyata, hal tersebut tidak disengaja dan tidak dimaksudkan untuk menggambarkan orang atau peristiwa tertentu.

Segala tindakan dan perilaku tokoh dalam cerita tidak untuk ditiru atau dijadikan contoh dalam kehidupan nyata.

Ada sedikit perubahan waktu tak seperti dicerita Aprata dan Ajeng. Mohon di maklumi.

Selamat membaca dan nikmati ceritanya.


"Lala, pacar gue." ucap Bayu pada Lala yang berada di sampingnya.

"Parka." dia mendekatkan kepalan tangannya, mengajak Lala tos ala-ala cowok. Lala mengepalkan tangan dan menabrakannya malu-malu.

Lala senang, teman kecilnya yang sudah cukup lama jadi pacar itu mau mengenalkannya pada teman-temannya.

Bayu cukup kaya di tempatnya, tapi masih mau dengannya yang hanya tinggal di rumah om dan tante.

"Lala."

"Gue ke lapangan lagi." ucap Parka ramah sambil berlari ke lapangan dan main basket.

Lala menatap Bayu yang menyuruhnya duduk menunggu. "Udah senengkan? Sekarang kita ga perlu sembunyi-sembunyi pacarannya.." lalu dia usap puncak kepala Lala.

Lala tersenyum dan mengangguk. Tak ada alasan lagi untuk dirinya cemburu saat Bayu di dekati anak perempuan kelas lain.

"Aku juga mau main basket dulu, kamu tungguin ya.."

Lala mengangguk, dia akan setia menunggu. Bayu sungguh teman sekaligus pacar yang baik.

Apapun akan dia lakukan untuknya.

Parka mulai mengoper bola pada temannya lalu berebut dengan Bayu.

"Jadi dia, Bay?" ucap Parka sambil mengoper bola basket ke orang lain.

"Hm, poloskan? Dia belum ke sentuh siapa pun, gue mau tidurin dia tapi caranya harus alami, bro. Dia diajak begituan pasti ga akan mau.."

Parka merangkul Bayu. "Gue ada cara, si Wildan sering di club, dia suka jebak cewek-cewek polos pake obat." bisiknya.

"Lo serius?"

Parka mengangguk. "Lo milikin sepenuhnya pacar lo itu. Cakep, sayang banget kalau ga kena." bisiknya lalu tersenyum dan menepuk bahunya.

Tak ada yang tahu, betapa buruknya Parka semenjak bergaul dengan anak-anak pejabat kaya yang sering berurusan dengan obat dan alkohol di bawah umur.

Untuk obat terlarang memang Parka tak pernah tertarik, dia aman. Tapi soal nakal yang lain dia pernah coba.

Wildan pengguna, pengedar berbagai jenis obat. Satu sekolah sudah banyak yang kena korbannya.

Sebagai teman dekat, dia hanya bisa seperti barusan. Merekomendasikan obat lalu dia dapat kesenangan masuk ke club tanpa harus menggunakan KTP.

Pergaulan memang jahat.

Di rumah sebagai anak baik-baik, tapi saat menginap di rumah teman Parka berubah jadi anak berandalan.

Parka pernah terlibat pembullyan walau berhasil ditutup dengan uang. Tentu tanpa orang tuanya tahu.

Untuk membully dia sudah tobat.

Parka dan LalaStories to obsess over. Discover now