Pagi yang cerah untuk menyambut hari. Sebuah BMW putih melaju pelan menuju sebuah sekolah yang berdiri di balik gerbang besar bertuliskan Kwangya High School. Jalan beraspal yang membentang menuju area utama masih dikelilingi pepohonan rindang di kedua sisinya. Di ujung jalan yang bercabang dua, sebuah gedung putih yang cukup besar berdiri tepat di tengah. Mobil itu pun berbelok ke arah kanan.
Mobil kemudian berhenti di beranda hall yang menjadi area drop-off, bergabung dengan deretan mobil lainnya. Pintu mobil terbuka dan seorang gadis berambut blonde turun dari dalamnya. Kulit putih susunya sedikit pucat, parasnya sangat cantik, dan rambut pirangnya dicepol menjadi dua disisi kanan dan kiri dengan pita berwarna pink dan menyisakan poni tipis.
Sebuah nametag bertuliskan Kim Winter terpasang rapi di seragam sekolahnya yang berwarna burgundy. Winter tersenyum kecil saat matanya menyapu suasana sekolah yang ramai. Beberapa gantungan kunci berbentuk boneka monyet dan bebek yang tergantung di tasnya ikut menari mengikuti setiap langkahnya. Sesekali Winter melirik ke sekeliling dengan tatapan penasaran. Hari pertamanya di Kwangya High School akhirnya dimulai.
Hampir semua murid yang berada di sana menoleh ke arah Winter. Rambutnya yang dicepol dua dengan pita pink ditambah tas ransel putih yang dipenuhi gantungan kunci berbentuk boneka, memang membuatnya terlihat begitu lucu. Namun, justru itu membuatnya terlihat sangat kontras dengan murid-murid lainnya, bahkan dengan gedung sekolah itu sendiri.
Entah kenapa, suasananya terasa... kelam.
Interior gedung sekolah di dominasi warna biru tua, seolah-olah sang pembuat benar-benar jatuh cinta pada warna tersebut. Ini membuat suasananya terasa sedikit dingin. Lampu besar yang menggantung tepat di atas hall bahkan menjadi satu-satunya benda yang paling terang di sana.
Kwangya High School merupakan salah satu sekolah elite yang cukup terkenal di Seoul. Sekolah ini dikenal memiliki banyak murid berprestasi dan juga memberikan berbagai program yang membantu para muridnya untuk masuk ke perguruan tinggi bergengsi dengan peluang yang nyaris sempurna. Sekolah ini membedakan antara gedung sekolah laki-laki dan perempuan. Gedung di sisi kanan, yang didominasi warna abu-abu, merupakan gedung untuk murid perempuan. Sementara itu, gedung di sisi kiri yang juga didominasi warna abu-abu namun lebih gelap adalah gedung untuk murid laki-laki.
Mata-mata tajam dan bisikan-bisikan kecil terus mengikuti langkah Winter yang berjalan menyusuri lorong sekolah. Namun, gadis itu terlihat tidak cukup peduli. Ia justru terus mengembangkan senyumnya dan sesekali menyapa beberapa murid yang berpapasan dengan ramah, walaupun tidak mendapat respon yang semestinya.
Beberapa ruangan di lantai satu sudah ia lewati, tetapi ruangan yang sedang dicarinya tak kunjung ditemukan. Winter akhirnya berinisiatif untuk bertanya kepada beberapa murid di sekitarnya, tapi para murid itu justru pergi tanpa mau mendengarkan.
Sampai akhirnya, seorang gadis berambut panjang berwarna cokelat menghampirinya.
Gadis itu memiliki paras yang cantik, kepala kecil, mata bulat, serta kaki jenjang yang membuat penampilannya terlihat anggun. Senyum manis terus menghiasi wajahnya memperlihatkan dua gigi kelinci yang lucu.
"Kamu murid pindahan itu ya?"
Winter tersenyum lebar lalu mengangguk penuh semangat. "Iya."
"Kamu lagi cari ruang guru, 'kan?" tebak gadis itu. "Ruang guru ada di lantai dua. Kamu lurus aja, terus belok kiri. Di situ ada tangga buat naik ke atas. Nanti jalan lurus aja, ada tulisannya kok."
Winter menggenggam kedua tangan gadis itu dengan wajah berbinar. "Terima kasih banyak!"
Gadis itu sempat terkejut dengan reaksinya yang begitu antusias. Winter segera merogoh tas ranselnya. Ia mengeluarkan sebuah pin peniti bergambar bebek kuning yang lucu lalu menyodorkannya kepada gadis itu.
YOU ARE READING
AFTERMATH
FanfictionSeorang murid pindahan bernama Kim Winter masuk ke dalam sekolah yang dikenal sebagai sekolah yang menampung para murid elite namun bermasalah bernama Kwangya High School. Pribadinya yang super ceria dan lucu sangat kontras dengan suasana di sekolah...
