Di dunia ini, tidak semua orang dapat menjadi pahlawan.
Sebagian besar hanya menjalani hidup seperti biasa. Bekerja, pulang, lalu menyambut hari baru.
Dan bagiku...
Kehidupan seperti itu sudah lebih dari cukup.
BRAANG!
Suara tutup tong sampah menghantam tanah, memecah keheningan malam.
"Kejar dia!"
Derap langkah kaki bergema di sebuah gang sempit.
Beberapa pria berjaket geng motor berlari memasuki gang. Sebagian membawa rantai besi, sementara yang lain menggenggam balok kayu.
"Nihil! Gang ini buntu!"
"Kalau begitu, kepung dia!"
Di ujung gang...
Seorang pemuda berdiri dengan napas memburu.
Sudut bibirnya robek. Debu dan bekas injakan sepatu menempel di jaket yang dikenakannya.
Di belakangnya, seorang siswa SMA memeluk tasnya erat. Wajahnya pucat, sementara tubuhnya terus gemetar.
"K-Kak..."
Pemuda itu mengangkat sebelah tangannya, memberi isyarat agar anak itu tetap tenang.
"Tetaplah di belakangku."
Belasan pasang mata menatapnya dengan sinis.
Pemimpin geng itu melangkah maju sambil memutar rantai besi di tangannya.
"Hanya demi seorang anak sekolah, kau berani menghalangi urusan kami?"
Pemuda itu mengusap darah di sudut bibirnya dengan ibu jari.
Tatapannya tetap tenang.
"Anak itu tidak melakukan kesalahan apa pun."
"Jangan ikut campur, dan jangan cari masalah."
Keheningan sejenak menyelimuti gang itu.
Lalu, pemuda itu menghembuskan napas pelan.
"Jika memalak anak sekolah memang pekerjaan kalian..."
Ia mengangkat pandangannya dan menatap lurus ke arah mereka.
"...maka benar."
"Aku memang sedang mencari masalah."
Keheningan itu hanya berlangsung sesaat.
Salah seorang anggota geng tersenyum sinis.
"Keberanianmu patut dihargai."
Ia memutar rantai besi di tangannya.
"Sebutkan namamu. Setidaknya kami tahu nama orang yang akan kami hajar malam ini."
Pemuda itu tersenyum tipis.
"Panggil saja aku Darc."
"Baiklah, Darc."
Senyum pria itu perlahan menghilang.
"Hajar dia!"
Belasan orang menyerbu secara bersamaan.
Darc segera mengambil langkah mundur setengah langkah.
DUG!
Balok kayu yang mengarah ke kepalanya berhasil ia tepis dengan lengan kirinya.
Dalam waktu yang hampir bersamaan, tinju kanannya menghantam wajah penyerang di depannya.
BUAGH!
Pria itu langsung tersungkur ke tanah.
Namun serangan berikutnya datang tanpa memberinya celah.
Rantai besi menyambar dari sisi kanan.
Darc memiringkan tubuhnya hingga rantai itu hanya mengenai ujung jaketnya.
Ia membalas dengan tendangan ke arah perut lawannya.
Lawan itu terlempar dan menabrak temannya.
"Apa hanya segini kemampuan kalian?"
Belum sempat ia menarik napas, dua orang lainnya sudah menerjang dari belakang.
Sebuah balok kayu menghantam punggungnya.
Tubuh Darc terdorong beberapa langkah ke depan.
Belum sempat ia memulihkan keseimbangan, sebuah pukulan kembali menghantam wajahnya.
ESTÁS LEYENDO
Full armor Zero sense (Original Story)
FantasíaApa bayangan kalian tentang seorang pahlawan? Kuat? Tangguh? Bijaksana? Berhati mulia? Lalu bagaimana jika, saat dunia berada di ambang kehancuran, pahlawan yang dinantikan justru hanyalah enam orang biasa yang bahkan tak pernah membayangkan diri me...
