Bagaimana bisa seorang perempuan bisa mencintai lelaki sebegitu hebatnya. Tanpa memikirkan nasib nya sendiri
Banyaknya kekurangan, kecerobohan, dan kebohongan yang selalu dielukan tapi tidak dapat mengurangi rasa cinta dan sayang nya. Padahal jika di lihat dari sudut pandang pihak ketiga itu hanya kenaif an perempuan jenaka
Nana termenung setelah mengantar lelaki nya itu selama diperjalanan pulang. Sebelum pamit, ia selalu mengaung kan untaian kata kepada lelaki nya itu
"Terimakasih untuk bantuan hari ini. Aku mencintaimu" Terkesan klise.
Tapi, setiap kata pamit nya itu tidak kunjung mendapatkan sepatah kata balasan yang ingin Nana dengar.
Lelaki nya hanya tersenyum. Lalu melambaikan tangan sambil berkata
"Hati hati dijalan"
Hari hari berikutnya entah esok, lusa, dan seterusnya selalu seperti itu.
20 Maret 2025
Sudah dua Minggu tidak bertatap. Akhirnya hari ini tiba ia bertemu sang lelaki yang dibanggakan nya
Sambutan nya selalu hangat. Pelukan yang ia eratkan benar benar sesuatu yang menyerap energi Yang demi menyambut pekerjaan pagi hari itu
"Aku merindukan mu! Sungguh, demi apapun rasanya seperti kehilangan setengah energiku ketika kita berpisah beberapa Minggu ini"
Tidak ada jawaban. Reii hanya tersenyum sambil menopang pipi perempuan nya yang berbinar
Yang Nana lihat dari lelaki nya hanya seutas tanggung jawab yang besar. Pekerja keras yang tidak sempat tidur. Ia tahu betul bagaimana besarnya perjuangan sang lelaki. Maka dari itu, ia tidak pernah merengek meminta berlebih
Padahal sebetulnya ia perempuan yang manja.
Nana pikir pertemuan kali ini adalah salah satu motivasi hidup besarnya untuk terus hidup sehari lagi lagi dan lagi. Sampai ia mendapatkan kabar seperti,
"Bagaimana hubungan kalian berdua? Semua aman, bukan? Dek! Asalkan kamu tau, dia menceritakan tentang mu seperti orang sakau yang siap menerima cintamu tumpah ruah" perkataan temannya melantur.
" Dia pasti membawakan mu buah tangan yang banyak, bukan? Setelah berminggu-minggu pulang ke kediaman nya "
" Dia bercerita dengan lantang tentang mu tau! Dia juga membawakan ku buah tangan, tidak banyak tapi aku cukup senang menerimanya. Katanya itu khusus ku" Lagi lagi temannya itu melantur.
Tertegun. Hati Nana tiba tiba mencelos, itu adalah ekspektasi nya terhadap sang lelaki. Tapi diberikan kepada perempuan lain!
Senyum lembut Nana pudar seketika saat mendengarkan cerita sang teman perempuan yang ia agungkan sebagai kakak perempuannya.
Tidak tidak. Harusnya ekspektasi nya itu tidak didapatkan di perempuan lain. Seharusnya ia sendiri yang mendapatkan karena begitu mendambakan sang lelaki
Tidak ada penjelasan, tidak ada kata maaf yang keluar, dan tidak ada kata apapun yang membahas perjalanan dua Minggu tanpa Nana saat itu.
Satu kali. Di maafkan
Dua kali. Di ampuni
Tiga kali. Tidak pernah ia ingat
ESTÁS LEYENDO
Statis Home
Misterio / Suspensosukar untuk lisannya mengeluarkan juntaian aksara yang menari dalam belukar pikir kecilnya yang diforsir lebih untuk merealisasikan rasa dalam relung jiwa.
