01.

30 4 0
                                        

"Kalau udah gede, Kak Jiza nikah sama Ava ya!"

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Kalau udah gede, Kak Jiza nikah sama Ava ya!"

"Ya!"


𓆩✦𓆪

Omongan kedua anak kecil itu akhirnya terkabul.

Dulu mereka akur, tapi mereka juga sering bertengkar, mereka berdua sering bercerita tentang diri mereka sendiri atau lingkungan mereka.

Hari ini di sebuah rumah sederhana ada dua orang yang sedang berbicara, atau lebih tepatnya ialah berdebat.

"Ngapain liat-liat?." tanya seorang lelaki manis kepada orang yang lebih tinggi darinya, tidak lupa dengan nadanya yang ketus.

Pria itu hanya menghembuskan napasnya."Sejujurnya aku tidak ingin menikah denganmu." ucapnya sembari melihat malas kearah laki-laki itu.

"Aku juga tidak mau!" ucapnya.

"Bohong! Dulu kau bilang hal itu, aku mencatatnya di buku catatan milikku." gumamnya Jinza saat itu juga.

Dulunya mereka mengincar jurusan Psikologi, tapi tiada yang berhasil masuk jurusan itu.

Chava Noline justru masuk Jurusan Sastra Indonesia Universitas Indonesia, dan Jinza Carravine masuk ke jurusan Kedokteran Universitas Indonesia.

Sayangnya mereka berdua kalah, tiada yang berhasil masuk ke Jurusan Psikologi.

Flashback on

"Halah, kamu pasti nggak bisa masuk psikologi!" ejek seorang lelaki kepada orang di depannya.

Anak lelaki yang Chava ejek juga tak terima. "Kamu juga nggak bakalan bisa masuk situ! Kamu aja keras kepala!" ucap Jinza kepada laki-laki manis itu.

Mereka berdua saling ejek sampai akhirnya bel pulang sekolah berbunyi, dan saat itulah pertengkaran mereka berakhir.

Flashback off

Tapi keduanya tetap hebat, karna mereka berhasil menyandang gelar ini

Dr. Chava Noline, S.S, M.Hum.

Hum

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


​Dr. dr. Jinza Carravine, M.Biomed.

"Sudah-sudah, ayo berangkat kerja

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


"Sudah-sudah, ayo berangkat kerja." ucapnya sembari mengambil kunci mobil miliknya.

"Ambilkan kunci milikku juga!" ucap lelaki manis itu.

Jinza hanya mengangguk dan mengambilkan kunci mobil milik lelaki manis itu.

Ia langsung melemparkan kunci mobil itu kepada Chava, kemudian ia keluar dan menyalakan mobilnya.

"Bisa-bisanya malah dilempar!" ucap Chava yang ikut keluar, ia juga menyalakan mobilnya.

Mereka berdua memakai mobil masing-masing, karna tujuan mereka memang berbeda, Chava ke perusahaan tempat ia bekerja, dan Jinza ke rumah sakit.

Mobil milik pria itu tepat berada di belakang mobil milik lelaki manis bernama Chava.

Tak lama kemudian mobil Chava berhenti di sebuah gedung, setelah itu mobil Jinza juga berhenti tidak jauh dari gedung tempat Cheva parkir

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Tak lama kemudian mobil Chava berhenti di sebuah gedung, setelah itu mobil Jinza juga berhenti tidak jauh dari gedung tempat Cheva parkir.

Tempat bekerja mereka memang tidak terlalu jauh, bahkan bisa dibilang dekat.

Setelah itu Jinza masuk ke dalam rumah sakit itu, dan ia disambut oleh temanya Herzan. "Gimana kemarin?" tanyanya.

"Apanya?" tanyanya.

Herzan berdecak saat itu juga. "Operasinya!" ucapnya.

"Berjalan lancar, sepertinya sekarang keadaan pasien telah membaik." ucapnya.

TBC

JANGAN LUPA VOTE!

Talk About The PastStories to obsess over. Discover now