Ini "bukan" kisah cinta Romeo dan Juliet, ini hanyalah kisah Listya Anantari seorang santriwati biasa dengan Fathan Az-zamaksyari seorang Gus.
Saat keduanya mulai menaruh perasaan,dan di saat itulah keduanya di sadarkan oleh takdir yang tak sesuai d...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"Anaa!Ayo...cepetan,"seru Sindi dari luar kamar Asrama.
"Kalian duluan aja...Aku nyari buku dulu."Dari dalam Asrama, Anantari sibuk mencari bukunya yang entah ia terakhir di simpan di mana.
"Yaudah...kita duluan.yo bel, il."Sindi mengajak dua temannya yang sudah siap.
"Ana,kita duluan ya,"ucap bela dan ila.
"Iyaaaa"sahut Anantari.
"Astaghfirullah, hari ini aku ceroboh banget sih."Anantari sedikit mengacak kepalanya yang sudah memakai kerudung.
Dua menit kemudian...
"Alhamdulillah,akhirnya ketemu."Anantari menemukan bukunya yang terselip disalah satu kitabnya.
Ceklek. Suara pintu tertutup pelan.Anantari melangkah keluar. Karna Asramanya di lantai ke tiga yaitu lantai teratas, Anantari terpaksa mempercepat langkahnya menuruni setiap anak tangga, ia takut telat dan alhasil tak bisa mendengar tausiyah dari Abah yai, karna setiap yang beliau sampaikan adalah motivasi semangat nya untuk belajar.
Saat bangunan masjid sudah terlihat dekat dari pandangannya,Anantari lebih mempercepat langkahnya.
"Aduh ...ko bisa belum di kancingin sih,"ucapnya baru ngeh , kerudung yang tadi menutupi dadanya terbang karna hembusan angin terlihat jelas baju bagian atasnya belum terkancing sempurna,Anantari mengancingi bajunya sambil terus berlari,karna ketidak fokusannya melihat kedepan...
Brukk.
"A-duh,Mas.Sa-ya estu estu nyuwun panga-punten."Nafasnya masih ngos ngosan.Segera ia membereskan buku yang berserakan di lantai tanpa melihat siapa laki- laki yang ia tubruk.
Astaghfirullah, kenapa sih dengan aku ?Kan udah tau kalau tergesa gesa itu perbuatan dari setan ,masih aja di lakuin. Gerutunya dalam hati.
Anantari berdiri dengan rasa tak enak hati, "Nih Mas bukunya.Sekali lagi saya bener bener minta ma-,"ucapannya terhenti saat melihat laki-laki yang ia tubruk ternyata...
Gus Fathan?.Batinnya
"Iya,gak papa.Santai aja mbak,"balas laki-laki itu,mengambil buku dari tangannya Anantari.
"Kalau begitu,saya duluan.Assalamualaikum." Laki-laki itu melangkah pergi.
"Waalaikumsalam."
"Gus Fathan bukan sih? Eh ,tapi bukannya beliau masih di Tarim, ya?"gumamnya.Anantari melihat punggung laki- laki itu yang sudah menjauh dari posisinya.
Anantari kembali melangkahkan kakinya,sekarang lebih pelan dari ukuran sebelumnya takutnya ia ceroboh lagi sampai menabrak orang. Sesampainya di masjid ,ia menaiki anak tangga karna posisi santriwati terletak di lantai kedua sedangkan untuk santri di lantai bawah.