We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Hari Bahagia

35 4 0
                                        

Tiga hari menjelang hari bahagia Selena, gadis itu kedatangan tamu atau bisa dibilang sahabat-sahabatnya yang berada di Aussie. Ada Reya dan Wilona, si gadis pirang yang sudah menarik perhatian Rio sejak kedua sahabat kakaknya menginjakkan kaki di rumah mereka. Reya dan Wilona juga sama seperti Selena, keduanya berdarah asli Indonesia yang memilih menyelesaikan pendidikannya di luar negeri.

"Masih nggak nyangka gue lo mau nikah. Pantes aja pengen cepet balik ke Indo," ujar Reya.

"Bener kata Reya, gimana deh ceritanya? Lo 'kan pulang belum lama Le. Kok tau-tau mau nikah aja?" tanya Wilona.

"Kita nggak pernah denger lo punya pacar di sini." Lagi-lagi Wilona setuju dengan perkataan sang sahabat, gadis itu pun menganggukkan kepalanya.

Selena yang baru saja selesai membalas pesan Jisan pun terkekeh sebelum menjawab rasa ingin tahu sahabat-sahabatnya.

"Gue emang nggak ada pacar sebelumnya, nikah juga karena dijodohin," jawab Selena.

"Kok lo mau dijodohin?" tanya Reya.

Selena tersenyum mengingat sosok kekasih hatinya. "Ya... karena gue emang udah suka sama Jisan dari sebelum pindah ke Aussie."

"Keren, bisa tahan ya lo bertahun-tahun. Pantes susah dideketin," tutur Wilona.

"Tapi lo berdua sama-sama mau?" tanya Reya.

"Iya, sebelum resmi dijodohin juga kita baru banget pacaran."

Reya bergumam seraya mengusap-usap dagunya sendiri. Ia pun memicing ke arah Selena dan membuat Selena dan Wilona keheranan.

"Kenapa sih lo, Rey?" tanya Wilona.

"Lo nggak hamidun di luar nikah, 'kan?" tanya Reya dengan nada berbisik yang masih bisa didengar oleh keduanya.

Selena mendadak gugup dengan sepasang obsidiannya membola terkejut. Begitupun dengan Wilona yang langsung meraup bibir Reya menggunakan tangan kanannya.

"Sembarangan aja lo kalau ngomong," tegur Wilona.

Gadis berambut sebahu itu mengerucutkan bibirnya. "Gue 'kan cuma nanya."

"N-nggak lah, ya kali gue hamil duluan!" sangkal Selena.

Wajah gadis itu sudah memerah karena malu. Walaupun kenyataannya tidak seperti yang Reya duga, tapi mengingat kembali alasan ia dinikahkan karena apa membuatnya selalu saja merasa malu.

"Oh iya, Le. Jake sempet nemuin kita berdua sebelum kita pulang ke Indonesia," ujar Reya.

Entah kenapa atmosfer di kamar Selena mendadak berubah setelah nama seorang laki-laki keluar dari mulut Reya. Kedua gadis itu yang berstatus sebagai sahabat dari tuan rumah saling bertukar lirik melihat Selena tidak merespon apapun.

"Le, sorry banget... mungkin lo nggak suka bahas soal Jake lagi..."

Selena menggelengkan kepalanya sebelum Reya menyelesaikan ucapannya. Gadis itu tersenyum menatap kedua sahabatnya.

"Nggak papa kok. Dia ada bilang sesuatu?" tanya Selena.

"Dia nanya, kenapa lo makin susah buat dihubungi."

"Gue udah minta dia buat nggak ganggu gue lagi," lirih Selena.

Wilona menghela napasnya sejenak. "Gue juga heran, kenapa dia masih ngejar lo ya? Nggak ada kapoknya itu orang."

Reya mengelus pundak Selena, membuat sang sahabat yang tadinya menunduk murung kembali mendongak.

"Udah, nggak usah lo pikirin. Sebentar lagi lo mau nikah, semoga aja Jake nggak bakal ganggu lo lagi. Dia juga nggak tau 'kan rumah lo di mana. Maaf juga gue jadi ngingetin lo tadi," jelas Reya.

SALAH PAHAM ft. JiChen [REPUBLISH]Stories to obsess over. Discover now