Seperti biasanya, Asha datang ke kampus dengan pakaian penuh warnanya. Di saat orang-orang di Fakultas Pertanian ini mengenakan pakaian dengan warna gelap, dia dengan percaya diri mengenakan jeans denim dan baju kotak-kotak kecil berwarna merah dan putih.
"Tema hari ini apa, Sha?" seru salah satu teman satu prodinya.
"Strawberry cake!" jawabnya lantang.
Senyuman di wajahnya tidak pernah lepas jika sudah berbicara dengan manusia lain.
"Lo emang ngga cape jadi extrovert?" Tanya perempuan dengan celana putih dan baju hitam itu saat Asha sudah duduk di gazebo tempat mereka berkumpul.
"Emang Lo udah cape?" tanya Asha.
"Hari ini? Belum dimulai aja udah cape. Mana panas terik banget lagi!" keluh perempuan itu.
"Makanya pake baju nyentrik kaya gue gini, Det. Matahari ngga berani nyentuh gue, kalah bersinar soalnya," candanya sambil mengibaskan rambutnya yang hari ini di kepang dua.
"Masuk akal, sih ..." gumam Odette.
"Ayo ke Laboratorium, kita hari ini praktikum!" ajak Odette sambil menarik tangan Asha.
Asha pun membiarkan tangan dengan tatto salib itu menyeretnya dari gazebo. Mereka harus rebutan kalau ke Laboratorium, bukan karena ruangannya sempit, tapi Asha dan Odet punya tempat tersendiri.
Di Laboratorium Pertanian, anak-anak prodi Ilmu Tanah ini sedang mengukur kadar unsur hara, seperti Nitrogen, Fosfor dan Kalium, tujuannya untuk mengetahui kesuburan tanah.
"Lo gimana sama Anak Teknik itu?" tanya Odet tiba-tiba.
"Lo kalo nanya bisa bissmillah dulu, ngga? Kaget, anjir!" sahut Asha.
"Gue Kristen, jelas ngga bissmillah," jawab Odet.
Asha terkekeh kecil mendengarnya. Ada benarnya juga pikirnya.
"Bego, hahahaha!" tawa Odet.
"Ya ... ngga tahu, deh! Masa dia bilang gue mirip mantannya pas cemberut!" sebal Asha.
"Bener kata, Aliyah ..." Odet menjeda kalimatnya, sementara Asha rela menghentikan kegiatannya hanya untuk menunggu kelanjutan kalimat Odet.
"Cowok redflag memang lebih menarik," lanjutnya.
"Sepakat!" sahutnya.
"Kenapa Lo ngga sama anak Agribisnis itu aja, sih?" tanya Odet.
"Dave?" tanya Asha.
"Siapa lagi? Gue inget, ya ... tahun lalu Lo bilang kalian pacaran. Tapi, tiba-tiba aja Lo bilang dia najis!" sindir Odet.
Asha spontan terdiam, kepalanya mengingat kejadian setahun yang lalu saat dia masih menjadi Mahasiswa Baru di Universitas Sriwijaya ini.
"IHHH! GELI!!"
Bugh!
"Aw!" Asha mengelus lengannya yang ditabok oleh Odet.
"Tenangin diri Lo!" bisik Odet.
Asha spontan menutup bibirnya dengan telapak tangannya.
"Maaf, tiba-tiba ingat gue alay banget!" kata Asha berbisik.
"Tapi, gue penasaran banget, Sha. Kenapa sampe bubar hubungan Lo sama dia?" tanya Odet.
"Pernah nyoba pacaran sama orang yang ngga pernah pacaran? Nah, gue waktu itu ngerasain itu. Hubungannya ngga jalan. Kayak cuma gue yang lagi jatuh cinta," jelas Asha.
Odet menganggukan kepalanya paham.
Namun, sebenarnya bukan oleh itu. Ada hal lain yang selalu mengusik Asha setiap kali dia jatuh cinta atau baru mau memulai hubungan dengan seseorang. Dan saat ini Asha ingin mematahkan hal yang mengusik itu. Bagaimana caranya? Begini caranya ...
TBC!!!
KAMU SEDANG MEMBACA
Gema Membiru
ActionKehidupan Ashandira Aresya sama seperti orang-orang pada umumnya. Kadang dibenci, kadang membenci, kadang juga berhasil membuat sebagian orang bertanya-tanya, apa tips hidup Asha? "Lo kenapa bisa santai di segala situasi, Anjir?" tanya temannya. "...
