Sinopsis

14 1 0
                                        



"Ada tempat yang tidak pernah benar-benar kosong. Tempat yang hanya menunggu seseorang datang... untuk mendengar kisah mereka."

Sudah lima tahun sejak Rumah Sakit Harapan Medika ditutup dan ditinggalkan. Bangunannya kini dipenuhi lumut, jendela-jendelanya pecah, lorong-lorongnya gelap, dan pintunya selalu terkunci rapat. Tidak ada yang berani mendekat.

Konon, rumah sakit itu bukan ditutup karena bangkrut.

Melainkan karena sebuah rahasia yang mengerikan.

Bertahun-tahun lalu, para tenaga medis di sana diam-diam melakukan eksperimen terhadap pasien yang telah meninggal. Tubuh mereka dijadikan bahan percobaan demi ambisi yang tak masuk akal. Sejak rahasia itu terbongkar, rumah sakit tersebut langsung ditutup. Namun, tidak semua yang berada di dalamnya benar-benar pergi.

Orang-orang percaya, arwah para pasien masih berkeliaran di setiap sudut bangunan, mencari keadilan yang tak pernah mereka dapatkan.

Sebagian menganggapnya hanya cerita untuk menakut-nakuti anak kecil.

Sebagian lagi memilih untuk tidak pernah membuktikannya.

Namun, rasa penasaran membawa lima anak SD Aurel, Keira, Alena, Rafa, dan Raka bersama kakak-kakak mereka memasuki rumah sakit itu tanpa sepengetahuan siapa pun. Berbekal senter, kamera, makanan, tenda, dan perlengkapan lengkap, mereka berniat menyelidiki misteri yang selama ini hanya menjadi bisik-bisik warga.

Mereka tidak menyadari satu hal.

Mereka semua pernah menjadi pasien di rumah sakit itu beberapa tahun lalu.

Awalnya, semuanya terasa seperti petualangan yang menyenangkan.

Mereka bercanda.

Merekam video.

Menjelajahi setiap ruangan.

Hingga perlahan, rumah sakit itu menunjukkan wajah aslinya.

Pintu yang tadi terbuka tiba-tiba menghilang.

Lorong berubah tanpa alasan.

Lift bergerak sendiri.

Suara tangisan terdengar setiap malam.

Dan satu per satu, mereka mulai melihat sosok yang seharusnya sudah lama mati.

Di luar sana, kedua keluarga mulai panik saat menyadari anak-anak mereka menghilang tanpa jejak. Laporan orang hilang memenuhi kantor polisi, sementara pencarian besar-besaran dilakukan ke seluruh kota.

Hari berganti hari.

Tidak ada satu pun petunjuk.

Tidak ada satu pun kabar.

Seolah-olah delapan anak itu lenyap ditelan bumi.

Sementara itu, di dalam rumah sakit, persediaan makanan semakin menipis. Luka-luka di tubuh mereka semakin banyak. Ketakutan perlahan berubah menjadi keputusasaan.

Di tengah semua kekacauan, hanya Alena yang mampu melihat kebenaran.

Sebagai seorang anak indigo, ia dapat mendengar tangisan para arwah yang selama ini terjebak. Mereka bukan ingin mencelakai siapa pun.

Mereka hanya ingin didengar.

Mereka hanya ingin dibebaskan.

Namun, untuk menenangkan ratusan arwah yang dipenuhi dendam dan penderitaan, Alena harus mengorbankan dirinya sendiri.

Semakin banyak arwah yang ia bantu, semakin parah luka yang muncul di tubuhnya.

Sampai akhirnya...

harga yang harus ia bayar mungkin adalah hidupnya sendiri.

Akankah semua anak itu berhasil keluar dari Rumah Sakit Terakhir?

Ataukah mereka akan menjadi penghuni baru yang tak pernah bisa pulang?







Rumah Sakit TerakhirStories to obsess over. Discover now