Nama: RAEVAN ZEVA ARRAZI.
Umur: NGKT (Ntar Gue Kasih Tau).
Alamat: BUMI, INDONESIA (kayaknya).
Sekolah: SMAN 1 MALANG.
Itu saja kenalan dari gue... Selanjutnya gue serahin sama my bini...
*******
Karena si beliau tidak mau cerita maka gue sebagai my girlfriend akan menceritakan beliau.
Sesuai yang dia tulis, dia bernama RAEVAN, kelas XI IPA-1. Dia introvert, kalo ngomong ngirit kayak pengeluaran anak kost di akhir bulan, sikapnya cool layaknya gunung Everest.
Suatu saat di lapangan, saat gue dan temen gue sedang mencari barisan kelas untuk upacara, suasana ramai bagai nonton konser di alun-alun. Gue ketingsal, maklum gue pendek kayak botol Yakult. Gue mencari-cari barisan sampailah gue nyasar di kelas nya si cowok introvert itu.
Awalnya gue nggak nyadar yakan, lama-lama kok asing ya makhluk hidup nya? Gue berpikir dalam hati 'ini mata batin gue kebuka kali ya?'
Nah, sampailah si manusia Everest itu bersama friends nya.
"Van lo udah ngerjain pr matematika?"
"Belum," jawabnya datar.
Gue denger sejumput bagai sejumput garam yang masuk ke telinga. Gue batin lagi, 'kenapa ada yang namanya Raevan di kelas gue? perasaan kagak ada,'
Si sosok Everest itu tanpa sengaja melihat gue, dari tatapannya serem bagaikan teror poci yang viral di tengah keramaian tok-tok. Namun sialnya temen nya si Everest itu malah mendorongnya dan alhasil itu makhluk halus jatuh bersama gue.
'Apes-apes...' dongkol gue.
"..."
Waktu seperti berhenti, semua riuhan mendadak hilang dan dunia menjadi sunyi sekejap. Gue perhatikan wajahnya bagai bak laksana rembulan yang bersinar tertimpa raja siang.
Gue perhatikan matanya. Bulu mata yang sedikit panjang seperti perhiasan yang amat menggoda. Belum lagi kedua bola matanya yang hitam menatap tajam ke arah mata gue. Alisnya yang berkerut membuat pemilik wajah itu amat sempurna ketampanannya.
Mata gue masih menari-nari, bergantian melihat anggota wajah lainnya. Tepat saat kedua mata gue melihat, hidungnya... Hidung itu amat mancung dan sangat pas dengan parasnya.
Pipinya yang menggemaskan bagi gue dengan ada sedikit dekokan saat sedang menatap bingung, membuat jantungku berdebar dan terjun bebas kedalam lautan cinta.
Belum lagi bibirnya. Bibirnya berwarna ke merah muda. Gue nggak tau ini pakai lipstik atau apa dengan bibirnya yang yang pas dengan ukurannya.
"Excuse me?"
Suaranya bagaikan lagu yang lembut masuk di dalam telinga, seketika itu semua angan-angan sirna sekejap.
"Eh? Maaf-maaf," gue salah tingkah.
Dia melirik gue sekali lagi,
"Apa liat-liat? Loo suka ya sama gue?" Tanya gue sembarang.
"Ck, geer."
YOU ARE READING
RAEVAN
RomanceApa yang bakalan terjadi? ketika seorang introvert bernama Raevan Zeva Arrazi bertemu dengan Agita Nur Ramadhani di sebuah tempat bernama lapangan? Akankah mereka hanya berteman saja? Atau mungkin mereka malah menjadi pasangan yang sampai langgeng...
