"SEHARUSNYA DARI AWAL SAYA TIDAK MEMBERIKAN RASA PERCAYA PADA SEORANG MANUSIA BEJAT SEPERTI ANDA, LAKI LAKI MACAM APA YANG BERANI BERMAIN DENGAN WANITA LAIN DIBELAKANG ISTRINYA SAMPAI MEMILIKI ANAK, CUKUP SAMPAI DISINI SAYA AKAN MEMBAWA ANAK SAYA KEMBALI SAYA AKAN MENGURUS PERCERAIAN KALIAN SECEPATNYA"
Suara itu selalu terngiang ditelinga Narendra, meskipun saat itu usianya baru menginjak 6 tahun tapi dia tau bahwa orang itu berbicara dengan nada marah pada orang yang ada dihadapannya, matanya memerah dengan tangan mengepal kuat seakan siap untuk menerjang orang yang sedang berdiri di depannya.
Narendra Wijaya, putra pertama dari Adipati Wijaya
memiliki marga Wijaya membuat hidupnya sangat terlihat bahagia, bagaimana tidak Adipati Wijaya atau Narendra sering menyebutnya dengan sebutan Ayah itu adalah pengusaha besar dan keluarga Wijaya adalah keluarga terkaya nomor 2 di Indonesia tidak ada yang tidak mengenal silsilah keluarga Wijaya, ditambah lagi Adipati menikah dengan seorang wanita cantik yang merupakan pemilik hotel bintang 5 yang bercabang di seluruh Indonesia sekaligus model internasional, anak dari konglomerat yang masuk dalam kategori top 10 orang terkaya sedunia bayangkan semewah apa kehidupannya
Lestari Diningrat putri ke 3 dari Bramantyo Diningrat sejak kecil hidupnya selalu dipenuhi dengan kemewahan dan kasih sayang dari orang tua serta kedua kakaknya menjadikannya tumbuh menjadi wanita yang memiliki hati bak bidadari bukan hanya wajahnya yang cantik tetapi kepribadiannya pun tidak kalah dari parasnya
Ayah Lestari adalah sahabat karibnya Ayah Adipati, bahkan sejak sebelum menikah mereka sudah bersepakat untuk memperkuat hubungan persahabatan itu dengan menjodohkan anak-anak mereka, dari sinilah Lestari dan Adipati bisa menjadi suami istri sungguh pondasi yang sangat kuat bukan jika orang terkaya di Indonesia menikah dengan konglomerat terkaya sedunia?
pada kenyataannya didalam rumah tangga lestari dan Adipati tidak begitu banyak sekali rahasia dibalik keharmonisan keluarga Wijaya yang dipandang hangat oleh orang luar itu.
Narendra memiliki 5 Adik laki-laki yang jarak umurnya tidak terlalu jauh darinya sungguh rasanya malas sekali jika harus mengingat bahwa dirinya adalah anak pertama Wijaya, andai saja dia bisa memilih dia pasti akan lebih memilih hidup sederhana tanpa memiliki nama Wijaya dibelakangnya.
Alexandre Wijaya, atau sering dipanggil Alex putra kedua yang memiliki kharisma dan pemikat wanita ya bisa dibilang seperti ayahnya
Alex ini devinisi buah jatuh sepohon pohonnya dari ke 6 anak Wijaya Alex memiliki wajah yang 85% hampir mirip dengan Ayahnya, pemilik senyum manis mata tegas dan ramah tamah berbeda dengan kakaknya Narendra yang sedikit lebih dingin bukan sedikit tapi memang dingin dan cuek adik-adiknya memberi Narendra julukan "manusia batu".
Alvaro Wijaya, putra ke 3 Adipati Wijaya berbeda dengan Narendra dan Alex, Alvaro lebih dikenal dengan sebutan kutu buku, bayangkan ketika masuk ke kamar Alvaro ini rasanya seperti sedang masuk ke museum yang dipenuh penghargaan dari akademik maupun non akademik, memiliki IQ 180 menjadikannya keturunan Wijaya terpintar ya walaupun memang saudaranya yang lain sama pintarnya namun Alvaro ini diatasnya pintar, tidak ada yang berani bertaruh Alvaro kalah dalam sebuah olimpiade ataupun pertandingan olahraga apapun itu kecuali memasak, ingat jangan biarkan Alvaro menghidupkan kompor atau satu bumi akan lenyap karenanya.
Rafael Arkananta Wijaya, lahir di tengah- tengah keluarga yang sangat terpandang tidak membuatnya menjadi orang yang angkuh, hatinya lembut bahkan untuk sekedar membunuh semut pun dia tidak mampu benar-benar devinisi manusia berhati malaikat.
Arvino Wijaya, putra ke 5 Wijaya ini sedikit berbeda dari saudaranya yang lain, kelakuannya bisa bikin geleng-geleng kepala atau bisa juga disebut sebagai karma bagi Adipati
YOU ARE READING
ONE BLOOD 6 DESTINY
General Fiction"janji sama abang ya, apapun yang terjadi kedepannya selalu libatkan Abang jangan pernah lagi melangkah sendirian" Rendra berjalan mendekati salah satu orang yang selama ini tidak pernah ia tanya bagaimana keadaannya, dirinya lupa bahwa bukan hanya...
