We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Bagian 1

203 4 0
                                        

Pukul 07.12.

Langit kota masih berwarna abu kebiruan ketika Ratna turun dari bus kampus. Udara pagi membawa sedikit aroma tanah basah sisa hujan semalam.

Di depan gerbang berdiri gedung Fakultas Kimia yang menjulang dengan dinding kaca dan beton putih. Mahasiswa berlalu-lalang sambil membawa laptop, jas laboratorium, dan gelas kopi yang masih mengepulkan uap.

Ratna berjalan pelan melewati mereka.
Langkahnya tidak pernah terburu-buru,
Bukan karena sengaja.

Memang begitulah dirinya.
Tubuhnya tidak sekuat kebanyakan orang. Sejak kecil ia mudah lelah, mudah pusing, dan sering dianggap terlalu rapuh untuk kegiatan yang menguras tenaga.

Hari ini ia mengenakan kemeja krem longgar, rok hitam selutut, dan rambut panjang yang diikat rendah di belakang leher.

Tidak ada yang mencolok.

Namun banyak orang diam-diam mengenalinya.

Ratna termasuk mahasiswa yang jarang bicara, tetapi hampir selalu mendapat nilai tinggi.

Ia lebih sering ditemukan di perpustakaan daripada di kantin.

Lebih suka mencium aroma buku lama daripada ikut keramaian.

Dan ada satu hal yang sangat ia sukai.

Parfum.

Bukan sekadar memakainya.

Ia menyukai proses di baliknya.

Mencampur molekul aroma.

Memahami bagaimana setetes minyak esensial bisa mengingatkan seseorang pada masa kecil.

Bagaimana aroma bisa menyimpan kenangan.

Karena itulah ia memilih peminatan kimia parfum dan kosmetik.

Para lelaki di kampus pasti tau siapa ratna gadis cerdas dengan kecantikan dan body yang luar biasa , dadanya bulat sempurna sekal belum pernah di sentuh , pinggangnya ramping pas dengan rambut panjang wajahnya kulit nya putih bening tampak mulus , wajahnya teduh jika melihat wajah mungkin mereka akan takut menyentuh ratna krna sangat polos cantik sekali tapi jika melihat tubuh siapapun ingin terlibat dengannya,  ratna sebenarnya masih duduk di bangku SMA kelas 3 tapi krna kecerdasan nya ia bisa mendului teman teman nya ..

Lantai empat.

Laboratorium Fragrance Development.
Ruangan itu masih sepi ketika Ratna masuk.
Deretan botol kaca bening berjajar rapi di rak-rak tinggi.

Label kecil bertuliskan bergamot, vetiver, jasmine, cedarwood, vanilla, musk, dan ratusan bahan lainnya memenuhi ruangan.

Aroma yang berbeda bercampur menjadi satu.
Tidak menyengat.Justru menenangkan.

Ratna menarik napas perlahan.
Ini tempat favoritnya.
Tempat yang terasa lebih nyaman daripada rumah.

Ia meletakkan tas di meja laboratorium dekat jendela.

Belum sempat duduk, pintu ruangan terbuka.

Beberapa mahasiswa langsung menoleh.

Seseorang baru masuk.

"Tumben pagi."

Suara seorang mahasiswa terdengar.

Pria itu tersenyum sambil menaruh beberapa map di meja depan.

Namanya Pandu.

Usianya dua puluh sembilan tahun.

Peneliti muda sekaligus pembimbing praktikum yang cukup dikenal di fakultas.

LENGKET 21+Stories to obsess over. Discover now