34. Curiga

255 54 9
                                        

Hari-hari berikutnya berjalan dengan cepat. Dua minggu menjelang hari pernikahan dinantikan, kesibukan Wenlang dan Gao Tu kian memuncak demi mematangkan persiapan pernikahan mereka. Siang itu, ruang kerja luas sang CEO tampak penuh. Pihak Designer sengaja dipanggil datang ke kantor untuk membawakan setelan jas pernikahan mereka. Ini adalah tahap fitting terakhir setelah beberapa waktu lalu sempat dilakukan revisi pada potongan kainnya. Sesi mencoba pakaian berjalan dengan sangat lancar. Wenlang, Gao Tu, bahkan Shen Lele yang ikut hadir, sudah mengenakan setelan masing-masing. Potongan jas premium itu melekat sempurna tanpa ada satu pun bagian yang kurang.

Namun, tepat setelah Gao Tu selesai menanggalkan jas tersebut dan kembali mengenakan kemeja biasanya, tubuh ramping sang Omega mendadak limbung. Keseimbangannya runtuh begitu saja seiring dengan rasa pusing yang mendadak menghantam kepalanya tanpa peringatan.
Wenlang yang sejak tadi duduk memperhatikan dari sofa langsung menyadari perubahan raut wajah pasangannya. Insting Alpha dominannya berteriak waspada. Dengan gerakan kilat, ia berdiri dan melompat maju, menangkap tubuh lemas Gao Tu tepat sebelum sang Omega menyentuh lantai.

"Sayang, kamu kenapa?!" tanya Wenlang. Nada suaranya meninggi, dipenuhi kepanikan yang tidak bisa disembunyikan. Kedua lengan kekarnya mendekap erat tubuh Gao Tu, menyalurkan topangan penuh.

Gao Tu memejamkan mata erat-erat, meremas pundak Wenlang untuk meredam rasa berputar di kesadarannya. "Tidak apa-apa, hanya sedikit pusing."

Dengan hati-hati, ia menuntun Gao Tu lalu mendudukkannya di sofa panjang. Tanpa membuang waktu, Wenlang langsung meraih cangkir berisi air putih hangat yang tersedia di meja dan menyodorkannya ke arah Gao Tu. "Minum dulu dengan perlahan, Tu."

Gao Tu menyesap air hangat itu sedikit demi sedikit, mencoba mengusir rasa mual samar yang tiba-tiba naik ke ulu hatinya.
Wenlang berlutut di depan sofa, menggenggam tangan Gao Tu yang terasa agak dingin. Matanya meneliti wajah sang Omega dengan cemas. "Wajahmu pucat sekali, Sayang. Kita ke rumah sakit sekarang ya? Aku akan menyuruh Yuan menyiapkan mobil."

"Tidak usah, Wenlang. Jangan berlebihan," tolak Gao Tu lemah, mencoba menyunggingkan senyum tipis untuk menenangkan calon suaminya. "Sepertinya aku hanya kelelahan saja. Beberapa hari ini kita sibuk menyiapkan acara pernikahan kita."

"Bagaimana bisa kamu bilang aku berlebihan?" potong Wenlang, gurat khawatir tercetak jelas di keningnya. "Kamu hampir pingsan di depanku, Gao Tu."

Lele yang sejak tadi memperhatikan ikut berlutut di samping Ayahnya, lalu mengulurkan tangan untuk memegang dahi Gao Tu, memeriksa suhunya dengan raut wajah yang cemas.

"Badan Papa tidak panas, tapi Papa lemas sekali," ujar Lele, menatap Papanya dengan sepasang mata bulat yang mulai berkaca-kaca karena takut. "Ayah benar, Pa. Lebih baik kita ke dokter saja. Lele takut Papa kenapa-kenapa."

Gao Tu mengusap rambut Lele dengan lembut, mencoba memberikan ketenangan pada putranya. "Papa benar-benar tidak apa-apa, Sayang. Hanya butuh duduk sebentar dan memejamkan mata. Jangan khawatir, ya."

Melihat situasi keluarga sang CEO, pihak designer segera merapikan barang-barang mereka dengan cepat. Setelah berpamitan dengan nada sehormat mungkin, mereka langsung meninggalkan ruangan, memberikan privasi penuh bagi keluarga kecil tersebut.

Begitu pintu ruang kerja tertutup rapat, Wenlang langsung menghela napas panjang, mencoba meredam gejolak feromon Alphanya yang sempat tidak stabil karena panik. "Lebih baik sekarang kamu istirahat di kamar." Ia berdiri, lalu dengan gerakan lembut, mengangkat tubuh Gao Tu ke dalam gendongan bridal style.

"Wenlang, turunkan aku. Aku bisa jalan sendiri ke kamar," protes Gao Tu pelan, wajah pucatnya merona tipis karena malu.

"Diam dan bersandarlah, Tu," balas Wenlang pendek dengan suara baritonnya yang berat, sama sekali tidak berniat menuruti protes tersebut. Wenlang membawa Gao Tu melangkah menuju pintu di sudut ruang kerja, yang menghubungkan langsung ke kamar istirahat pribadinya.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: 3 days ago ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

The Missing RhythmStories to obsess over. Discover now