Pada pusaran senja,
suara angin menderu-deru,
memanggil sebut namamu.
Langit luruh
dalam jingganya,
bayangmu tinggal
di pelupuk waktu,
dan aku
masih berdiri
di tepi rindu,
menanti janji
yang kau ikrarkan
di antara senja-senja.
Aroma tubuh hujan
masih melekat
pada kulitku
yang digigil kenangan.
Kulangkahkan sunyi,
menganyam jalan-jalan sepi
menuju rindu.
Saat kujumpai dia,
hujan menghantam
jalanan senja-
dan dadaku
lebih gaduh
daripada langit
yang pecah.
VOCÊ ESTÁ LENDO
Di Bawah Langit yang Menyimpan Namamu
PoesiaAda rindu yang tak pernah menemukan rumahnya. Ada kenangan yang tetap tinggal meski waktu terus berjalan. Melalui senja, hujan, dan kesunyian, kumpulan puisi ini bercerita tentang kehilangan, penantian, dan keberanian untuk menerima bahwa tidak semu...
