001

28 3 0
                                        

Azzelia Putri Mahendra atau yang kerap dipanggil Azzel merupakan murid kelas 10 SMA yang sedang mencari cara untuk menemukan cinta sesuai dengan tipe yang ia idam idam kan sejak lama. Menurutnya lelaki bisa bermain basket, anak Osis, dan pintar itu adalah anugrah yang diciptakan Tuhan untuk nya , tapi itu hanyalah hayalan fantasi fiksinya saja. Semua teman teman nya pun tahu bahwa Azzel suka sekali berhalusinasi mempunyai pacar seperti cowo cowo di novel, dan mereka pun sudah khatam tentang itu.

Namun tidak hanya itu, standar tipe indaman nya dibuat semakin meninggi semenjak Azzel menyukai dunia Kpop, tidak ada lelaki satu pun yang sesuai dengan tipe nya, kalau pun ada ia lebih cepat ilfeel dan menjauh perlahan.

Tok tok tok

"De bangun, 5 menit ngga bangun kakak tinggal kamu" Ucap seseorang dari luar kamar Azzel

"Emm berisik banget sih, emang udah jam ber-"

"ANJIRRR GUE TELAT, aduh gimana dong ini mana 20 menit lagi bel masuk, dah ah ngga usah mandi yang penting cuci muka sama pake parfum."

Keadaan di dalam kamar Azzel seperti kapal pecah, ia sibuk mencari buku dan sepatu, lalu ia bergegas lari ke bawah untuk mengambil bekal yang sudah di siapkan bunda nya, Bunda tau bahwa anak perempuan satu nya ini ceroboh dalam hal apapun, jadi sebisa mungkin bekal sudah bunda nya siapkan.

Tin tin

"Woy sabar!" Teriak nya dari dalam rumah, Azzel tidak peduli kakak nya mendengar atau tidak yang penting ia ingin salim terlebih dahulu kepada bunda dan ayah nya.

"De jangan teriak teriak, kasian tetangga denger toa kamu tuh." Tegur sang bunda yang sudah lelah dengan teriakan anaknya.

"Lagiankan dede mau salim dulu bun, Kakak tuh juga berisik banget kasian nenek sebelah gigi nya sakit gara gara klakson mobil dia."

"Ya udah sini salim." Ucap Ayah nya menimpali, tidak ada selesai jika berbicara dengan anak bungsunya itu ada saja pembelaan.

Setelah bersalaman dengan kedua orang tuanya, Azzel kembali berlari menghampiri mobil kakak nya yang sudah terparkir di depan gerbang dengan mesin menyala.

"Lama banget dah, gua juga telat nih ngantor mana Sudirman macet, lagi lo ngga biasanya sengebo itu." Ucap Kak Aliyah dengan nada ketusnya memarahi sang adik.

"Gatau nyak." Ucap Azzel sembari memasang wajah imut.

"Ih najis."

***

Mobil yang dikemudikan Kak Aliyah tiba di sekolah, tanpa menunggu lama ia pun bersalaman dengan kakak nya dan buru buru keluar dari mobil. Tapi ucapan Kak Aliyah menghentikan langkah Azzel yang sedang terburu buru.

"Woy mau duit ngga?"

Mendengar soal peruangan Azzel pun membalikan badan, "MAUUUU, tumben baik" Ucap nya memuji sambil mengeluarkan muka imutnya.

"Najis Zel, nih 50 ribu tambahan dari kakak, di pake buat jajan jangan nabung mulu" Sindir sang kakak, kakak nya tahu bahwa Azzel selalu menyisihkan uang jajan nya untuk menambung terkadang ia tidak jajan sama sekali, bagi Azzel beli jajan di kantin ujung ujungnya kepembuangan akhir alias toilet, tapi kalau di tabung ia bisa membeli barang yang ia inginkan.

"Uang dari Ayah ko yang dede tabung, udah ya kak dede masuk dulu, MAKASIHHHH." Jawabnya setelah itu ia kembali berlari masuk ke kelas.

Kota yang Kutuju Adalah KamuStories to obsess over. Discover now