Bab 1 : Sebuah Impian

18 1 0
                                        

"Bila awak besar nanti, awak nak jadi apa Helena?".

Soalan itu pernah ditanya oleh cikgunya ketika dia berusia 11 tahun.

Dan tanpa ragu-ragu, dia menjawab, "Saya nak belajar di Korea Selatan."

Mungkin kedengaran pelik bagi kanak-kanak seusianya. Namun impian itu tidak pernah berubah.

Tidak ketika dia berjaya menamatkan diploma. Dan tidak juga ketika dia berdiri di atas pentas pada hari graduasinya.

"Helena Inara binti Hadi." Namanya bergema di seluruh dewan.

Dengan senyuman yang sukar disembunyikan, Helena melangkah ke hadapan untuk menerima skrol ijazahnya.

Tepukan bergema, kilat kamera memenuhi ruang. Hari itu sepatutnya menjadi hari paling membahagiakan dalam hidupnya.

Namun jauh di sudut hatinya, ada satu perkara yang masih belum selesai.

Impian.

Impian yang dipendam selama bertahun-tahun. Impian yang masih belum mendapat restu daripada kedua-dua orang tuanya.

"Helena!"

Suara yang cukup dikenali membuatkan gadis itu berpaling. Seorang lelaki yang tinggi melambai ke arahnya sambil tersenyum.

"Imran."

Helana tersenyum kecil. Sejak sekolah menengah, lelaki yang bernama Imran Harith itu tidak pernah berubah.

Masih menjadi sahabat yang sentiasa berada di sisinya.

Masih menjadi orang pertama yang mengucapkan tahniah setiap kali mencapai sesuatu.

"Congratulations."

Imran menghulurkan sejambak bunga dan Helena menyambutnya dengan ketawa kecil.

"Terima kasih."

"Kau dah grad Helena, lepas ni boleh lah fikir tentang masa depan."

"Memanglah."

"Maksud aku... masa depan yang lebih serius."

Helena mengerutkan dahi.

Namun sebelum dia sempat untuk bertanya, suara Encik Hadi kedengaran dari belakang.

"Helena."

Senyuman di wajah ayahnya membuatkan Helena terus melangkah untuk mendapatkan kedua-dua orang tuanya.

Tanpa dia sedari...

Di sebalik senyuman yang terukir pada wajah, ayahnya sudah pun mempunyai rancangan tersendiri untuk masa depan anak tunggalnya, Helena.

Dan rancangan itu...

Tidak melibatkan Korea Selatan.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Malam itu, rumah keluarga Encik Hadi masih meriah dengan kehadiran saudara-mara yang datang untuk meraikan kejayaan Helena.

Selepas empat tahun bertungkus-lumus menamatkan pengajian Sarjana Muda dalam bidang Pentadbiran Perniagaan, akhirnya dia berjaya menggengam segulung ijazah yang selama ini menjadi kebangaan bagi kedua ibu-bapanya.

Namun di sebalik senyuman yang terukir di wajahnya, ada satu impian yang masih belum tercapai, iaitu Korea Selatan.

Negara yang telah lama menjadi destinasinya sejak kecil.

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Jun 05 ⏰

¡Añade esta historia a tu Biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

SeoulBoundHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora