"Hah...!"
"Hah..."
Napas berat memenuhi hutan yang gelap.
Peien terus berlari tanpa memedulikan ranting-ranting yang menggores kulitnya. Kakinya beberapa kali tersandung akar pohon, telapak tangannya lecet, dan dadanya terasa seperti terbakar.
Namun ia tidak berhenti.
"Aku harus pergi sejauh mungkin..."
Suaranya bergetar.
"Di luar sana pasti lebih baik..."
Tubuhnya sudah sangat lelah. Pandangannya mulai kabur. Akan tetapi, rasa takut yang mengejarnya jauh lebih besar daripada rasa sakit di tubuhnya.
"Tuan Muda!"
"Berhenti!"
Suara Jiang terdengar dari belakang.
"Tuan Muda, jangan lari lagi!"
Kali ini suara Qiu menyusul.
Peien menggertakkan giginya.
Tidak.
Ia tidak akan kembali.
Ia sudah muak.
Muak dengan kebohongan yang dibungkus perhatian.
Muak dengan sangkar yang disebut rumah.
Muak dengan tiga orang yang terus mengaku menjaganya.
Selama bertahun-tahun mereka menutup matanya.
Menutup telinganya.
Membuatnya percaya bahwa dunia luar berbahaya.
Membuatnya percaya bahwa dirinya terlalu lemah untuk hidup sendiri.
Cukup.
Ia harus pergi.
Ia harus keluar dari lubang neraka itu.
Langkahnya semakin cepat.
Teriakan Jiang dan Qiu terdengar semakin jauh.
Harapan mulai tumbuh di dadanya.
Mungkin kali ini ia berhasil.
Mungkin kali ini—
Bruk!
Tubuhnya menghantam seseorang.
Peien terjatuh keras ke tanah.
Sebuah serpihan kayu menusuk telapak tangannya hingga membuatnya meringis kesakitan.
Napasnya tercekat.
Tidak.
Jangan bilang...
Perlahan ia mengangkat kepala.
Dan seluruh harapannya hancur saat itu juga.
Xing berdiri tepat di hadapannya.
Seolah sudah menunggunya sejak awal.
"Lihatlah."
Suara pria itu terdengar tenang.
"Anda sungguh nakal, Tuan Muda."
Tubuh Peien langsung bergetar hebat.
Xing berjongkok di hadapannya lalu meraih tangannya dengan lembut.
Gerakannya hati-hati saat membersihkan darah yang mengalir dari luka kecil di telapak tangannya.
Perhatian.
Lembut.
Seolah sedang merawat sesuatu yang sangat berharga.
Dan justru itulah yang paling menakutkan.
BINABASA MO ANG
Peliharaan Kesayangan
FanfictionPeien telah mencoba melarikan diri berkali-kali. Namun setiap usaha selalu berakhir sama. Ditangkap. Dibawa pulang. Dan dikembalikan ke tempat yang orang lain sebut rumah. Sejak kecil, Jiang, Qiu, dan Xing selalu berada di sisinya. Mereka merawatnya...
