12. The Day

3 0 0
                                        

-Don't forget to vote and coment🤍-
Thank youuu.

❄️❄️❄️

Sesungguhnya, Erlangga punya rencana akan menyatakan perasaannya pada Aluna setelah acara olimpiade itu. Namun gagal, karena ia harus kembali latihan renang untuk sebuah kejuaran yang akan dilakukan di luar kegiatan sekolah. Dafa menemukan acara lomba renang, yang dapat menguntungkan bagi keduanya. Seperti biasa, Erlangga tidak akan menolak kesempatan emas itu.

Toh Aluna juga mendukung kegiatan itu. Erlangga yang baru merasakan benar-benar diberi semangat oleh crush-nya, rasanya sanggup bila harus menguras kolam renang yang besar itu seorang diri, saking senangnya. Kini Aluna dan Erlangga sedang berada di kantin. Tidak luput dengan kedua teman Erlangga dan Astrid berada di sekitar mereka.

"Berangkat jam berapa?" Tanya Erlangga pada Aluna. Aluna menelan makanannya terlebih dulu sebelum ia menjawab pertanyaan Erlangga.

"Nanti jam setengah sebelas, acaranya mulai sekitar jam tigaan deh kayanya." Jelas Aluna.

Erlangga hanya menganggukan kepalanya saja, Astrid yang sengaja mendengar ucapan Aluna. Tersenyum ke arah Aluna dengan tulus. "Semangat ya, Aluna. Kamu pasti bisa!"

"Terima kasih." Jawab Aluna, sambil membalas senyuman Astrid tidak kalah lebar. Kini Aluna sudah mulai dekat dengan semua teman Erlangga.

Teza dan Gusti juga ikut memberi semangat untuk Aluna. Aluna merasa senang sekali, dikelilingi oleh orang-orang yang baik dan sangat suportif seperti mereka.

"Habis makan, kayanya aku mau langsung ke bus aja deh."

Erlangga yang sedang minum, langsung meletakan minumannya itu ke atas meja. "Aku anterin kalo gitu."

"Gak usah, kamu disini aja. Aku bisa-"

"Gak nerima penolakan. Itu dilarang keras."

Aluna hanya tersenyum menanggapi ucapan Erlangga. Baik Teza, Gusti dan Astrid hanya saling lihat-lihatan setelah melihat interaksi antara kedua orang tersebut. Bisa-bisanya mereka bermesraan tidak tahu tempat. Di depan para jomblo semua lagi.

"Udah makannya? Ayo!" Ajak Erlangga segera bangkit dari kursinya, lalu disusul oleh Aluna.

Erlangga yang izin terlebih dulu kepada teman-temannya untuk mengantar Aluna, hanya diberi anggukan dan jempol oleh Teza, Gusti dan Astrid.

"Duluan ya, guys." Ujar Aluna, seraya ikut pamit kepada mereka semua.

Selepas Aluna dan Erlangga pergi dari kantin, Teza, Gusti dan Astrid hanya melihat satu sama lain. Mereka ikut senang dengan perubahan hidup Erlangga.

"Gue rasa besok mereka bakal jadian deh." Ucap Teza tidak jelas, karena sambil mengunyah makanan di mulutnya.

"Kalo mau ngomong tuh, kunyah dulu makanan yang di mulut lo." Protes Gusti.

"Tapi gimana menurut lo semua? Pegang ya omongan gue, besok mereka jadian, fix!"

"Kayanya sih iya, mereka tuh cocok banget tahu." Kini Astrid ikut menimpali.

"Ya, yang satunya dingin yang satunya lagi pecicilan. Walaupun gak cocok, tapi saling melengkapi-lah mereka itu." Ucap Gusti pada akhirnya. Teza dan Astrid hanya mengangguk setuju soal itu.

❄️❄️❄️

Kringgg~

Bel pulang sekolah sudah bergema. Semua murid SMA Khatulistiwa memilih untuk pulang ke rumahnya masing-masing, ada yang masih stay di sekolah juga untuk melakukan aktivitas yang mereka minati.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: 5 days ago ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

The Coldest GirlfriendStories to obsess over. Discover now