Ada sebuah cerita yang dibicarakan orang dengan nada berbisik, sebuah novel remaja yang judulnya terdengar seperti janji manis namun isinya adalah luka yang menganga.
When This Rain Stops.
Kisah cinta dengan latar gedung angkuh Stanley High School, sebuah tempat di mana kasta ditentukan oleh harta dan kuasa. Berpusat pada Sinai Tatkala Senja, seorang gadis yang namanya seindah garis langit saat matahari terbenam. Hidupnya seharusnya damai, setidaknya sampai ia jatuh hati pada Athar Rajasa Putra.
Athar adalah definisi kesempurnaan. Tenang, protektif, dan merupakan satu-satunya tempat bagi Sinai untuk pulang. Tetapi, di dunia yang ditulis dengan tinta gelap, kebahagiaan adalah hal yang terlarang.
Badai sesungguhnya datang dari lelaki bernama Orion Alexander Cassius. Seorang penguasa jalanan dan pengoleksi hati wanita yang tak pernah ia hargai.
Kejahatan terbesarnya bukanlah balapan liar atau kepalan tangannya yang keras, melainkan egonya yang terluka. Bagi Orion, Athar selalu selangkah di depan, selalu menjadi yang terbaik, dan yang paling menyakitkan: Athar memiliki hati Sinai.
Suatu malam, ketika hujan turun begitu deras hingga mampu menyamarkan tangisan, tragedi itu terjadi. Orion melakukan tindakan paling keji. Ia merenggut paksa kehormatan Sinai. Bukan karena gairah, melainkan sebagai pernyataan perang. Ia mengabadikan kehancuran Sinai, menjadikannya belenggu hitam agar gadis itu terjatuh ke dalam genggamannya, dan dipaksa menjadi pion untuk menghancurkan Athar dari dalam.
Namun, penderitaan Sinai belum lengkap tanpa kehadiran Hafara Crista Vaughan. Hafara adalah potret dari obsesi yang menyamar layaknya cinta. Ia mencintai Orion dengan buta. Dan dalam kebutaannya, ia menjadikan Sinai sebagai sasaran kebencian.
Hafara memastikan tidak ada sejengkal pun sudut di Stanley High School yang aman bagi Sinai. Ia seperti duri yang tumbuh di sela-sela luka yang dibuat Orion.
Novel ini adalah sebuah labirin tanpa jalan keluar. Sebuah kisah di mana tokoh utama wanitanya dipaksa hancur berkeping-keping oleh obsesi dan dendam.
Para pembaca hanya bisa meratap, menutup buku dengan amarah, dan memimpikan satu hal-seseorang masuk ke dalam lembaran itu, menghentikan hujan yang tak kunjung reda, lalu menghancurkan sang pencipta badai dengan tangannya sendiri.
"Kalau gue masuk ke sana, gue pastiin Orion jatuh sejatuh-jatuhnya, dan Hafara sadar kalau cintanya itu cuma sampah."
Hujan di novel itu memang belum berhenti. Ia terus turun, membasahi luka yang tak kunjung mengering. Hingga sebuah keajaiban atau mungkin kutukan, menarik seseorang untuk masuk ke dalam lembaran-lembaran berdarah tersebut.
YOU ARE READING
Antagonist In Love
Romance"Orion... lo bilang ini neraka? Kalau gitu, gue bakal bikin iblis kayak lo bertekuk lutut dan jatuh cinta sama gue." *** ⚠️Cerita ini dibuat hanya untuk hiburan semata. Jadi, mohon maaf apabila terdapat alur yang tidak jelas. Revisi menyusul.
