Hay ini karya kesekian aku yang aslinya aku juga ragu nulis cerita ini karena alurnya masih samar. Tapi, semoga kalian suka dan enjoy!!
•••
Happu reading yaw!!
°~°
"Oh sial! Cerita sampah apa ini? Mengapa begitu menarik mata ku tapi aslinya membosankan!"
Gadis yang semula bertelungkup dengan selembar buku di tangannya, perlahan bangkit. Ia dengan asal melemparkan lembaran kertas yang terlihat usang tersebut.
"Ini author nya siapa? Perlu gue santet kayaknya ya? Huh!" deru napas masih membara mengingat kepingan kalimat yang berhasil membuatnya jengkel.
Careen Debuita. Panggil saja dia begitu. Seorang gadis belia yang berusia 23 tahun yang masih asik dengan dunia kejombloan nya juga tumpukan skripsi yang tak kunjung usai.
"Niat baca novel buat ngilangin stress skripsi, gue justru makin edan!" dengan kesal kakinya menghentak lantai seakan tidak rela meninggalkan kasurnya.
Mata bulat tadi tak sengaja melihat jarum jam yang menunjukkan pukul tujuh pagi. Ya Careen melakukan maraton lagi dan lagi.
Ia begitu maniak akan novel usang yang dibelinya dari pasar bekas. Saat itu Careen yang jenuh tanpa sadar berjalan menuju wilayah yang sempat booming akan novel novel kuno nya.
Bocah setengah dewasa ini memang suka membaca buku novel terlebih berkhayal yang tidak tidak. Dan begitu mendengar sebuah tempat dimana surga novel, ia bahkan tanpa sadar sudah melancong kesana.
Dan kini, buku bersampul biru gelap dengan ornamen emas itu teronggok menggenaskan setelah ia peluk semalaman suntuk.
Bahkan jika ditanya, mengapa Careen membeli novel mahal itu pasti ia sendiri tidak tahu. Careen hanya merasa, novel itu tempatnya ia pulang dan ia harus membelinya.
Comeback to The Kingdom
Judul klasik yang bahkan semua orang pasti sudah malas mendengar namanya. Membosankan.
Drttt... Drtttt... Drtttt...
"Yash! Gue lagi mandi anjir! Lo kagak liat apa?!" Careen yang baru saja selesai melakukan ritual bersih-bersihnya dengan asal memakai baju.
Matanya mendelik melihat nama seseorang yang sering muncul dalam layar ponselnya.
"Apaan dugong?" sewotnya kesal.
"Lo sarap Reen? Masih pagi udah ngegas kayak motor rx-king aja lo!" suara di seberang terdengar mengejek kecil.
"Salah! Gue bukan rx-king, tapi kaleng rombeng." Careen memutar matanya jengah.
"Oke oke gue percaya. Tapi, lo jadi ke kampus pagi ini?"
"Ya jadilah. Gue mau bimbingan sama pak dosen hot." Careen tersenyum membayangkan betapa gagahnya pria yang menjabat sebagai dosen pembimbing nya itu.
"Lo kenapa makin aneh sih Reen?"
"Aneh apa maksud lo nyet?" Careen mengernyitkan dahi tak paham. Ia sudah berkali-kali mendengar keluhan sahabatnya.
"Lo dulu pas SMP kagak gini Reen. Apalagi SMA, lo introvert parah. Bahkan gue masih inget waktu awal awal kuliah lo itu bener-bener tertutup."
Careen terdiam tak paham.
"Kenapa makin kesini lo makin tengil? Lo jadi bar bar juga centil. Ya itu bagus sih, tapi kenapa tiba-tiba?"
Ngingggggg
"Akh!" Careen spontan menjatuhkan ponselnya.
Tangannya dengan kuat menutup ke dua telinganya yang terus berdenging. Seperti ditimpuk batu, Careen merasakan kepalanya seakan pecah.
Ada sesuatu yang mencoba masuk dalam memori ingatan sebelum akhirnya ia limbung tak kuasa menahan.
"Reen!"
"Reen what's wrong?!"
"CAREEN!"
Perlahan, Careen berhasil menguasai kesadarannya kembali. Matanya berkedip pelan seakan mencerna apa yang sedang terjadi.
"Gue, kenapa gelesotan di lantai?" gumannya bingung.
Tutttt... Tuttt...
Careen menoleh melihat layar ponselnya yang tak lagi menampilkan panggilan telepon.
"Waduh buset layar ponsel gue pecah! Ini kenapa?! Abis gempa apa gimana?" ia dengan panik mengecek ponselnya berkali-kali tanpa menyadari jika seseorang sudah begitu khawatir setengah mati.
"Beneran gempa deh! Ini gue aja sampek jatuh." Careen menggaruk pelipisnya yang tak gatal.
Saat masih masih bingung, Careen justru terdiam menangkap keberadaan novel buluknya.
Tokkkk... Tokkkk... Tokkkkk...
"Careen buka! Lo kenapa anjing!"
Careen menoleh, ia mendengus mendengar suara cempreng itu.
Klikk
"Lo kenapa? Lo sakit? Tadi lo jatuh kan? Bunyinya keras banget, gedubrakan! Lo gapapa kan Reen?" perempuan dengan baju tidur polkadot itu dengan panik membolak-balikan tubuh temannya.
"Lo yang kenapa Sisil? Orang gue gapapa juga. Tapi ngomong-ngomong, abis ada gempa ya?"
"Hah?" Sisil membeo. Dahinya semakin mengernyit dalam.
"Iya ada gempa kan? Soalnya gue ngapain tiba-tiba tiduran di lantai kalo kagak gempa coba?"
•••
BERSAMBUNG
Buat yang kepo sama alurnya bisa langsung pindah ke karyakarsa ya disana lengkap sudah ada lanjutannya untuk bab 1 ini!!
YOU ARE READING
Become a Grand Duchess
Teen FictionKarena kesalah pahaman, lady Odhepin memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Bukannya ke alam baka, ia justru menyasar di tahun modern dan berubah sikap. Namun, bagaimana jika dunia asalnya merindukan ia kembali? "Kau harus kembali dan terus menjadi...
