Afraid

4 2 3
                                        

Afraid

It’s dark.. pandangan ku kabur seketika tanpa sebab yang pasti, di depan ku deku ia tergeletak di lantai sambil kesakitan. Mata ku melebar tangan ku gemetar dan pergi meninggalkannya secepat mungkin, kaki ku bergerak sendiri tak tau mengapa aku merasa tak nyaman bahkan benci melihat ekspresi takutnya itu kepada ku. Aku benci kau deku.. sangat membenci mu. Keesokan harinya aku datang ke sekolah ku seperti biasa dan mendapati deku sedang duduk di kursinya sambil mencatat di buku anehnya, aku selalu kesal dan merasa jijik melihat kutu buku itu mencatat hal2 tenatang pahlawan.. apa yang di harapkan nya dengan catatan itu? Apa yang bisa kau lakukan tanpa quirk di dunia ini? Kau hanya orang lemah yang bermimpi aneh untuk menjadi pahlawan seperti all might.

“Oi deku.”

Aku memanggil nya dan ia menoleh ragu kearah ku

“a-ada apa kacchan..” aku mengambil bukunya dan membakar buku itu

“kau tak perlu buku ini sialan, kau tak akan bisa menjadi pahlawan seperti hal2 yang kau catat di buku ini!”

deku berusaha mengambil buku tersebut tetapi aku meledakkan bahu nya membuat ia terjatuh dan di tertawa kan satu kelas, aku membaca isinya dan terkejut di halaman pertama ada quirk diriku dan bagaimana cara ku menggunakannya seperti yang deku pikirkan gigi ku menggeram dan mendekat ke deku

“oi.. apa maksud mu menulis semua quirk ku? Kau ingin meniru ku dan mencuri kekuatan ku hah?!”

suara ku keras dan menggenggam kedua bahu deku

“jika kau terus berharap seperti ini buang jauh2 impian mu dan lompat dari atas sini berharap kau akan memiliki kekuatan di kehidupan mu yang selanjutnya deku.”

Suara ku serak dan menyakitkan membuat mata deku menatap ku ngeri dan ketakutan yang tak pernah ku lihat pada dirinya sebelum ini, aku membakar buku nya dan membuang nya keluar. Ia hanya diam dan menundukkan kepalanya tanpa ku sadari ia tersenyum tipis saat kepalanya dibawah dan berjalan keluar sambil terpincang-pincang yang membuat ia di tertawakan lagi, hal itu membuat ku mengerut kan mukaku dan balik duduk ke kursi ku.

Deku berjalan ke uks dan meminta untuk beristirahat dikasur untuk sementara, ia melihat ke langit-langit kemudian memandang ke jendela

“lompat saja dari sini!”

deku menggerutu kesal kemudian memukul dada untuk mengatur nafasnya

“kacchan.. kenapa kau jahat sekali kepada ku.. aku salah apa? Aku mengagumimu karena kau sangat kuat tetapi kenapa aku jadi seperti ini? Kau seperti mengganggap ku orang aneh yang selalu mengganggu kehidupan mu..”

ia terdiam sejenak kemudian matanya mengerut

“atau aku memang seperti itu ya?”

deku menghela nafas dan menutup matanya sambil berbaring untuk menenangkan dirinya kembali. Deku kembali ke kelas dan mendapati meja nya telah di coret-coret ia menatap mejanya kosong kemudian mengambil lap dan mulai membersihkan mejanya, tanpa sadar air matanya turun tangannya gemetar dada nya sakit saat membersihkan mejanya tersebut. Aku berjalan di koridor sekolah dan tanpa sengaja melihat deku masih dikelas sambil membersihkan mejanya, aku sontak menyembunyikan diriku dan berdiri di samping pintu agar tak ketahuan olehnya

“sial.. kenapa kalian begitu jahat kepada ku.. apa salah ku? Aku tak ada mengganggu kalian! Apa salahnya mempunyai mimpi seperti itu? Apa orang lemah tidak boleh bermimpi tinggi? Kenapa kalian orang yang hanya diberi sedikit keberkahan langsung merasa paling benar?!”

mata ku melebar saat deku mengatakan hal itu dan kepala ku sedikit tertunduk, kata2 nya menusuk dada ku.. kenapa aku melakukan hal seperti ini? Hey.. apa yang membuat ku begitu membencinya? Kelas tiba2 sunyi, deku berhenti berbicara dan aku langsung pergi tanpa menoleh kebelakang untuk melihat kondisinya.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 08 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

AfraidWhere stories live. Discover now