Seorang gadis kecil berlari ketakutan dan di belakang nya terdapat 2 anak laki-laki yang terus mengejar nya. Ia terus berteriak meminta tolong namun keadaan taman yang matahari nya terik membuat tak ada orang lain yang ingin berkunjung ke sana.
Ia kemudian terjatuh membuat lutut nya terdapat beberapa baret,ia tak tahan air mata nya keluar bercucuran begitu saja.
"Haha mau kemana lagi,kamu tidak bisa pergi anak cadel."ucap salah satu antara mereka membuat yang lain nya tertawa.
"Kasi boneka itu."ucap nya lagi,namun gadis kecil itu dengan cepat menyembunyikan boneka nya di belakang tubuh kecil nya.
"Hiks nga mau,inikan boneka aku."
"Kasi nga,kalau nga aku tarik nih rambut kamu."ucap anak yang lain.
Gadis itu tak kuasa ia kemudian berteriak sekeras mungkin hingga tiba lah sebuah mobil berhenti tepat di samping mereka.
Kedua anak itu berlari ketakutan,takut jika itu orang tua gadis yang mereka ganggu dan mereka berakhir di marahi.
"Kamu kenapa adik cantik." Ucap seorang kakak cantik di depan nya.
"Hiks Kaka cantik aku di gangguin sama meleka." Tunjuk nya namun di depan nya sekarang tak ada siapa-siapa kecuali dia.
"Yaudah kamu kakak antar pulang ya, di mana rumah kamu." Ucap nya membantu gadis kecil itu berdiri.
"Di sana." Tunjuk nya kemudian masuk ke dalam mobil.Di dalam mobil ia melihat luka di lutut anak kecil itu membuat nya membuka laci dashboard.
"Kakak bersihin luka kamu dulu ya." Ucap nya namun gadis kecil itu menolak.
"Hiks nga mau,bial Vivin aja." Dia terdiam mendengar itu cukup lama hingga ia kembali sadar oleh ringisan gadis kecil itu.
"Nanti luka kamu makin parah kalau di biarin,Kakak bersihin nya pelan-pelan kok nga akan sakit."ucap nya berusaha meyakinkan hingga kepala kecil itu mengangguk pelan.
Ia mulai membersihkan nya secara pelan agar tidak membuat gadis kecil itu kesakitan kemudian memberikannya plaster bergambar hati.
"Telima kasih Kaka cantik."ucap nya.
"Iya sama-sama."balas nya kemudian kembali menjalankan mobil nya.
"Yang mana rumah kamu?" Ucap nya membuat gadis kecil itu menunjuk satu rumah yang sudah tak jauh dari arah mereka saat ini namun ia berteriak keras membuat nya segera menginjak rem mobil. Mobil seketika berhenti dan gadis kecil itu segera melompat turun dari mobil membuat gadis itu kaget bukan main.
"Pelan-pelan."ucap nya kaget,ia pun ikut turun dari mobil melihat kejadian di luar sana.
"Rara."ucap seorang anak laki-laki yang berlari ke arah gadis kecil itu.
"Siapa kamu?kamu jahat ya ke Rara." Todong nya kemudian maju hendak memukul namun di tahan oleh gadis kecil itu. Ia tak bergeming melihat pemandangan di depan nya.
"Hiks Vivin jangan pukul Kaka cantik."ucap nya.
"Kamu kenapa?siapa yang bikin kamu luka?"
"Hiks Vivin."ucap gadis kecil itu memeluk anak laki-laki di depan nya yang kisaran umur nya tak beda jauh mungkin 4-5 tahun.
"Aldo sama lian ngejal aku,meleka mau ambil boneka aku lagi."ucap nya mengadu.
"Vivin kemana? Kenapa tidak tolong aku,aku jatuh kaki aku beldalah."ucap nya lagi masih memeluk anak laki-laki itu.
Ia segera melepas pelukan itu dan mengecek lutut gadis kecil itu.
"Siapa yang obatin kaki kamu?"
"Kaka cantik." Ucap nya membuat anak laki-laki itu tak lagi menatap nya garang tatapan mata nya berubah.
"Terima kasih." Ucap nya singkat dingin namun tak se sarkas tadi.
"Ayok pulang,kamu dari tadi di cariin." Ucap nya.
"Aku nga mau pulang baleng Vivin, hiks Vivin malah malah,halus nya kan aku yang malah kalena Vivin tidak tolong aku."ucap nya melipat kedua tangan nya di depan dada dengan air mata yang terus mengalir.
"Maafin Vivin ya,tadi Vivin kebelet jadi Vivin lama deh maaf ya. Vivin janji kalau Vivin ketemu sama Aldo sama Rian lagi Vivin bakal pukul deh sampai dia tidak berani ganggu kamu lagi."
"Janji ya?"
"Iya Vivin janji,ayok pulang."
"Telima kasih Kaka cantik udah tolong Lala."ucap nya.
"Iya sama-sama."
"Lala pulang dulu ya,Kaka cantik hati-hati ya di jalan."
"Iya Lala kamu juga hati-hati ya."
"Bukan Lala Kaka cantik tapi Lala."
Iya menyeringat aneh apa beda nya,hingga anak laki-laki di depan nya memperbaiki barulah ia sadar.
"Bukan Lala tapi Rara."ucap nya.
"Nah itu Kaka cantik di ajalin Vivin."ucap gadis kecil itu.
"Ayok pulang." Ucap anak laki-laki itu menarik pelan tangan gadis kecil itu.
"Dada kaka cantik Lala pulang."
"Iya Rara."ucap nya sambil tersenyum dan melambaikan tangan nya.
YOU ARE READING
Old love in the city
Science FictionKisah kedua remaja yang tumbuh bersama dari kecil namun salah satu di antara mereka harus pergi jauh dan membuat satu di antara nya tersiksa karena kepergian sahabat nya dan ketika mereka sudah menginjak usia dewasa ia pun kembali untuk menemui saha...
