1.Rumah Yang Terlalu Sepi

157 31 28
                                        

1!!1Warning!!1!

-OOC (Out of character)
-This is just fanfiction, jadi nggak berkaitan sama cerita asli maupun canon yaw..
-Kata kata nok baku
-Alur tidak jelas
-Beberapa kata mungkin membingungkan atau Ambigu
-Kata kata kasar
-BoBoiBoy dan kawan-kawan hanya milik Monsta, saya hanya meminjam karakter nya..

Book ini sangat terinspirasi dari karya milik author HatersnyaGentar

Karya yang menginspirasi terbuat nya book ini adalah:

GWTBO= Gentar Want To Be (O)rdinary

SK= Side;Kick

Mohon maaf jika ada kesamaan alur, saya juga sudah meminta izin dari authornya secara langsung dan alhamdulillah beliau mengizinkan saya membuat book yang terinspirasi ari karya beliau :)

Enjoy!...
__________________________________________

"Tepuk Tangan Yang Kosong"

SUPRA AURELIUS LIGHT, Anak jenius yang terlahir di keluarga Light, yang merupakan keluarga terpandang

Ayahnya yaitu SOLAR AURELIAN LIGHT, Merupakan pemilik dari perusahaan Lumina Technology Company, perusahaan teknologi terbaik di kota Rintara dan bahkan sudah mendunia.

Sedangkan ibunya yang bernama THORN ROSALIND LIGHT, Sang pemilik toko tanaman yang cukup terkenal karena keasrian dan keindahan bunga bunga nya.

Sekilas, keluarga Supra terlihat sangat sempurna, udah perfect kali lah!


Tapi-







4P4K4H K3NY4T44N NY4 M3M4NG B3G1TU??__???**??









Semenjak kecil, ayah dan ibunya selalu sibuk. Tak ada waktu untuk dirinya, hanya ada para pelayan yang menjaga dirinya.

"Apakah ayahanda tidak pulang lagi hari ini?" tanya Supra pada salah satu pelayan dengan nada datar sembari menyantap makanan nya.

"Tidak, tuan muda. Begitu juga dengan nyonya, katanya ia akan pulang esok harinya." jawab pelayan itu dengan sopan.

"Begitu" setelah itu Supra hanya terdiam dan fokus pada makanan.

"Maaf jika saya agak lancang, tapi dimanakah anda akan melanjutkan sekolah anda tuan muda?"

"peRINTIS highschool." kata Supra singkat

"Ah begitu." dan keheningan kembali melanda

"Aku sudah selesai, tolong bereskan. Aku harus kembali belajar." Kata Supra merapikan sedikit piringnya, sebelum akhirnya berdiri dan berjalan pergi.

"Baik, tapi sebelum itu tuan muda─" Langkah Supra langsung terhenti sebelum pelayan itu melanjutkan "Tolong jangan memaksakan diri anda."

Supra tak menjawab, tak menoleh tapi ia hanya mengangguk pelan dan melanjutkan jalannya.
















"Tumbuh Diantara Angka, Tak Ada Yang Menunggu Rumah, Aku Jenius Tanpa Masa Kecil, Anak Yang Terlalu Cepat Dewasa, Sampai-Sampai Tak Tau Kehangatan Itu Seperti Apa."

-Supra Aurelius Light



















Saat Supra sedang sibuk dengan rumus rumus, dan buku buku yang menumpuk, dia tiba-tiba mendapatkan notifikasi dari handphone nya.

"Nak, Ayah tak bisa pulang untuk 4 hari ini karena tiba-tiba ada kerja sama di kota sebelah."

Supra sejujurnya tak ada niatan untuk membalas pesan tersebut, jujur ia sudah biasa dengan hal ini dan bahkan mungkin tak peduli lagi? Entahlah, Supra bahkan tak tau bagaimana perasaan sedih, senang, marah, sudah sangat lama semenjak terakhir kali ia merasakan emosi itu.















__________________

Yah TBC, kasian, mau lanjut?
Ekhem vote dulu
Target vote: 10+

Jangan jadi silent readers ya su😍












لقد وصلت إلى نهاية الفصول المنشورة.

⏰ آخر تحديث: Apr 15 ⏰

أضِف هذه القصة لمكتبتك كي يصلك إشعار عن فصولها الجديدة!

SUPRA: Flatline Diaryقصص لتهوسّ بها. اكتشف الآن