prolog.

19 4 2
                                        

"KAKAK!" Teriak bocah umur 6 tahun saat dirinya merasa di gendong oleh seseorang.

"ADEK!ADEK MAU KEMANA?!" Bocah yang berstatus kakaknya segera mengejar adiknya itu, tapi nihil. Orang yang membawa adiknya itu sudah pergi menaiki mobil dan melaju dengan kencang. Merasa gagal menjadi kakak, ia pulang dengan air mata menetes, tadinya ia ingin ke kamar mandi, meninggalkan adiknya di di gerai es krim serta memakan es krim.

"Hiks, mamaa" Gadis itu menangis, dan ibu dari Gadis itu segera memeluknya untuk memberikan ketenangan.

"Kamu kenapa sayang?" Tanya Mama lembut.

"Adek di bawa orang pelgi" Adunya lalu melepas pelukan. Memang bocah itu masih agak cadel dan belum terlalu bisa mengucapkan 'r'.

Mama hanya diam, lalu mengecup pipi gadis kecil itu lamat-lamat. "Nggak apa-apa sayang, nanti Mama sama papa bakal nyari adek yaa, jangan sedih lagi" Mama mengusap air mata anak itu dengan ibu jarinya.








***

Flashback on.

"Gue capek Rif, ibu sama ayah selalu nuntut gue, dan sekarang gue di jodohin. Takdir bener-bener jahat sama gue" Keluh pria itu pada sahabatnya. Dan pria yang di panggil Rif itu menepuk bahunya pelan.

"Jangan sedih Cak, gue ada ide" Pria bernama Rifkiz itu mengeluarkan sebuah map cokelat dari tasnya.

"Gue tahu kalau kita bakal mengalami perjodohan. Jadi gini, nanti anak kita bakal di jodohin, tapi kalau ternyata hening kelamin anak kita semua sama, kita masukin panti. Tapi kalau beda, kita jodohin. Gue udah buat surat perjanjiannya jauh-jauh hari. Emang, tahun ini banyak perjodohan, jadi nggak lo aja" Rifkiz tersenyum tipis.

"Jadi, mereka di jodohin umur berapa? Apa nggak kasihan?" Tanya Cakra.

"Umur 18"

"GILA, apa nggak kasihan?"

"Manusia boleh egois untuk mendapatkan kebahagiaannya, lo mau tinggal sama orang yang nggak lo cintai selamanya?" Sontak, Cakra menggeleng. Rifkiz mengeluarkan kertas dari Map itu, lalu menyodorkannya pada Cakra.

"Tanda tangan Cak, udah ada materainya"

Ia mengangguk lalu menanda tangan tepat di atas materai itu.

Flashback off









***

ALTANIAWhere stories live. Discover now