𐔌՞. .՞𐦯proglog⋆. 𐙚 ̊

10 2 2
                                        

────୨ৎ────────୨ৎ────────୨ৎ────────୨ৎ────────୨ৎ────────୨ৎ───

Halo salam kenal:>

selamat membaca ceritaku, typo bertebaran

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hujan turun perlahan sore itu, membasahi jalan setapak di taman kota yang hampir kosong. Langit tampak kelabu, dan udara terasa dingin setelah seharian panas.

Seorang gadis kecil berambut cokelat berjalan sambil memegang payung kecil berwarna merah muda. Namanya Arine Anderson

Ia baru saja pulang dari toko roti bersama ibunya, tapi langkahnya terhenti ketika melihat seseorang duduk sendirian di bangku taman

¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.

Ia baru saja pulang dari toko roti bersama ibunya, tapi langkahnya terhenti ketika melihat seseorang duduk sendirian di bangku taman.

Seorang anak laki-laki.

Pakainya sedikit kotor, rambut hitamnya basah terkena hujan, dan ada luka kecil di sudut bibirnya. Ia tidak menangis, tidak juga bergerak, hanya duduk diam menatap tanah seolah dunia di sekitarnya tidak penting.

 Ia tidak menangis, tidak juga bergerak, hanya duduk diam menatap tanah seolah dunia di sekitarnya tidak penting

¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.

Arine menatapnya beberapa detik.
Lalu, dengan rasa penasaran khas anak kecil, ia berjalan mendekat.

"Kenapa kamu duduk di sini sendirian?" tanya Arine polos.

Anak laki-laki itu tidak langsung menjawab. Ia mengangkat kepalanya perlahan dan menatap Arine. Tatapannya tajam dan dingin, terlalu serius untuk seorang anak seusianya.

Arine sedikit canggung.

Namun ia tetap membuka tas kecilnya dan mengeluarkan sebuah permen.

"Nih. Biar kamu nggak sedih, aku biasanya kalau sedih makan ini, rasanya manis banget bikin rasa sedih itu pergi jauh, oh iya namaku arine anderson, panggil aja aku arine" katanya sambil menyodorkan permen itu, dengan senyuman manis di wajah chubby nya . Tidak lupa arine memberikan payung itu pada anak laki-laki itu, awalnya dia menolak tapi arine paksa.

Anak laki-laki itu menatap permen di tangan kirinya dan payung ditangan kanan nya... lalu kembali menatap Arine. Untuk pertama kalinya, ekspresinya berubah sedikit, bukan senyum, tapi sesuatu yang hampir menyerupai ketertarikan.

"tidak ada yang begitu baik dan memperhatikan ku seperti ini" gumamnya pelan

Ia berdiri dari bangku itu.

Langkahnya mendekat sampai jarak mereka sangat dekat.

Tanpa peringatan, ia menggenggam pergelangan tangan Arine dengan erat.

Arine terkejut.

Tatapan mata anak laki-laki itu gelap dan penuh keyakinan aneh.

"Mulai sekarang," katanya pelan namun jelas,

"kamu milikku."

Arine mengedip bingung.
Baginya, itu hanya kata-kata aneh dari anak laki-laki yang baru ia temui.

Ia bahkan tidak sempat menanyakan namanya.

Tak lama kemudian, suara ibunya memanggil dari kejauhan, membuat Arine buru-buru berlari pergi meninggalkan taman itu.

"aku pergi dulu, ibuku sudah mencariku" ucap arine lalu berlari menghampiri ibunya

sedangkan anak laki-laki itu memperhatikannya perlahan menjauh

Ia tidak tahu satu hal.

Bagi anak laki-laki itu, pertemuan singkat di bawah hujan hari itu bukan sekadar kebetulan.

Dan sejak saat itu

Ia tidak pernah melupakan nama gadis kecil itu.

Arine Anderson.

Suatu hari nanti, mereka akan bertemu lagi.

Dan saat hari itu tiba...
Kael Charleston akan memastikan Arine mengingat siapa dirinya.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

penasaran ceritanya?

bantu ramein, 50 komentar up part 1:>

jangan lupa di vote juga...see youu

────୨ৎ────────୨ৎ────────୨ৎ────────୨ৎ────────୨ৎ────────୨ৎ───

Marked as MineDonde viven las historias. Descúbrelo ahora