"Bisa stop ganggu gue gak si!"
"Lo cocok nya gue ganggu, kalo kaga dunia bisa gonjang ganjing liat lo ngelamun sambil makan rumput."
BRAK!
Gebrakan meja kantin yang mendadak dari gadis berikat kuda bernama Becky itu membuat Freen tergelonjak kaget dan sontak mengelus dada.
"Santai aja napa sih! sensi amat pms lo?" Heran Freen sambil mengerutkan dahi melihat Becky yang menatapnya tajam.
"Lo sih nyebelin." Dengan diliputi rasa kesal Becky mencubit pinggang Freen yang duduk di sebelahnya.
"AW AW SAKIT DODOL LO PIKIR GUE ANAK KUCING MAIN CUBIT CUBIT!"
"Lebay! mio aja ga segitunya." Becky mendelik malas dan menyuapkan nasi kangkung bekalnya.
"Jangan bandingin gue sama hewan kali." Freen protes sambil meminum es teh manis segar nya dengan hikmat.
"Loh." Becky melirik Freen. "Bukannya sama aja ya?"
Lantas ucapan Becky membuat Freen melotot dan segelas es teh nya siap di lempar tepat di muka gadis itu.
"Lo bilang sekali lagi gue lempar ya puqi!"
"Ish santai napasi, kangkung buatan nyokap gue aja belum abis."
Dengan perasaan kesal nya Freen kembali meneguk es teh yang hendak ia lempar sedangkan gadis itu kembali memakan bekal nya dari rumah.
"Entar balik sama gue kan?"
Becky melirik heran. "Tumben baik?" dengan reflek menempelkan telapak tangannya ke dahi Freen.
"Lo kaga panas, berarti kaga sakit dong?"
"Ck elah, gue serius oon." sembari menyingkir kan tangan Becky.
"Udah deh jujur sama gue, lo pasti bukan Freen kan?!" dengan lantang Becky menunjuk Freen dengan curiga tapi cepat cepat gadis yang di tuduh segera menghempas tangan nya itu.
"Kalo kaga di jawab berarti lo balik sendiri." Badan Freen siap berputar tapi Becky buru buru menahannya.
"Eiya eiya ih! sabar napa tapi gue entar baliknya mau beli buku dulu di gramed."
"Lah? tumben lo ke gramed ada gerangan apa? biasanya juga pusing liat angka huruf udah kek liat bahasa alien, apalagi ini ke toko buku." Freen terkekeh mengejek, membuat Becky merasa ingin memukulnya saat itu juga.
"Ya emang kenapa si bagus dong gue baca buku biar jadi pinter."
Tiba tiba Freen memajukan wajahnya sangat dekat dengan Becca, menatapnya tajam penuh penelitian seolah mencari sebuah jawaban yang di sembunyikan.
Becky yang tidak siaga akan hal itu hanya mematung dan gugup tanpa banyak gerak.
"Lo ada bohong ya sama gue? lo lagi deket sama siapa?"
BOM
bagaikan otak yang di bombardir habis oleh Freen membuat Becky menjadi kalang kabut, dengan satu jari Freen menekan hidung Becky.
"Lo ga cocok buat bohong, udah jujur aja lo lagi deket sama siapa." perlahan-lahan Freen memundurkan badannya dan memakan mie ayam yang sempat tertunda.
"G-ga deket sama siapa siapa ah lo mah ngarang, sejak kapan gue deket sama orang." sembari terkekeh garing berusaha menutupi hal tersebut.
Tapi jelas Freen sudah mengenalnya sejak lama dan tentu ia tau apa saja jika gadis itu menyembunyikan sesuatu darinya, sejak dulu seperti itu dan untungnya Freen cukup peka untuk menyadari nya.
YOU ARE READING
Can we?
Romance"Bukannya lo itu pacarnya Freen ya?" "SEJAK KAPAN MAHESA! KALO BENER JUGA GUE GAMAU!" "Jual mahal ah ga asik!" Katanya cinta ga perlu memiliki buktinya Mahesa lelaki si pinter kadang bego berani lepas cintanya cuman buat liat si pujaan hati lebih ba...
